
"pagi pak" ucap riri menyapa aldo dengan semangat karena pesaingnya, maya sudah keluar dari kantor
"hemmm" aldo kembali cuek kepada lawan jenis saat sudah memutuskan untuk memilih maya menjadi pendampingnya
aldo masuk keruanganya, dan meminta angga untuk menerima laporan dari devisinya karena aldo tidak mau ada yang masuk ruanganya kecuali urgent.
"pagi sayang" ucap aldo
"pagi kak, ada apa?" tanya maya yang sedang senyum sendiri karena dipanggil sayang dipagi hari
"kok gitu tanyanya?, emang ngga kangen sama aku"
"hmmm,, aku lagi masak kak" ucap maya mengalihkan pembicaraan yang membuat pipinya merona
"kau sedang menggodaku ya?, hemmm"
"menggoda apa nya, aku kan bilang sedang masak" kesal maya
"kau kan tau masakanmu itu membuatku candu, setelah bibir mu sekarang" ucap aldo
"kak, ahhh!"
"hehehe, ya sudah lanjutkan masak mu. nanti gosong lagi. aku tutup ya sayang" ucap aldo dan memutuskan panggilan telfonya
aldo melanjutkan pekerjaanya dengan semangat dengan tumpukan laporan yang harus ia periksa. sementara maya masih berkutat didapur sambil senyum-senyum sendiri, membuat kakaknya menggodanya
"udah nikah aja dek"ucap kak liza
__ADS_1
"kakak ihh, ngagetin aja deh"
"kamu pagi-pagi sudah senyum sendiri. buruan bilang ibu, biar rumah tambah rame" goda kak liza
maya selesai masak. menyiapkan masakanya dimeja makan dan sarapan bersama kedua kakaknya. disela makan kak liza yang sebentar lagi akan melahirkan, sudah meminta orang tua nya untuk datang menunggu proses kelahiran cucu pertamanya. sedangkan dimas orang tuanya sudah usia lanjut jadi tidak bis datang.
setelah sarapan semua pergi menuju tempat kerja masing-masing.
selain kak liza yang sudah cuti persiapan kelahiran. sementara toko dibantu maya dalam mengelolanya
siang hari suara klakson mobil berasal dari area parkir toko. adalah aldo yang datang untuk mengjak maya makan siang. sebelumny aldo datang kerumah dan bertemu kakak maya yang memberikan alamat tokonya
"sayang" ucap aldo keluar dari mobil karena maya tak kunjung keluar dari toko yang lumayan ramai
"kak, kok disini?, ayo masuk dulu sebentar lagi jam istirahat gantian sama pegawai lain" ucap maya
"kakak tunggu sebentar ya, aku keluar dulu 10 menit lagi aku selesai" ucap maya dan berlalu. aldo hanya mengangguk saja
setelah pertemuan dengan client aldo yang berada dekat dengan rumah kakak maya. sehingga memutuskan untuk menemui sang kekasih hati
"lama ya kak" tanya maya yang sudah selesai dengan kerjanya
"lumayan" ucap aldo dan menarik tangan maya agar mendekat "kamu tak merindukan kekasihmu ini? " cup, aldo mengecup kening maya tanpa izin
"kak ini dikantor" ucap maya
"lalu kamu mau dimana?, dirumahku atau__ "
__ADS_1
ucapan aldo terputus karena mendapatkan cubitan manja dari maya
"hahahaha, nikah yuk? " ajak aldo
"emang nikah gampang apa?" ucap maya kesal
"gampang aja, calon pengantin sudah ada. tinggal cari saksi saja kan? " ucap aldo
"kakak mau makan, aku bawa bekal tadi pagi" ucap maya yang tak mau membahas pernikahan terlalu cepat
"boleh, tapi suapi ya. seperti dulu" bisik aldo mengingatkan maya yang disuruh membayar gaun mahal dengan memasak untuk ald
"punya tangan kan? " ucap maya ketus
"tanganku gunanya untuk mencari nafkah untukmu" ucap aldo
"dasar om-om" ejek maya. aldo tertawa menggelegar mendengar dia dipanggil om oleh pacarnya. aldo sudah mengatakan kepada orang tuanya tentang hubunganya dengan maya. orang tua aldo setuju saja selama aldo bahagia dan sebelumnya juga sudah pernah bertemu
keduanya makan bersama dan saling bercanda melepas rindu yang sudh 3 hari tak bertemu karena jarak rumah aldo dan kak liza lumayan jauh
aldo pamit dan kembali ke kantor setelah kenyang dan tentunya mengobati rindu terhadap kekasihnya
"aku pulang ya, hati-hati jangan banyak tersenyum. itu akan menggoda lelaki lain" ucap aldo tak lupa meninggalkan kecupan di pipi maya
"iya om" ejek maya yang membuat aldo melebarkan matanya mendengar pacarnya memanggilnya om
"akan ku hukum kau lain kali" ucap aldo dan berlalu mengendarai mobil
__ADS_1