
malam berlalu pasangan baru ini tak pernah melewatkan malam tanpa pertempuran panas.
pagi hari maya bangun lebih dulu, merasakan badannya remuk karena ulah pria yang belum genap seminggu jadi suaminya.
maya membersihkan wajah dan menunju dapur untuk menyiapkan sarapan. meski memiliki Art tapi maya lebih suka memasak untuk suaminya yang memang menyukai masakanya.
"pagi buk" sapa bik marni
"pagi juga bik, masih ada stok sayur dikulkas bik?" tanya maya yang hendak menyiapkan bahan yang akan dimasaknya.
"masih ada buk, nanti kalau ada yang kurang biar saya beli lagi" ucap marni yang masih membereskan ruangan lainya
maya melihat isi kulkas. ia melihat ada stok ayam kampung dan beberapa jenis sayuran.
"tidak usah bik, ini masih ada stok" sahut maya pada bik marni
"sepertinya enak dibuat opor. ini pasti ibu yang bawa dari rumah" masakan pertama maya buat sang suami. meski dulu sering memasak untuk aldo tapi hari ini pertama kalinya masak untuk suaminya
__ADS_1
beberapa saat masakan maya sudah siap diatas meja makan. "bik tolong siapkan piring dan juga minum ya, saya mau mandi dulu" maya melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya. aldo masih tertidur pulas dengan tubuh polos sisa bercocok tanam semalam. maya tersenyum mendekati aldo dan duduk disisi ranjang.
"sayang, ayo bangun ini sudah siang" maya mengelus pipi aldo membuat yang punya menarik tangan maya hingga kembali tertidur diatas aldo.
"apa masih kurang semalam, hmm?" tanya aldo masih terpejam dan memeluk maya dalam dekapannya. maya terkejut dengan ucapan suaminya. lalu memekul dada aldo dengan kesal
"dasar mesum ini sudah siang mas, apa kau tidak akan bekerja" maya kesal suaminya ini selalu saja mesum. tapi sebenarnya maya juga suka. terus bergerak berusaha lepas dari pelukan aldo yang semakin erat.
"mas ayo dong, kenapa kamu jadi pemalas sudah punya istri, harusnya lebih giat lagi bekerja" ucap maya masih melihat aldo enggan membuka matanya.
"iya rasanya aku ingin selalu begini saja. tidak usah kemana-mana. kalau tau begini indahnya punya istri. kenapa ngga nikah dari dulu saja" aldo berbicara asal membuat maya melotot
"benarkah, istri ku masak opor ayam?. ayo kita mandi bersama saja biar cepat" tanpa malu aldo yang tidak memakai sehelai benang pun menggendong maya ke kamar mandi. "mas aku mandi sendiri aja" ucapan maya tak didengar aldo yang bersemangat
keduanya keluar kamar mandi setelah satu jam. awalnya niat mandi bersama tapi dasar aldo. tak bisa melihat ladangnya nganggur langsung saja menyerbu untuk bercocok tanam " lain kali aku mandi sendiri saja" ucapan maya kesal karena terus saja diminta untuk melayani suaminya setiap saat
cup..cup..cup. aldo mengecup pipi dan bibir maya sekilas. "jangan cemberut dong sayang, ini kan pahala besar loh" aldo tersenyum melihat istrinya memonyongkan bibirnya karena kesal.aldo mendekat dan memeluk istrinya yang selalu menggoda imannya itu
__ADS_1
"pagi-pagi kok manyun gitu, jadi ngga ikhlas ni kasih sarapan suami. asupan gizi yang enak-enak" ucap aldo menggoda
"bukan itu mas, tapi kamu ngga liat waktu ini kan sudah siang. gimana kalau kamu telat dan dipecat" aldo tertawa melihat kepolosan istrinya. sedangkan ini masih pagi dan tak mungkin juga aldo dipecat hanya karena sedikit telat . selama ini aldo salah satu pegawai teladan di kantor
"ya sudah kita sarapan yuk, sepertinya opor ayam buatan istri ku sudah menunggu untuk disantap" aldo sudah siap dengan pakaianya dan menuntun maya keluar kamar untuk sarapan
"mas mau makan sama apa?" maya tak hanya memasak opor ayam tapi juga ada masakan lain sebagai pendamping opor
"mas mau opor saja" aldo menunjuk makanan yang dipilih dan diambilkan oleh maya. tak seperti biasa aldo meminta disuapi. kali ini ia yang menyuapi maya. aldo melarang maya mengambil makanan untuk dirinya karena aldo menginginkan sepiring berdua
selesai dengan sarapan dan suap-suapan keduanya berangkat ketempat kerja masing-masing, aldo mengantar maya tetlebih dahulu. "sayang hari ini mas sepertinya pulang telat. nanti angga akan menjemput dan mengantarmu pulang ya?" ucap aldo didalam mobil yang dikendarainya menuju butik maya terlebih dulu
"aku pulang sendiri saja mas, lagian dekat ini kan. mas ada acara lain dikantor?" tanya maya menatap aldo yang sedang menyetir mobil
"sepertinya hari ini mas ada jadwal ke pabrik. tapi mas usahakan tidak akan pulang terlalu malam" jawab aldo masih fokus menyetir
tak lama mobil pun berhenti di parkiran butik maya. sebelum turun maya terbiasa menyalami dan mencium tangan suaminya. tak lupa aldo selalu mendaratkan kecupan manis dikening maya
__ADS_1
Cup. aldo mengecup kening istrinya dan melambaikan tangan. kembali melaju menuju kantor