
rumah sakit
maya mendapatkan perawatan bukan karena luka akibat jatuh tertabrak mobil. keduanya berangkat ke pasar tanpa sarapan dan maya terlalu lelah menangis sehingga butuh sedikit suntikan vitamin. bukan aldo yang nyuntik loh ya tapi dokter beneran
"makan dulu sayang, mas sudah mengabari orang dirumah agar tak khawatir dengan keadaan kita" aldo menyuapi maya makanan dan juga untuknya sendiri yang dari pagi pun belum sempat makan " maafin mas ya tidak hati-hati. ini kedua kalinya mas membuatmu terluka" ucap aldo sendu mengingat dulu ia pernah menabrak maya juga saat pulang dari pasar. aldo terus menyuapi maya hingga makanan di piring habis. setelah cairan infusnya habis maya diizinkan untuk pulang
"aku ngga apa-apa mas. tadi hanya lemas karena belum makan apapun. sekarang sudah baikan dan tak luka parah. jadi jangan menyalahkan dirimu" maya tersenyum betapa beruntungnya punya suami lembut dan penuh kasih sayang
suara ketukan pintu terdengar dari luar ruang kamar maya. dua orang wanita dan juga dua orang lelaki datang dan masuk dalam ruangan maya di rawat saat ini. wajah aldo saat ini berubah menjadi pandangan yang sulit diartikan. rahangnya mengeras dan wajahnya merah padam. baru kali ini maya melihat suaminya semarah ini dengan orang lain
__ADS_1
"pak aldo kami datang kesini untuk meminta maaf__" ucap juna terputus melihat manik mata aldo yang memintanya diam
"saya tidak ada masalah apa pun dengan kamu juna, dan saya juga tidak ingin melihat kedua orang itu ada dihadapan wajah saya atau istri saya lagi" ucap aldo mengepalkan tanganya menahan amarah karena ada maya saat ini yang melihatnya
"saya minta maaf pak aldo, maafkan saya salah sudah menabrak anda" ucap mama kemal yang sangat ketakutan mengetahui orang yang dihinanya adalah atasan menantu kebanggaanya
"bukan saya yang anda lukai tapi istri saya, bukan hanya itu kau telah membuatnya meneteskan air mata yang saya pun tak pernah melakukanya!" teriak aldo tak terima istrinya hatinya disakiti
"mas sudah, aku ngga apa-apa kita pulang saja aku tak mau bertemu dengan mereka" ucap maya takut aldo memeluk istrinya dan mengecup puncak kepalanya dengan kelembutan sangat kontras dengan yang barusan dilihat orang lain.
__ADS_1
ada rasa sedikit sakit di hati kemal melihat maya bersama orang lain. ia berusaha ikhlas menerima semua karena semua ini salahnya
"pak aldo, tolong maafkan keluarga saya untuk kali ini . saya akan menerima hukuman atas kejadian ini" ucap juna
"jangan terlalu formal dengan saya jun. saya akan mencabut fasilitas kantor yang dipakai keluarga selain istrimu. dan juga tolong berikan mereka pelajaran agar tak memandang remeh orang lain" ucap aldo yang tak mau membuat istrinya takut
"kali ini saya maafkan karena istri saya berbaik hati. jika tidak aku bisa mengirim kalian ke tempat terpencil. jangan lagi datang atau mengganggu keluarga kami! kalian akan menyesal" aldo menggendong istrinya yang sudah diperbolehkan pulang sementara maya menetup wajahnya di dada bidang suaminya. yang masih terdengar suara detak jantung sisa amarahnya.
"juna bagaimana bisa dia mencabut fasilitas keluarga. mama kan orang tuamu!" mama kemal malu jika tak punya mobil dan juga rumah mewah yang ia tempati adalah fasilitas kantor untuk sang menantu
__ADS_1
"cukup ma, kemal capek mama tidak pernah berubah. selalu saja harta yang ada di pikiran mama!"
kemal berlalu pergi pikiranya kacau, ada penyesalan dan juga perasaan yang masih ia simpan untuk maya. ibunya adalah orang tua tunggal untuk kakaknya. karena berjuang membesarkan anak-anaknya sendirian sang mama bertekat mencari calon menantu yang kaya agar tak hidup susah lagi