Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
kecurigaan aldo


__ADS_3

"mas bangun apa masih libur hari ini" maya membangunkan suaminya yang masih terlelap setelah pergulatan malamnya yang berlanjut


"iya sayang mas masih libur satu hari, besok baru masuk kantor lagi" aldo menarik tangan maya dan membawanya dalam pelukan tidurnya


"mas tapi sudah siang, aku sudah masak kesukaanmu! nanti siang jadwalku cek up kandungan" maya mengingatkan suaminya jika hari ini maya ada janji dengan dokter kandungan


"hmmm sebentar saja sayang, mas masih kangen" aldo makin mengeratkan pelukanya pada sang istri


"bu ada tamu diluar" bik marni mengetuk pintu kamar maya dan memberitahukan jika ada orang yang mencarinya


"iya bik sebentar" maya berteriak dan membuat suaminya bangun dari tidurnya


"sayang kenapa suaramu menjadi seperti toak begini" aldo beranjak dari ranjangnya, mencium kening sang istri dan berlalu ke kamar mandi


maya kesal dikatakan seperti toak oleh suaminya, ia menyiapkan baju ganti untuk aldo dan keluar kamar menemui tamunya


"hai may" ucap seseorang yang berada di ruang tamu


"hey tan, ada apa" maya menghampiri intan ke ruang tamu


"emmm ini aku bawakan buah, ini kiriman dari orang tuaku di kampung" intan memang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. sebelumnya ia bekerja dikantor yang sama dengan pacarnya namun setelah putus ia memutuskan untuk resign


"wahh buah duku, ini masih seger banget! terima kasih ya" ucap maya senang

__ADS_1


"ayo ikut sarapan dengan kami" maya mengajak intan untuk sarapan bersama semenjak ada intan maya jadi tak sepian karena ditinggal suaminya keluar kota


"tidak usah may, sepertinya suaminya sudah pulang ya? lain kali saja aku kesini lagi" intan tak mengetahui jika suami maya adalah aldo


"tidak ada penolakan!" maya memaksa dab akhirnya intan mengikuti keinginan maya


"sayang ayo sarapan" aldo mencari istrinya ke dapur namun tak ada saat iya hendak ke depan maya memanggilnya


"mas sini, aku kenalkan tetangga baru!" maya meminta aldo menghampirinya


deg


aldo terkejut melihat wajah yang sudah tidak ingin ia lihat lagi seumur hidupnya. namun ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar agar maya tak curiga


"aldo" ucap aldo singkat dan datar


"intan" ucap intan membalas


"ayo kita sarapan bareng" maya mengajak intan untuk makan bersama. namun wajah intan sudah pucat dia takut jika aldo akan melaporkanya pada polisi


"lain kali saja may, aku sedang ada urusan aku pamit ya" intan melangkah pergi dari rumah maya


"dia kenapa ya mas?" maya penasaran sikap intan tak biasanya begini

__ADS_1


"entahlah, ayo sarapan mas sudah lapar" aldo mencurigai jika intan akan mengganggunya kembali. kenapa dari sekian banyak kota dan juga komplek perumahan namun dia harus bertetangga dengan intan


"mas, kenapa melamun?" maya membuyarkan lamunan aldo


"ngga sayang mas hanya ingat ada sesuatu yang belum mas kasih ke kamu, nanti setelah makan kita akan lihat ya" aldo mencari alasan agar istrinya tak curiga


"oke" maya tersenyum senang wajahnya makin cantik dengan pipi cabinya sekarang


setelah selesai makan keduanya kembali ke kamar untuk bersiap dan aldo mengeluarkan sebuah kotak dari lemari pakaianya.


"ini sayang coba buka" aldo menyerahkan kotak tersebut pada maya


"apa ini mas?" maya membuka kotak tersebut dan terkejut dengan isinya


sebuah gelang emas berwarna putih yang sangat cantik dan dipasangkan aldo ketangan maya " cantik mas, terima kasih ya sayang" maya mengecup bibir suaminya sekilas


"sepertinya mas harus sering beliin sesuatu, biar dapat kecupan manis darimu" aldo menggengam tangan maya dan menciumnya


"sangat cocok dan cantik seperti ibu anak-anakku" aldo menggombal dan wajah maya bersemu merah


"terima kasih" ucap maya memeluk aldo


rasanya keduanya masih belum selesai menghabiskan rasa yang terpendam beberapa hari terpisah

__ADS_1


__ADS_2