
"assalamualaikum bik, kami pulang" ucap maya kepada bik marni yang menunggu dirumah
"walaikumsalam bu, alhamdulillah sudah boleh pulang. rumah sepi bu" ucap bik marni mengambil tas ditangan aldo dan membawanya ke kamar bayi yang baru
"ayo kesana sayang! itu kamar arvin" ucap aldo menunjukan kamar untuk anaknya
"mas bagus banget siapa yang menata ini semua" ucap maya kagum
" terima kasih ya bik" maya memeluk bik marni
"iya bu, itu atas perintah dan ide pak aldo dan saya dibantu bu liza kemarin" ucap bik marni jujur
"yang punya ide ngga dipeluk juga?" aldo menatap maya
karena malu maya pura-pura tak mendengar aldo bicara, justru ia mendekatkan diri pada arvin yang pulas tidur ditempat tidurnya yang baru
"assalamualaikum cucu oma" ucap bu sarah yang baru saja datang
"walaikumsalam, eh oma sudah datang" ucap maya yang baru keluar dari ruangan kamar arvin bersama aldo
"ibu kenapa ngga minta jemput, ibu kok sendirian?" ucap maya menyalami mertuanya dan membawakan barangnya ke kamar tamu
"sudah may biar ibu saja, kamu kan baru pulang dari rumah sakit" ucap bu sarah
__ADS_1
"ibu istirahat dulu saja bu, biar badannya segar nanti" ucap aldo
"iya ibu istirahat dulu" ucap bu sarah
"mas ayo bangunkan ibu dulu kita makan malam" ucap maya
"ibu sudah bangun, tak perlu menyuruh aldo untuk membangunkan" ucap bu sarah sedikit tak enak didengar
"ohh iya bu, tadi maya sedang menyiapkan makanan buat kita bu" ucap maya sedih
"ayo bu makan, mas mau makan sama apa?" tanya maya pada mertua dan suaminya
"sudah sayang ayo duduk saja, biar mas ambil sendiri" ucap aldo melihat wajah istrinya sedikit berbeda
"may jadi istri tuh harus serba bisa dan tahan banting, dulu ibu ngga punya yang bantuin ibu dirumah dan mengurus tiga orang anak" ucap bu sarah setelah ketiganya selesai makan bersama
"jangan terlalu menyusahkan suamimu, aldo kan sudah lelah bekerja dikantor kasihan jika harus mengurusimu juga!" ucap bu sarah dan berlalu ke kamarnya
maya menahan tangisnya takut suaminya tau, maya tak mau membuat aldo menegur ibunya dan akhirnya akan terjadi keributan setelahnya
"ayo tidur sayang ini sudah malam, arvin juga sudah pulas kan?" ajak aldo pada istrinya yang masih betah di kamar arvin saat ini
"bik tolong jaga arvin ya, kalau menangis langsung saja anggil saya" ucap aldo
__ADS_1
"iya pak" ucap bik marni
*
pagi hari bik marni membantu maya memasak untuk sarapan dan bekal aldo kekantor. maya yang sibuk membuatnya menitipkan arvin pada aldo. dan bu sarah keluar dari kamarnya dengan mode manis
"sini cucu oma yang ganteng, kamu mirip sekali dengan papamu ya!" bu sarah mengambil cucunya pada anaknya
"bu arvin juga mirip dengan mamanya kok" ucap aldo lembut pada ibunya agar tak mengulangi lagi ucapanya. aldo tak mau maya dengar dan sedih karena perasaan istrinya sedang sensitif
"kamu sana siap-siap kerja nanti telat, biar ibu saja yang merawat arvin" ucap bu sarah pada aldo
"mas baju sudah aku siapkan ya, bekal juga sudah siap ayo mandi" ucap maya menghampiri suaminya dikamar arvin
"iya sayang ini mas mau mandi" ucap aldo dan melangkahkan kakinya ke kamar untuk bersiap
"iya mas, sini bu biar arvin sama maya dulu. ibu sarapan saja dulu ya bu" ucap maya lembut pada bu sarah
"inih!" ucap bu sarah menyerahkan arvin dengan sedikit keras pada maya. bu sarah pergi dan menangis keluar kamar cucunya
"ibu kenapa?" ucap aldo yang baru keluar dari kamar hendak sarapan
"maya tak mengizinkan ibumu ini menjaga anaknya" bu sarah merasa tersinggung dengan maya
__ADS_1
"bukan begitu mungkin bu, maksud maya_" ucapan aldo terputus
"bela saja terus istri mu itu, ibu memang salahkan" ucap bu sarah makin kencang suaranya. hingga maya datang setelah selesai memberikan asi untuk anaknya