
malam minggu sekitar jam 19.00 pasangan suami istri, aldo dan maya tengah bersiap. maya mengenakan longdres dengan jilbab pasmina yang pakainya. aldo mengenakan stelan baju koko dan juga celana panjang
" sudah siap mas?" maya merapihkan kerah baju aldo yang belum sempurna bentuknya.
"kamu ganteng banget sih mas, aku kan jadi makin cinta" maya mengedipkan matanya menggoda aldo
"aisshhh kita sudah mau berangkat jangan menggodaku! kita bisa batal datang ke acara anak putra kalau kamu begitu" aldo menahan kesalnya pada maya. bisa-bisanya maya berani menggoda aldo
"hahahaha, sudah ayo kita berangkat nanti telat loh. ngga kebagian makan" kekeh maya tertawa melihat suaminya dan melangkah keluar kamar
"bik kami pergi dulu ya, tolong jaga rumah!" ucap aldo pada sang Art dan dijawab anggukan oleh yang bersangkutan
aldo melajukan mobilnya menuju rumah putra yang mengundang untuk acara ulang tahun dan tujuh bulanan sang anak kedua.
"mas stel musik dong biar rame" maya meminta sang suami memutar musik untuk menemani perjalananya
"nah gini kan enak!"
__ADS_1
"apanya yang enak" aldo hanya melirik saja fokusnya tetap pada jalan. maya pura-pura tak mendengar ia mengikuti suara penyanyi dengan keras
beberapa saat kemudian keduanya sampai ditempat yang dituju. halaman rumah yang tak terlalu luas karena berada disebuah komplek perumahan. terparkir beberapa mobil yang pemiliknya sudah berada di dalam rumah
"assalamualaikum" aldo mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah putra dan di ikuti oleh maya yang berada dibelakang aldo
"walaikumsalam mari masuk" ajak putra pada kedua pasangan itu, tak lupa bersalaman tangan dan juga maya memberikan kado untuk anak putra yang berusia 3 tahun
"terima kasih, jadi merepotkan" ucap istri putra
"terima kasih sudah datang, ku pikir dapat kado mobil dari calon direktur" ucap putra membuat aldo melototkan matanya. sejak kapan ada pencalonan direktur
"assalamualaikum" ucap seorang wanita yang baru datang juga bersama anak kecil
"walaikumsalam, ehh kak ajeng! ayo masuk" ucap istri putra. aldo yang mendengar nama itu disebut menjadi penasaran siapa yang datang
ajeng pun mendekat dengan menuntun sang anak pada tuan rumah. aldo terdiam di tempat raut wajahnya berubah, maya melihat suaminya seperti itu memegang lengan aldo dan membawanya duduk
__ADS_1
"masih berani dia disini" gumam aldo dalam hati
"mas kamu kenapa ini minum dulu" maya mengambilkan gelas berisi air putih. maya sebenarnya juga kesal ada orang yang tak diharapkan untuk ia temui. dibilang benci tidak lebih tepatnya maya telah melupakan kejadian lalu namun ia tak bisa memaafkan ajeng
"ayo kita pulang" aldo menarik tangan maya. putra yang melihat kejadian itu menghampiri aldo dan maya yang akan melangkah keluar rumah
"al masa lalu tak harus dihindari" putra yang tak tau masalah yang terjadi sebelumnya akibat ulah ajeng
"maaf put lain kali saja saya kesini lagi. saya kurang enak badan" keduanya berpamitan dan hendak naik mobil tiba-tiba
"aldo, maya maafkan kesalahan saya. saya sudah bersalah terhadap kalian" ajeng memohon dan hendak berlutut didepan maya. maya mengangkat ajeng tanpa berkata apapun
"kita tak saling kenal jadi jangan muncul dihadapan ku atau istriku lagi" aldo menarik maya dan masuk kedalam mobil
didalam mobil aldo hanya terdiam ia masih mengingat kejadian dimana ajeng melakukan perbuatan yang salah. aldo tak mau sampai maya tahu dan nantinya akan terluka karenanya
"mas" maya mencoba mengajak bicara aldo meski dia juga ingin marah. ia menggenggam tangan suaminya dan dicium punggung tangnya
__ADS_1
"sudahlah yang lalu kita lupakan saja. tak ada gunanya menyimpang dendam, itu akan menyakiti kita sendiri. lebih baik kita fokus saja pada hal baik" maya berbicara dengan penuh kelembutan pada aldo
"terima kasih sayang, kamu memang yang terbaik" aldo ganti mengecup tangan maya yang masih saling bertautan