
kegiatan aldo hari ini cukup padat, setelah menemui beberapa kepala devisi lain aldo segera menuju pabrik yang jadwalnya hari ini adalah sidak dan pemeriksaan
"pak kita langsung ke pabrik atau ada tempat lain yang perlu dikunjungi" tanya angga pada aldo
"kita ke pabrik langsung saja, saya tak mau pulang terlalu malam" aldo fokus dengan ponselnya berbalas pesan dengan seseorang
"pengantin baru mah mau nya pulang cepat terus ya pak" ejek angga membuat aldo melayangkan tinjuanya di lengan angga yang masih menyetir mobil.
"apa kamu suka mencampuri urusan orang lain?" aldo melirik angga yang kesakitan karena ulah bosnya
"saya menemukan titik terang" isi pesan dari reza yang sebelumnya di minta dinda . untuk membantu mencari pelaku yang mensabotase acara pernikah aldo. sebuah foto seorang wanita memberikan sejumlah uang kepada salah satu pegawai hotel yang tertangkap menyembunyikan gaun maya. pegawai tersebut tekah tertangkap sebelumnya namun tak mau mengaku siapa yang menyuruhnya mengambil gaun maya.
"terima kasih bantuanya pak reza, selanjutnya ini menjadi urusan saya" balas aldo kepada reza
"arrggg si*al wanita itu tak berhenti mengganggu ku" emosi aldo memuncak mengingat semua kejadian yang berhubungan dengan sang mantan kekasihnya dulu.
"ada apa pak, apa yang bisa saya bantu?" angga bingung dengan bos nya yang tiba-tiba saja marah.
"hari ini kita selesaikan pekerjaan kantor, besok saya minta bantuanmu untuk masalah pribadi" ucap aldo tegas dengan rahang mengeras
__ADS_1
lihat saja ajeng akan ku buat kau menyesal batin aldo
suara panggilan di ponsel aldo berbunyi. sebisa mungkin aldo menahan dan menetralkan emosinya
"halo sayang, ada apa?. apa kau sudah rindu suami mu ini"
"mas, jangan becanda deh. apa mas sudah sampai pabrik?"
"belum sayang sebentar lagi, kabari mas kalau ada sesuatu"
"iya sayang, hati-hati. aku menunggumu dirumah"
keduanya tiba di pabrik yang menjadi tujuan aldo, berkeliling dan memeriksa seluruh rangkaian dokumen menjadi salah satu tugas wajib aldo. setelah semua selesai tak butuh waktu lama karena semenjak terjadinya kecurangan sebelumnya. aldo merubah sistem yang ada dipabrik agar mudah ditemukan jika ada kesalahan data
"kami permisi dulu pak" aldo dan angga pamit kepada kepala penanggung jawab pabrik dibawah devisinya. setelah makan siang aldo mengajak angga ke suatu tempat
"kita mau kemana pak?" angga duduk disebalah sopir dengan aldo yang menggantikan menyetir
"menemukan penjahat" jawab aldo singkat.
__ADS_1
sebelumnya reza juga mengirimkan alamat ajeng, wanita yang ada dalam foto bersama pegawai hotel. serta beberapa informasi tentang kehidupanya. angga hanya mengangguk saja mengikuti aldo yang wajahnya saat ini sulit diartikan
tiba disebuah apartemen yang tak begitu mewah " ayo turun siapkan dirimu" ajak aldo. pada angga yang masih bingung apa yang akan dilakukan atasanya itu
"rekam semua kejadian yang akan berlangsung nanti, jangan ada yang terlewat. aku tak mau ada yang salah faham"
didepan sebuah kamar aldo menekan bel yang ada di dinding kamar tersebut. sebuah tangan membuka pintu dan menampakan seorang wanita, ia terkejut melihat siapa yang datang menemuinya
"aldo kamu kenapa bisa disini?. ayo masuk dulu, kau pasti merindukanku" ajeng menarik aldo masuk kedalam kamarnya. aldo mengikuti ajakan ajeng dan tengah memasang alat perekam dibalik jas nya
"tak perlu, saya hanya perlu meluruskan. saya tau anda sudah merusak acara pernikahan saya. sepertinya anda tidak menghiraukan perkataan saya. " aldo masih berusaha tenang
"maksud kamu apa sayang, aku ngga ngerti" ucap ajeng memelas berharap aldo mengasihaninya karena berfikir aldo masih mencintainya.
"jangan pura-pura breng*sek,sudah ku peringatkan jangan ganggu aku dan istriku, tapi kau malah membuat acaraku hampir saja berantakan. sekarang kesabaran ku sudah habis kau mau pergi dari sini dan jangan perlihatkab lagi wajahmu dihadapan ku atau ku seret kau ke kantor polisi saat ini juga" tangan aldo mengepal dan rahangnya mengeras
"aku.. aku ngga tau kamu bicara apa al, kenapa kamu seperti ini padaku, ini pasti ulah wanita breng*sek itu kan. dia sudah menghasud mu untuk membenciku, iya kan al?" ajeng masih tak terima
"cukup, jangan kotori nama istriku dengan mulut kotormu, hal yang paling aku sesali adalah mengenal wanita licik sepertimu. sekarang juga tinggalkan kota ini atau ku seret kau ke kantor polisi"
__ADS_1
brak aldo menendang sebuah meja