Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Tidak gratis


__ADS_3

malam minggu dihabiskan oleh pasangan baru untuk mengenang masa sebelum menikah. aldo memberikan kejutan untuk istrinya. sang istri terus tersenyum merekah karena kebahagian yang selalu ia rasakan oleh perlakuan manis sang suami.


keduanya memilih makan siang di mall. lalu memesan tiket bioskop untuk menonton film romantis sesuai permintaan maya.


"mas filmnya habis, ayo kita jalan-jalan lagi" ajak maya menuntun sang suami keluar pintu ruang bioskop.


"kamu mau apa lagi, sayang" tanya aldo pada istrinya yang sepertinya belum puas untuk berjalan-jalan


"gimana kalau kita berputar-putar kota, aku masih belum ingin pulang mas" pinta maya dengan mata penuh damba


"apapun untukmu" aldo menggenggam tangan maya dan sesekali mengecupnya. aldo menuntun maya ke arah parkiran mobil. mereka berdua akan menghabiskan malam liburnya untuk berjalan-jalan memutari kota


"apa kau senang, hemm?" aldo melihat maya tersenyum melihat ke arah luar jendela mobil.

__ADS_1


"teruslah tersenyum, jangan ada satu tetes pun air matamu jatuh diwajah indah mu sayang" tangan aldo membelai pipi maya dengan lembut. maya menggenggam tangan suaminya dan mengecupnya. rasa bahagianya saat ini tak ingin ia akhiri segera


puas berkeliling kota di malam hari, aldo memutuskan untuk mengajak sang istri pulang ke rumah. sebelumnya mereka mampir ke sebuah kedai yang menjual sate kambing. memesan beberapa porsi sate untuk dibawa pulang dan berbagi dengan bik mirna


"assalamualaikum" ucap maya mengetuk pintu rumahnya. " bik marni, tolong bukaim pintunya. saya lupa ngga bawa kunci" pintu terbuka dan muncul wajah yang sudah dipanggilnya sejak tadi


"maaf bu saya ketiduran" ucap bik marni takut dimarahi majikanya itu.


"tak apa bik, kami baru sampai juga. bik marni tolong panas kan sate ini dan siapakan di meja makan ya bik. saya mau mandi dulu. ohh iya bik marni ambil saja satenya sebanyak yang bik marni mau ya jangan sungkan" ucap maya berlalu menuju kamar sedang aldo sudah mandi terlebih dulu


"mandi yang wangi ya. karena hadiahmu tadi tak gratis" aldo tersenyum penuh arti menatap istrinya yang mengganga mulutnya karena ucapanya tadi


"selalu begitu" maya cemberut dan masuk ke kamar mandi

__ADS_1


suara ketukan pintu dari arah luar kamar, bik marni menyampaikan bahwa makanan sudah di panaskan dan siap di meja makan.


"pak maaf makananya sudah siap" ucap bik marni yang mengatakan pada sang majikan


"iya bik terima kasih" ucap aldo singkat


keduanya makan malam bersama dengan sate kambing yang telah dibelinya sebelum pulang kerumah tadi. selesai makan maya membereskan bekas makannya. meski ada yng membantu di rumah namun maya tak sepenuhnya mengandalkan Art nya.


aldo menarik maya ke dalam kamar " sayang ayo. kau harus membayar hadiahmu tadi" aldo tak sabar menunggu istrinya berjalan. lalu menggendong maya dan menjatuhkannya dengan pelan ke ranjang percocok tanaman milik nya.


maya hanya pasrah dengan keinginan suaminya yang tak pernah puas. selalu saja ada alasanya untuk mengajaknya bercocok tanam. namun maya melakukanya dengan ikhlas demi pahala yang besar dan juga enak kan!


malam yang dingin karena di luar sedang hujan deras, namun tidak dengan suasana kamar pengantin yang terbilang masih baru itu.

__ADS_1


aldo tak melepasakan bibirnya untuk mengabsen seluruh inci bagian tubuh indah istrinya. maya menggeliat dan melenguh mengeluarkan suara merdunya yang membut aldo makin bersemangat.


lelah dengan kegiatan bercocok tanam. lalu mereka tertidur pulas dalam keadaan keduanya polos tanpa sehelai benang pun. hanya selimut sebagai penutup keduanya yang saling berpelukan.


__ADS_2