
"pagi bu, ini anaknya silahkan diberikan asi dulu" ucap suster yang membawa arvin pada maya
"terima kasih sus, bolehkan sedikit lebih lama bersama kami?" tanya maya yang ingin berlama-lama dengan sang buah hati. diperhatikanya wajah tampan yang sebagian besar milik ayahnya.
"baiklah bu, saya akan kembali tiga puluh menit lagi" ucap susternya dan keluar kamar maya
"uhhh tayang auss ya?" maya bermonolog mengajak anaknya bicara. sambil memberikan asi untuk pertama kalinya bagi anaknya, arvin
maya terlihat cekatan meski ini anak pertamanya. tapi sebelulmya iya membantu sang kakak yang baru melahirkan
"wajahku hilang kemana ini mas?" tanya maya pada aldo yang setia mendampingi istrinya. ia tak sedikitpun bergeser dari samping maya. rasa terima kasih dan juga kasihan melihat istrinya harus berjuang dengan hebat untuk melahirkan, membuatnya makin menyayangi dab menghargai apa yang ia miliki saat ini
"kalau gitu kita buat lagi yang cantik dan sangat mirip dengan mu" ucap aldo menghibur agar istrinya tak stres. pasalnya habis melahirkan banyak ibu yang mengalami baby blues dan aldo tak mau istrinya merasakan hal itu. sebelumnya aldo sudah membaca tentang ibu hamil dan ibu baru sehingga aldo tau cara memperlakukan istrinya
"ini aja masih terasa mas sakitnya, tapi setiap melihat arvin rasa sakit yang aku rasakan semuanya hilang" ucap maya terus mengelus wajah anaknya
__ADS_1
"sekarang bilang sakit, kemarin pas bikin bilangnya enak" goda aldo membuatnya mendapatkan pukulan dilengan
"jangan sembarangan bicara didepan anak mas!" kesal maya
"sini sama papa sayang" aldo mengambil alih arvin dari tangan maya. aldo tak bisa menghilangkan rona bahagia diwajahnya. aldo mengajak anaknya berbicara dan terus menciuminya. setelah tiga puluh menit suster meminta arvin agar tidur kembali ke kamar bayi
"ohh iya may, nanti siang ibuku datang ya sesuai kesepakatan. nanti setelah satu minggu baru ibumu yang akan datang" ucap aldo membelai rambut istrinya
"iya mas, padahal mereka tak perlu repot kan ada bik marni dan aku bisa kok jaga arvin sendiri" ucap maya yang tak ingin orang tuanya repot
"tak apa sayang ini kemauan mereka kan, kitq jangan menolak nanti orang tua kita sedih" ucap aldo
"kamu ngga apa-apa mas tinggal sendirian?" tanya aldo
"kalau begitu nanti saja, aku makan roti saja sekarang" maya tak mau ditinggal sendirian dikamar
__ADS_1
"baiklah mama arvin, papa arvin akan setia disini" ucap aldo yang akhirnya meminta bantuan pada seorang suster untuk membelikan makanan yang diinginkan oleh istrinya.
setelah selesai makan maya diperiksa oleh dokter dan dinyatakan sore hari sudah bisa pulang. maya sangat bersemangat ia akan memulai hari-harinya dengan buah hatinya . untuk sesaat urusan pekerjaan maya sudah mendapatkan seseorang yang dipercaya bisa menggantikanya saat ini
"sayang kita berkemas dulu ya satu jam lagi kita akan pulang mas sudah urus semua administrasinya" ucap aldo dengan telaten menyusun peralatan dan baju yang dipakai oleh istrinya sebelumnya
maya hanya melihat saja karena aldo tak mengizinkan maya untuk ikut membantu. maya pun menurut suaminya yang tak ingin dibantah
"ayo sayang kita jemput arvin" aldo mendorong kursi rodan yang diduduki oleh maya. aldo tak mau istrinya lelah jadi membawa istrinya dengan kursi tersebut yang menggendong anaknya
"arvin bobok terus ya, kayak papa kalau lagi libur kerja" ucap maya saat sudah didalam mobil. keduanya menuju rumah yang sudah dua hari mereka tinggalkan. sebelumnya aldo sudah meminta bik marni untuk menyiapkan kamar bayi untuk anaknya yang baru lahir
"kalau arvin langsung cari cewek emang boleh ma" canda aldo membuat maya ternganga.
"jangan ajari arvin yang ngga bener ya mas!" ancam maya dengan mata sinis khas ibu tiri
__ADS_1
"hahahaha" aldo tertawa terbahak-bahak melihat istrinya kesal
"mas! arvin kaget nih" maya menenangkan arvin yang kaget mendengar suara aldo tertawa