
"sayang ayo sedikit lagi, genggam tangan mas semangat sayang!" aldo merasakan perutnya ikut mulas melihat istrinya kesakitan
"auuu mas, sakittt" maya menjambak rambut aldo dengan sangat kuat
"aduhh sayang, ngga apa-apa ayo teruskan sayang" aldo tetap menyemangati istrinya dan terus mengecup kening maya meski dia juga kesakitan
oek..oekk suara bayi menangis dan segera digendong oleh dokter memastikan apakah bayinya sempurnya.
"alhamdulillah" maya menangis mendengar suara bayinya. rasa sakit dan lelah hilang semuanya seketika menjadi tangis haru
"selamat bayinya sempurna berjenis kelamin laki-laki" ucap doktet yang selesai membersihkan bayinya kemudian memberikan pada ibunya.
"silahkan diazdankan pak" ucap suster yang maih ada diruangan tersebut
"terima kasih ya tuhan, semuanya lancar dan atas kehadiran malaikat kecil kami" rona bahagia dan haru bercampur jadi satu dalam hati aldo saat ini.
setelahnya suster meminta bayi tersebut untuk dibawa keruangan bayi. meski keduanya masih ingin bersama tapi itu menjadi prosedur rumah sakit.
__ADS_1
"hati-hati suster" ucap aldo menyerahkan bayinya
maya yang sedang beristirahat karena kelelahan usai melahirkan normal tadi. badanya masih lemas dan butuh waktu untuk mengumpulkan tenaganya lagi.
"terima kasih ya sayang, kamu adalah wanita terbaik dalam hidupku" aldo mengecup puncak kepala istrinya lembut ia tak henti-hentinya bersyukur. anak dan istrinya selamat dan keduanya sehat
maya membalasnya dengan senyuman bahagia pada aldo "terima kasih juga kamu adalah ayah yang siaga buat kami" maya melihat aldo semalam yang panik tapi berusaha tetap tenang untuk membawa istrinya kerumah sakit
"sama-sama sayang, kita mau beri nama siapa anak kita?" tanya aldo semangat
"aku belum sempat siapkan nama mas" jawab maya
"nama yang bagus mas untuk anak kita. kita panggil dia arvi atau arvin?" maya setuju dengan nama yang suaminya siapkan
"benarkah? bagaimana jika arvin saja itu lebih terdengar manis" ucap aldo
"mas sudah memberitahu kepada orang tua kita dan mungkin mereka akan datang bergantian untuk membantu menjaga mu" ucap aldo setelah menghubungi orang tuanya dan juga mertuanya
__ADS_1
"iya mas. mas aku haus" maya meminta minum pada aldo karena ia belum boleh banyak bergerak
"hai adek kakak yang sudah jadi ibu sekarang! selamat ya dek" ucap kak liza datang bersama anaknya dan langsung memeluk maya tanpa menghiraukan aldo disampingnya
"gimana rasanya dek, sudah kapok bikin anak lagi?" ledek kak liza
"kakak!" maya memukul kakaknya karena berbicara sembarangan
"ayo makan dulu kalian pasti belum makan kan, pasti sudah boleh makan sama dokter ini kan sudah sore" ucap kak liza yang sudah pengalaman melahirkan lebih dulu
"ini kalian makan sepiring berdua saja, tadi kakak tak membawa banyak piring" kak liza menyerahkan satu piring berisi makanan penuh
"terima kasih kak" aldo menerima makananya
"setelah makan pulanglah dulu, bajumu sudah sangat bau. ganti bajumu dan bawakan juga untuk maya biar kakak yang jaga disini sampai kamu kembali" kak liza memberi saran pasalnya aldo tak bergeser sedikitpun dari samping istrinya. hanya sempat melihat anaknya tadi diruang bayi
"iya kak aku titip maya dulu ya sebentar, kalau bik marni kesini rumah tak ada yang jaga" ucap aldo
__ADS_1
setelah makan aldo berpamitan untuk pulang dan sebelumnya melihat anaknya dari balik kaca sebuah ruangan, disana anaknya terlihat habis dimandikan oleh suster yang menjaganya