Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
bukti


__ADS_3

"ibu aldo mohon tolong tenanglah. kita ini keluarga aldo ngga bisa pilih salah satu dari kalian" ucap aldo saat tangan aldo dibalut kain oleh maya. tanganya terluka cukup parah dan bik marni membersihkan pecahan kaca yang berserakan dilantai


bu sarah terdiam melihat anaknya terluka. maya terus terisak dan menunduk karena matanya sudah sembab sejak tadi


"ini!" bu sarah memberikan bukti sebuah foto dimana maya sedang berpelukan dengan lelaki, dan satu lagi maya terlihat bergandengan tangan dengan lelaki lain.


foto tersebut diambil saat maya berada dibutik dan satu lagi foto maya saat bersama mantan kekasihnya dulu.


"ini apa bu?" aldo mengambil foto di meja yang dilemparkan bu sarah


flasback on


"paket" ucap kurir yang berada dirumah maya. bu sarah yang baru saja tiba menerima paket tersebut dan menaruh paketnya di meja makan. ia penasaran membuka isi paket yang diperuntukan aldo.


"itu paket apa bu?" tanya bik marni penasaran kenapa bu sarah yang membuka


bu sarah tak menjawab dan terus membuka paketnya


saat itu aldo sedang dikantor dan maya sedang mrnghubungi seseorang melalui laptopnya. bu sarah melihat maya video call an dengan seorang pria. melihat beberapa foto maya berpelukan dan bergandengan tangan membuat bu sarah geram


dibalik foto tersebut tertulis " engkau lah masa depanku dan ibu dari anak-anak ku"


tanpa memberitahu aldo bu sarah terus meluapkan emosinya pada maya. bu sarah berfikir itu adalah selingkuhan maya dan berniat memberitahu anaknya agar berpisah dengan maya

__ADS_1


flasback off


"may ini siapa? mas seperti pernah melihatnya?" tany aldo pelan pada istrinya karena ia yakin maya tak akan menghianatinya


"aku tak tau mas siapa yang mengirim sungguh!" maya tak melihat fotonya


"lihat dulu foto ini!" ucap aldo tegas


"itu orang yang kamu masukan ke penjara mas!" ucap maya dengan pelan


"fadhil?" tanya aldo pada maya penasaran


"iya mas, dia pernah menyatakan perasaannya dulu padaku sebelum kita terlalu dekat" ucap maya belum selesai


"lanjutkan!"aldo mulai terpancing amarahnya lagi


"dia memaksa akan melamar ku tapi aku ngga mau mas, dan akhirnya kita dekat. saat dia mencari intan dirumah sebelah dia melihatku dan pernah mengancamku!" ucap maya tak kuasa lagi membuka rasa ketakutanya


"aku tak melakukan apapun mas, bu" maya tak meneruskanya lagi


"lihat saja dia mengakuinya al, harusnya kamu usir dia dan anaknya sekarang. ibu jijik melihatnya!" teriak bu sarah


"cukup bu, cukup arvin anakku jangan pernah ibu menuduh maya lagi tanpa tahu yang sebebarnya" aldo mengangkat tubuh maya yang bersimpuh dari tadi dilantai

__ADS_1


"kenapa kamu ngga bilang sama mas?" aldo melunak dan memeluk istrinya


"dia mengancam akan menyebarkan foto mu dan intan dalam satu ranjang ke kantor" ucap maya dengan penuh penekanan


dirinya lah yang mati-matian berkorban mempertahankan keutuhab rumah tangganya tapi malah dituduh sekingkuh oleh mertuanya sendiri.


deg. jatung aldo tersentak mendengar penuturan istrinya. pasalnya aldo merasa sudah membereskan fadhil kenapa dia masih bisa menggangu keluarganya.


"maafkan mas sayang, kamu jadi seperti ini" aldo menangis membayangkan beratnya menjadi maya saat itu


"aldo jangan kau mudah percaya. bahkan ada itu bukti yang jelas wanita itu selingkuh darimu!" bu sarah tak terima aldo meminta maaf pada maya


"kalian boleh tak percaya padaku! silahkan pertahankan pemikiran apapun tentangku. arvin anak ku jika kau tak mau mengakuinya maka jangan temui aku lagi dan anakku!" naya bergegas ke kamar arvin dan menggendong arvin degan selimut tebal


"urus dulu ibumu mas, aku bisa hidup tanpa kalian jadi jangan ikuti aku!" maya berteriak dan lari keluar rumah. bahkan cengkraman tangan aldo dapat ia tepiskan


"sayang tunggu dulu, aku percaya padamu tolong jangan pergi" aldo ditahan ibunya agar tak mengejar maya


"bu lepaskan aldo. itu anak aldo bu!" aldo memaksa keluar tapi melihat bu sarah menegang kaca dan menempelkan pada tanganya


"pergilah dan kuburkan ibumu setelahnya!" bu sarah mengancam


aldo bingung mendekati ibunya dan membuang serpihan kaca itu. memeluk ibunya lalu ia menangis mengapa keluarganya jadi begini

__ADS_1


"ayo bu istirahat dulu" aldo meminta bik marni menemani bu sarah tapi tangan aldo ditahan


__ADS_2