Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
asisten jutek


__ADS_3

dinda hari ini ikut mengantar sepupunya dan om nya ke bandara


"dinda, tolong jaga maya untuk gw ya" ucap haikal


"emangnya lo siapanya maya hemmmm" ejek dinda


"ya sekarang memang bukan siapa-siapa tapi setelah lulus gw akan langsung lamar maya" jawab haikal serius


"kayak lo lulus cepet aja, lagian kan belum tentu maya mau sama lo"


"ehhh jangan sembarangan ya, siapa yang ga mau sama gw udah ganteng kaya lagi " jawab haikal percaya diri


"asal lo tau ya, maya bukan orang seperti itu, dia aja ngga tau kalau gw punya bokap tajir hehehe"


"jadi lo bohongin maya din?"


"ya ngga bohong juga cuma belum bilang aja kan"


"gw semakin yakin maya jodoh gw" , ucap haikal lagi


"serah lo deh, yang jelas gw ga tanggung jawab kalau ada yang duluin adik gw iniĀ " sahut dinda


"haikal, ayo sebentar lagi pesawat berangkat" ucap pak candra daddy haikal


"iya dad, bye din sampai bertemu lagi"


"bye...dinda melambaikan tangan"


"pak reza tolong antar saya ke kantor ya pak, saya buru buru" ucap dinda yang tadi pagi diantar asisten papinya karena tidak boleh bawa mobil sendiri


"baik non, mari saya antar " ucap reza


didalam mobil

__ADS_1


" pak reza sudah berkeluarga" tanya dinda yang duduk dikursi samping pengemudi dia merasa tak sopan duduk dibelakang meski dia adalah anak orang kaya


"belum non", jawab reza datar


reza berusia 30 tahun dan sudah kuraang lebih 4 tahun kerja menjadi asisten pribadi papi dinda sekaligus body guardnya


"ohhh "jawab dinda tak ada lanjutan lagi


padahal ganteng tapi jutek banget gumam dinda


sampai digerbang kantor dinda melihat maya sedang berjalan sendirian,


"saya turun sini aja pak reza, ada teman saya didepan" ucap dinda dan dibalas anggukan oleh reza


"may, tunggu" teriak dinda


"ehh din, diantar siapa biasanya bawa mobil sendiri" tanya maya


ayo masuk"


keduanya masuk ke dalam kantor dan berpisah didalam karena beda ruangan


*****


waktu berlalu,


"siang pak mau makan siang apa hari ini" tanya angga kepada aldo


terserah saja apa yang mau kamu belikan saya merasa bosan dan bingung untuk memilih


"makanya cari istri pak biar ngga makan diluar terus "ejek angga


"sepertinya kamu mulai berani sama saya ya, semenjak mau kawin, ucap aldo kesal

__ADS_1


"belum pak, nikah dulu yang itu mah mengikuti hahahahha"


"dasar otak mesum " ucap aldo


"ngga apa apa pak kan sebentar lagi sah,


saya permisi dulu pak mau pesan makanan"


"hemmm", jawab aldo tak menghiraukan angga


*


"may kamu bawa bekal tidak " tanya dinda menghampiri keruangan maya


"bawa dong satu untuk mu dan satu untuk ku"


"saya ngga dapat jatah may" tanya aldo yang baru saja datang mau ke pantry


"hehehe" yang ditanya malah nyengir kuda


dan aldo berlalu,


dalam hatinya andai saja maya membawakanya karena rasanya aldo sudah ketagihan masakan dari maya hingga sekarang jadi tidak bernafsu untuk makanan yang ia beli


"kita makan disini saja ya din, kekantin terlalu jauh waktu istirahatnya berkurang" ajak maya


"dimana saja may asal masakan kamu yang dimakan pasti enak, kamu masak apa hari ini"


"bisa aja kamu din,


aku masak kentang ati balado dan semur ayam"


"hemmm pasti lezat, "saat dibuka kotak bekal maya harumnya menyebar keseluruh ruangan

__ADS_1


__ADS_2