
"emang aku kayak pengantar makanan apa?" kesal maya yang sudah menyiapkan diri sebaik mungkin tapi tak pantas disandingkan dengan aldo
aldo beranjak dari duduknya, menarik tangan sang istri menuntunya duduk di atas pangkuanya. " kok cemberut, nanti makin cantik loh" aldo menggoda sang istri ia menciumi rambut maya. " jangan menggoda mas ya, mas lagi banyak kerjaan" ucap aldo yang mendengar lenguhan maya saat aldo menciuminya tadi
plak
lengan aldo menjadi sambaran tangan maya yang kesal. "mas yang goda kenapa aku yang disalahkan!" maya masih menahan senyumnya karena suaminya paling bisa membuatnya tak marah lagi
"mas laper nih, kecuali kalau ada menu lain yang mau disantap" aldo mengedipkan sebelah matany pada maya " mas dengan senang hati menahan lapar di perut" lanjutnya terus menggoda istrinya
maya mencerna ucapan suaminya dan tersadar apa yang diinginkan sang suami. mulutnya menggangga "mass ini di kantor masih aja mesum. ya sudah ayo makan aku siapkan dulu" maya beranjak dari pangkuan suaminya untuk menyiapkan bekal yang ia bawa tadi. aldo pun mengikuti maya yang duduk di sofa ruangnya
"enak banget sih masakan istri mas" aldo mengunyah makanan yang disuapkan oleh maya
"sepertinya berat badanku akan makin bertambah sayang. kalau tiap hari ada wanita cantik yang datang dan menemani mas makan siang" aldo melahap makananya hingga habis tak bersisa keduanya makan ditempat yang sama
__ADS_1
"pak mau makan siang apa?" angga terkejut ada wanita yang membelakangi pintu masuk ruangan aldo. seperti tak asing wanita itu sedang menyuapkan nasi pada aldo
"pak angga! mari makan pak" maya menoleh dan menawari makan pada asisten suaminya
"silahkan dilanjut buk, saya makan di luar saja" angga merubah panggilan pada maya dengan menambahkan kata "bu" sebelum namanya
" tak ada jatah untukmu" aldo berkata sinis pada angga
"giliran ada istrinya lupa punya asisten yang menunggunya makan" kesal angga keluar dari ruangan aldo menuju kantin kantor
" sini aku bantu mas" maya mendekat pada aldo dan melihat tumpukan dokumen yang begitu banyak. setelah liburan aldo satu minggu semua pekerjaan tertumpuk di meja kerjanya " aku pilih yang bisa aku kerjakan ya?, biar mas tidak terlalu lelah" aldo hanya menganggung dan mengecup tangan istrinya yang begitu perhatian padanya
"terima kasih sayang" aldo tersenyum dan melajutkan kerjanya
waktu menunjukan dimana karyawan kantor bersiap untuk pulang. maya yang lumayan banyak membantu pekerjaan suami sebisanya
__ADS_1
" ayo kita pulang, ini tinggal sedikit biar mas kerjakan besok hari dibantu angga. masih ada dokumen yang kurang lengkap" aldo bersiap dan mengajak maya pulang "mau mampir kemana dulu ngga?" tanya aldo membuat sang istri berfikir.
"gimana kalau jalan-jalan ke taman? aku pingin makan rujak disana" ucap maya yang seperti sudah membayangkan ada sepiring rujak mangga muda
"sore-sore makan rujak sayang? kenapa ngga yang lain saja. kebab kesukaanmu misalnya" aldo heran istrinya jarang sekali memakan rujak namun tetap ia tututi keinginanya. suami sangat sayang pada istrinya
"lagi ngga pingin makan yang lain mas, rasanya segat saja makan rujak sambil liat danau di sore hari" maya masih kekeh dengan keinginanya
tiba di sebuah taman kota yang menyajikan berbagai macam makanan dan minuman. keduanya turun mencari-cari menyusuri para pedagang kaki lima . "itu dia yang dicari" tunjuk maya pada sebuah pedagang grobakan yang tersusun rapih buah-buah untuk rujak
"kamu yakin makan rujak sayang?" aldo masih mengingatkan maya takut jika istrinya sakit perut karena sore hari makan rujak
"iya mas, yakin banget 100%. mas mau?" maya sudah memilih buah yang akan disajikan dengan sambel rujak yang terasa gurih dari kacang dan juga pedas nya cabe serta manisnya gula merah
"engga ah, mas mau cari yang lain saja" aldo beralih pada penjual bakso yang ada disebelah tukang rujak
__ADS_1
"pak tolong nanti antar ke bangku yang ada disana ya" tunjuk aldo pada sebuah kursi panjang pinggir danau dimana tempatnya dan sang istri duduk