
"dinda,,,, "ucap haikal memanggil kakak sepupunya namun umurnya lebih muda dari nya
haikal adalah anak kedua dari pak candra om nya dinda
"wahhhh aku kangenn" ucap dinda dan merentangkan tangannya dari kecil dinda bermain sering bersama haikal ketimbang temen wanita nya
perbedaan usia mereka hanya 3 tahun lebih tua haikal
"ical kapan pulang" panggilan dinda akrab
"semalam din, tadinya mau langsung kesini tapi dilarang oleh daddy"
"tak apa ayo masuk " ajak dinda yang didalam rumahnya sudah berkumpul semua keluarganya
hari ini sabtu dan berkumpulnya keluarga untuk merayakan ulang tahun pernikahan orang tua dinda
waktu berlalu semua keluarga makan bersama dan tak lupa membahas tentang jodoh dinda
para keluarga mengajukan calonya masing masing termasuk om candra yang mengusulkan aldo untuk menjadi bagian dari keluarga besar atmaja
dinda pun hanya tutup kuping mendengar semua percakapan tentang dirinya
"ical kita kabur yukk nonton" ajak dinda
"tapi din nanti_"
omongan haikal terputus dinda sudah menarik tanganya keluar rumah
didalam mobil
"kayaknya nonton berdua kurang asik deh,, kita ajak temenku yukk"ucap dinda
"boleh " jawab haikal
keduanya menghampiri kosan maya namun tampak sepi sang empu nya sedang tidur karena baru sampai dari luar kota sekitar jam 13.00 siang sedangkan sekarang ini jam 15.00
tok..tokk...tokkk
"assalamualaikum may,, "tok.tookk.tokk
"may,,, kamu didalam kan" tanya dinda lagi
"hemmm,, sebentar" yang didalam nyaut juga
maya tanpa sadar menggunakan tengtop dan celana pendek karena tadi kepala nya pusing saat sampai rumah dan langsung melepas pakaian dan tidur
karena yg didengar suara dinda,, dengan mata masih terpejam maya membuka pintu
"masuk din "ajak maya didepan pintu
__ADS_1
"mayyyyaaaa" teriak dinda kaget dengan yang maya kenakan
seketika mata maya melek dan "aaaaaa" jebret pintu ditutup lagi
"kamu ngga bilang din sama pacar mu" ucap maya asal
"sebentarrr,," kemudian maya mengenakan kaos longgar dan membuka pintu lagi
"ada apa din ayo duduk" ajak maya yang mempersilahkan dinda duduk dikursi teras depan kamarnya
ada yang tak henti menatap wajah imut dan cantik maya meski tanpa make up dan sedikit acak acakan
"kenalin may ini adik sepupu ku namanya haikal"
haikal mengulurkan tanganya dan maya menyambut
"haikal" ucapnya menyebutkan nama
maya pun menyebutkan namanya juga
"maaf tadi,, "ucap maya
"tidak apa may,, dia biasa diluar negeri liat yang lebih parah dari itu hehe"ucap dinda
"may malam mingguan yukk kita nonton,, aku bt nihh dirumah kekantor itu teruusss"
"hemmm tapi dinn"
"sekarang ganti baju kita berangkat" ajak dinda
"ok tunggu,," maya kemudian masuk kamar lagi untuk ganti baju
"woooyyy ngedip dong dari tadi tuh mata gak ngedip"
"hehehe cantikk banget temen lo"
"emang iya awas lu ya main-main dia sahabat gw" ancam dinda
"tenang gw mah setia"
huhhh dinda mencibikan bibirnya
ayok kita berangkat ajak maya
yang selasai berganti baju dengan celanca jeans dan kaos berwarna navy membuat kecantikan maya makin terpancar meski menggunakan baju sederhana
"yukkk" sahut dinda
dinda dan maya masuk kemobil bagian kursi belakang
__ADS_1
sedangkan haikal didepan seperti supir buat maya dan dinda
tiga puluh menit, ketiga nya sampai di mall yang mereka tuju sebelumnya memutuskan untuk makan dulu di restoran ayam terkenal
saat selesai makan, langsung menuju tempat penjualan tiket bioskop
saat berjalan tak sengaja maya menabrak seseorang yang berjalan sambil menelfon
"maaf", ucap maya
"iya tidak apa-apa" ucap aldo yang ternyata orang ditabrak maya
"pak aldo "ucap maya
"maaf pak saya tidak melihat tadi"
"iya may, ngga apa-apa saya juga salah tadi sedang telfon seseorang" ucap aldo
"iya pak"
"kamu mau kemana may " tanya aldo melihat maya dinda dan haikal pergi bersama
"kita mau Nonton pak" jawab dinda "bapak mau ikut "ajak dinda asal saja
"boleh" jawab aldo
tak disangka akan mengiyakan ajakan dinda
aldo yang masih betah menjomblo memang sering keluar hanya untuk menambah teman atau nongkrong ngopi saja tanpa mau berkomitmen dengan satu wanita
aldo mengiyakan ajakan dinda karena memang tidak ada acara malam ini dan malas jika pulang kerumah akan sepi sendirian
"kalau begitu ayok kita nonton film horor pasti seru" ajak dinda
"jangan din aku takut "ucap maya
"tenang kita kan berempat di dalam juga banyak orang" ucap dinda lagi
"siapa takut" jawab haikal yang usianya tak beda jauh dari aldo
kini mereka sudah masuk kedalam ruangan tadi aldo yang membeli tiket dan mentraktir keempatnya
maya duduk diantara aldo dan dinda sedangkan haikal kesal karena ingin duduk disebelah maya tapi keduluan oleh aldo tanpa rasa bersalah
film pun mulau diputar diawal film masih menceritakan tentang kisah dari tokoh utama
semakin lama film pun makin membuat spot jantung dengan suara dan kemunculan tiba tiba
maya yang ketakutan tak sadar menarik lengan aldo
__ADS_1
sedang yang ditarik lenganya hanya melirik maya dan fokus untuk nonton kembali