
aldo masih menunggu maya didepan kostnya, sedangkan maya menginap dirumah kakaknya
yang sebentar lagi mau melahirkan, jadi maya diminta untuk membantu kakaknya ditoko
malam hari aldo akhirnya pulang kerumah dengan wajah lusuh dan lemas
besok pasti ketemu dikantor batin aldo tak sabar menunggu pagi,
******
pagi hari aldo datang seperti biasa, niatnya hari ini akan menjelaskan pada maya kesalah pahaman dan juga mengungkap kan rasa cintanya pada maya yang saat ini ia yakini
"maya belum datang?" tanya aldo pada riri yang saat itu sedang diruangan tersebut
"mungkin sedang jalan dengan gebetan baru kali pak, ucap riri mengompori aldo
aldo berlalu dan kembali ke ruanganya, dan melakukan pekerjaanya
disaat yang sama maya dirumah kakaknya sedang demam, wajahnya pucat dan lemas
"dek ayo bangun kita ke toko, kak dimas udah berangkat" ucap kak liza
" kak, hari ini aku boleh ngga dirumah aja" ucap maya
"loh may, muka mu pucat kamu juga demam, kita kerumah sakit ya" ajak kak liza
"ngga usah kak, nanti juga sembuh. cuma butuh istirahat sebentar" ucap maya
"ya sudah kakak ambilkan makan dulu, dan minum obatnya"
maya hanya diam, dia kembali menangis saat kakaknya pergi ke toko
kenapa sesakit ini ya tuhan, batin maya yang seakan teriris perih. masih teringat bayangan aldo yang tersimpan manis dalam memory nya
__ADS_1
"jangan bodoh maya, aldo bukan milikmu, aarrghhhhhhh" maya bermonolog
sore hari, maya sudah menenangkan dirinya dia memasak untuk makan malam kak liza dan suaminya juga, meski masak sambil menangis ingat aldo yang sering minta dimasakin. tapi masakanya beres dan rasanya tetap enak
"wah baunya enak sekali, ucap kak liza yang baru pulang dari tokonya
"hai" sapa kak dimas
wah sering-sering aja may masak disini ucap dimas
"Boleh kak, asal cocok gajinya hahahaha" ucap maya bercanda
kemudian mereka makan malam bersama.
aldo pulang kantor berhenti sebentar dikostan maya, nampak sepi dari tadi pagi lampu teras juga belum dimatikan
kemana kamu may, batin aldo
*****
sampai dikantor konsentrasi aldo terpecah karena menunggu maya datang,
"pak aldo sakit?" tanya angga yang melihat atasanya itu kusut dan terlihat kurang tidur.
"tidak, aku hanya sedang banyak kerjaan" jawab aldo
"heemmm angga apa kamu melihat maya,? tanya aldo
"maaf pak tadi bagian HRD memberitahukan maya tidak memperpanjang kontraknya. jadi minggu depan akan ada penggatinya "ucap angga
"benarkah, apa alasanya" tanya aldo lagi
"akan saya cari tahu pak!" angga keluar ruangan aldo
__ADS_1
sore hari semua karyawan pulang berhamburan, aldo pergi menuju rumah dinda, sesuai perjanjian seminggu lagi adalah waktu yang ditentukan oleh papi dinda, namun aldo datang untuk menolak perjodohan ini apa pun resikonya nanti
tiba dirumah dinda
"assalamualaikum,
walaikumsalam, eh nak aldo silahkan masuk, dinda dan papinya baru saja pulang. sebentar ya mami panggilkan" ucap maminya dinda
"iya bu" jawab aldo
"aldo, ada apa " dinda kaget dengan kedatangan aldo tanpa pemberitahuan dulu pada dinda
"ada yang ingin saya sampaikan bu, pak dan dinda" ucap aldo
"mohon maaf sebelumnya, saya datang kesini ingin mengakhiru hubungan saya dengan dinda, saya tidak bisa melanjutkan kejenjang lebih lanjut" ucap aldo
"apa alasanya," ucap papi tirta
"saya dan dinda tidak saling mencintai, apapun resikonya saya siap terima, mohob maaf saya tidak bisa melanjutkan".ucap aldo tegas
"kamu gimana dinda?"tanya mami kirana
"kami memang hanya berteman mi, pi maaf dinda tak jujur, karena om candra akan terus menjodohkan kami" ucap dinda
"ya sudah jika itu keputusan kalian berdua" saya tidak bis memaksa ucap papi tirta
"dan kamu aldo, jika kamu bosan kerja dengan candra kau bisa mengajukan lamaran dikantor saya"lanjut papi tirta
"kalian tak marah dan benci saya?" tanya aldo
"untuk apa?" tanya mami kirana
"kelak dinda juga akan nenemukan jodohnya, meski kami sudah berharap kamu lah orangnya " ucap pak tirta
__ADS_1
aldo merasa lega lantaran orang tua dinda tidak marah, dan aldo pun pulang kerumah dengan sedikit senyum karena sebagian senyumnya hilang dibawa maya