
maya yang pertama kali naik pesawat, sebenarnya tadi sedikit takut namun malu jika dketahui oleh atasanya
huhh...ternyata begini rasanya naik pesawat kepala ku agak pusing ucap maya bermonolog
maya tertidur dengan baju yang masih dikenakan tadi hingga jam makan siang tiba
ada suara ketukan pintu dan maya terbangun segara melangkah untuk membuka pintu
"iya pak" aldo yang mengetuk dan mengajak maya makan siang
"kamu masih lelah, atau mau pesan makanan dikamar saja" tanya aldo
"saya sudah baikan pak, saya ikut bapak saja" ucap maya yang belum pernah menginap dihotel tanpa keluarganya
"baiklah ayo kita makan siang dulu" ajak aldo kepada maya dan angga
selesai makan siang,, "hari ini kita istirahat dulu besok pagi kita baru turun kelapangan untuk mengecek proyek" ucap aldo
"baik pak" ucap maya dan angga hanya mengangguk
sementara di kantor
dinda masuk keruangan maya dan dimeja maya terlihat kosong
dinda bertanya kepada seseorang yang ada diruangan tersebut
"mba maya kemana ya kok mejanya kosong" tanya dinda
"maya dinas keluar kota mba,sama pak aldo dan pak angga" ucap tina
"ohh begitu,, apa mba punya nomer ponsel, maya aku lupa belum memintanya" ucap dinda lagi
tiba tiba riri datang dengan muka sinisnya,, dia tak tau dinda itu siapa jadi riri berani memarahinya
"heh kamu,,"
"saya punya nama" jawab dinda
__ADS_1
"nama saya dinda kalau kamu mau tahu" ucap dinda
"bodo amat siapa nama kamu, yang jelas bilang pada temanmu yang kecentilan itu jangan suka ganggu calon pacar orang"ucap riri menindas
"baru calon pacar aja bangga,, lagian itu bukan urusan gw" jawab dinda berlalu pergi dan setelah meminta nomer ponsel maya dari tina
tak lama dinda menghubungi nomer yang diberikan kepada nya,
"halo, dengan siapa ini" ucap maya yang sedang duduk di kursi yang ada di balkon kamar yang menghadap ke arah pantai
"formal amat may,, ini aku dinda"
"ohh dinda aku kangen kamu kemana aja beberapa hari ini? "ucap maya mrepet kayak petasan
"pelan-pelan may,, aku ada kok kamu aja yang terlalu sibuk dengan bos" balas dinda
"iya maafkan aku din,, seminggu ini kita tidak bisa bertemu lagi aku masih diluar kota"
"iya aku tau tadi dari teman satu ruangan dengan mu" ucap dinda
"din, coba video call deh liat nih pemandanganya bagus banget" ucap maya senang
"iya may, bagus banget aku pingin nyusulll"ucap dinda
"aku pasti seneng banget kalau kamu juga ada disini kita bisa kerja sambil liburan "ucap maya
"iya may , tapi aku tak bisa izin kemaren aku sudah tidak masuk"
"tak apa lain kali saja" ucap maya
keduanya mengobrol dan tertawa bersama seperti tak ada beban, tanpa maya sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan maya dari arah samping balkon
aldo yang mendengar tawa renyah dari arah samping kemudian keluar dan melihat maya sedang melakukan panggilan telfon
"Cantiikk,," kata yang keluar dari mulut aldo tanpa sadar
kemudian aldo juga ikut duduk dibalkon menikmati hembusan angin dari pantai
__ADS_1
malam hari, ketiganya rapat dan merencanakan apa yang akan dilakukan esok hari dan seterusnya sampai semua pekerjaan selesai
maya diikut sertakan karena aldo yang merekomendasikan kepada kepala devisi keuangan agar aldo mudah berkomunikasi dalam pekerjaanya
pagi hari semua sarapan dan langsung pergi kelokasi yang akan dibangun pabrik baru
dari pabrik terlihat pemandangan gunung dan pantai yang sangat membuat mata terpana saat melihat meski dari kejauhan
hari ini sesuai rencana hanya meninjau lokasi dan sore harinya pulang ke hotel
beberapa hari kemudian,
pekerjaan yang direncanakan sudah dikerjakan dan tinggal membuat laporan saja yang akan dikerjakam saat tiba dikantor pusat karena minimnya perlengkapan yang dibawa
ini adalah hari kelima diluar kota pekerjaan selesai masih siang,
"apakah bahan untuk laporan sudah dikumpulkan" tanya aldo kepada angga
"sudah siap semua pak dari mulai video, foto dan juga berkas berkasnya sudah saya kumpulkan menjadi satu"
"bagus, kamu may apa ada kesulitan untuk membuat laporan" tanya aldo lagi
"tidak pak, semua sudah selesai ada sedikit kendala tapi sudah dibantu oleh pak angga"
"baiklah,, jangan sia-siakan waktu kita setelahb
lelah bekerja kita akan jalan jalan sekarang" ajak aldo
"kemana pak, jawab angga dan maya kompak
"wahhh kalian jodoh tuh" ucap aldo membuat angga sedikit gugup karena sepertinya ada rasa yang terpedam oleh angga
sedangkan maya tak merespon, karena baginya aldo lah yang membuatnya terpesona meski belum ada cinta dihatinya
lelah berjalan jalan dan membeli oleh oleh ketiganya pulang ke hotel
saat makan malam aldo memutuskan untuk pulang esok hari dan angga diminta menyiapkan tiket pesawat untuk kembali
__ADS_1
"angga pesankan tiket pesawat besok kita akan pulang, tak perlu pagi-pagi"
"baik pak" ucap angga