
"pak bangun," angga menggoyangkan lengan aldo
"hemmmm sudah sampai," jawab aldo dan melihat maya masih sangat pulas
"saya duluan pak, " angga tak sabar bermain dipantai bersama tunangnya
aldo memangdang wajah cantik maya yang polos dengan make up tipis tapi kecantikannya terpancar dari dalam
aldo tersenyum dan mulai membangunkan maya
"may,, may kamu mau liburan atau hanya tidur saja dimobil"
maya yang tersadar kepalanya masih tersandar dibahu jalan ehh salah bahu aldo dong
bingung kenapa bisa ada aldo apa dia tidur berjalan, namun liat sekelilingnya benar itu kursi dia tadi
"pak kok bapak bisa ada dikursi saya? " maya bertanya pada aldo
"hmmm,," aldo bingung menjawab apa karena secara tiba tiba dia pindah tempat duduk kebelakang bersama maya
"iya tadi kamu terjatuh jadi aku bantuin megangin kepala mu takut copot dan lari" ucap aldo sambil berdiri karena takut akan pertanyaan lebih dari maya
belum turun, dinda sudah teriak dan naik mobil mencar maya
"mayaaaaaaaa,,,,,ayo turunnn" ucap dinda yang datang lebih dulu karena reza diminta ngebut oleh dinda
maya terkejut, "kamu naik mobil mana din kok bisa tau aku disini"
"aku naik mobil belakang tadi terlambat"
"sudah ayo kita turun,,,"
__ADS_1
maya mengenakan baju putih dan topi merah untuk penghalang matahari dan dinda juga sama mengenakan baju putih dan topi lebar
kedua nya main pasir dan kejar kejaran di pantai layaknya anak kecil...
aldo hanya memandangi saja dari kejauhan mau mendekat malu karena banyak karyawan lain yang melihat dan sangat kenal dengan aldo
yang lain sudah berpencar dan bersama dengan kelompoknya sendiri sendiri
reza yang sudah disuruh pulang dinda ternyata tetap menunggu takut terjadi sesuatu dengan anak bosnya itu
tak sadar reza tersenyum mengingat betapa bawelnya dinda yang sangat bertolak belakang dengan reza yang cuek dan pendiam
aldo menaiki perahu dan menyebrang pulau dengan memotret pemandangan yang menurutnya pantas untuk diabadikan,
terus berjalan menyusuri garis pantai dan tak sengaja melihatĀ maya yang sedang jatuh karena tersandung sesuatu
"kamu kenapa may, "tanya aldo
"coba lihat,, ini kamu terkilir may ayo menepi dulu ke gubuk yang ada dipinggir pantai
coba luruskan kakimu,, kamu bisa jalan ngga"
"bisa pak,,,bapak duluan saja"
"auu,,,auuu, pak tolong" maya terjatuh lagi karena kakinya tak bisa buat berjalan
"ayo saya bantu," aldo memapah mayaa
dinda yang baru kembali dari membeli minum mencari-cari maya tak ada ditempat tadi
"may, kamu kenapa? " tanya dinda panik karena ada aldo yang sedang mengurut kaki maya
__ADS_1
"ngga papa din, aku tadi terjatuh"
"ini minum dulu, sebaiknya kamu duduk saja" disini ucap dinda
"iya" jawab maya singkat, sedang aldo masih dengan kaki maya yang sakit
waktu sudah berjalan dan mau sore hari
"sebaiknya kita pulang naik mobil,, mobil teman ayahku aja may biar lebih cepat" ajak dinda
"teman ayahmu ada dimana-mana ya din" tanya maya
iya dinda hanya menjawab singkat belum saat nya bagi maya tau karena dia sudah trauma memilik teman dan sahabat karena harta orang tuanya saja
"bener may, ikut saja dengan dinda kalau tungguin kita pasti malam pulangnya" ucap aldo
"tapi pak aldo" ucap maya,
"saya bareng yang lain aja"
"pak aldo kalau mau pulang bisa sekalian sma kita mobil saya luas kok pak" ucap dinda
"sebentar saya telfon angga dulu," ucap aldo menghubungi angga bahwa dirinya telah pulang duluan
dan di iyakan oleh angga supaya nanti tidak ada yang mencari atau mobil rombongan menunggu aldo
"ayo pak bantu saya" dinda yang bertubuh kecil tak kuat sendirian memapah maya
akhirnya aldo menggendong maya supaya lebih cepat sampai
"pak,, saya bisa jalan pak"ucap maya tapi tak dihiraukan oleh aldo
__ADS_1
deg..deg, deg suara jantung maya terdengar oleh aldo yang berdetak lebih kencang dan lebih cepat dari biasanya