Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
memaafkan


__ADS_3

"aku ngga apa-apa mas!" ucap maya dengan lembut sangat berbeda dengab beberapa hari lalu. bahkan keduanya sudah tidak bertegur sapa hampir dua minggu


"sayang mas harus apa? untuk menebus semua yang mas lakukan padamu" aldo kini ikut berbaring di ranjang yang tidak terlalu besar. ia memeluk istrinya dan membawanya dalam dekapan hangat


"mas ini dirumah sakit!" maya mengingatkan aldo


"memang kenapa? kita sudah membayarnya bukan? atau kau mau pindah perawatan di hotel" aldo senang mendengar istrinya sudah mulai banyak bicara seperti dulu


"awww" aldo mengaduh pinggangnya dicubit oleh maya


"maafkan mas ya sayang, mas janji sebentar lagi masalah ini selesai dan kamu akan percaya lagi dengan mas" aldo terus menciumi wajah istrinya tanpa henti


ceklek


"ehemm" suara deheman dari samping pintu masuk. keduanya terkejut dengan siapa yang datang


"masih siang ini! kalian tak tau tempat saja" ucap dinda. ia dinda datang bersama suaminya untuk memberitahukan penyelidikanya membuahkan hasil. tadinya dinda akan berkunjung kerumah namun bik marni mengatakan jika maya dirawat di rumah sakit terdekat dari rumahnya

__ADS_1


aldo pun turu dari ranjang dan mempersilahkana dinda dan suaminya duduk di sofa yang ada diruangan tersebut. sedang dinda menghampiri maya yang terbaring dikasur


"gimana may, sudah baikkan badannya" ucap dinda mengusah puncak kepala maya dengan lembut dinda tak berubah meski jarang bertemu tapi keduanya masih sangat akrab


kedua lelaki itu membahas masalah yang ditemukan. yang mengejutkan ternyata orang tersebut sudah ditangkap polisi atas tuduhan korupsi uang perusahaan. aldo bersyukur namun tetap akan memberi pelajaran pada orang yang bermain-main dengannya


"terima kasih pak reza dan dinda, kalian sudah banyak membantu saya" ucap aldo sedikit sungkan


"sama-sama al, kami bukan membantumu tapu untuk maya dan anaknya" ucap dinda yang memang suka bercanda


"kau pikir maya bisa punya anak tanpa ku, enak saja hanya anaknya" aldo kesal dan ditertawakan oleh dua wanita itu sedangkan reza hanya tersenyum saja. istrinya memang kadang suka berkata aneh namun itulah yang disukainya


"may, percayalah aldo adalah orang baik" bisik dinda sebelum pergi dan diangguki kepala oleh maya


"awas ya al, jika kau membuat maya menangis lagi. akan ku buat kau tak bisa bikin anak kedua" ucap dinda penuh mengintimindasi pada aldo dan ditarik oleh reza takut istrinya lebih berkata konyol lagi


"kami permisi dulu" pamit reza dan menarik pinggang istrinya berjalan keluar kamar

__ADS_1


aldo mendekati maya " mau makan sesuatu sayang? "


"engga mas, aku tidak lapar" ucap maya


"kau mau makan atau mau aku makan hemm?" aldo menggoda maya yang sudah lama tak diberi jatah asupan gizi oleh maya


"awas kau berani macam-macam aku bahkan belum memaafkanmu!" maya berpura-pura marah


"ohh benarkah? nak jadi mamamu tak memaafkan papa tampanmu ini" aldo berbicara didepan perut maya dan mengusap-usapnya. membuat maya tertawa geli


"hahaha" sudah mas kau membuatku geli maya menghentikan tangan aldo diatas perutnya


"tidak jika papa tampan ini tak dimaafkan" aldo mengancam


"baiklah, iya aku sudah maafkan hentikan itu" maya terus menahan tangan aldo namun kalah tenaga


"oke kalau begitu, anak papa mau makan apa? " aldo kembali menanyakan maya

__ADS_1


"aku mau makan yang berkuah mas" ucap maya dan aldo mengangguk


aldo mengubungi angga untuk membawakan berkasnya agar bisa ia kerjakan saat maya tertidur. dan juga meminta angga membelikan maya soto ayam kesukaan sang istri


__ADS_2