Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Peresmian pabrik


__ADS_3

hari ini pelaksanaan peresmian pabrik akan dilakukan sekitar jam 09.00 pagi. beberapa kepala devisi dari kantor pusat dan juga pimpinan perusahaan hadir untuk menyaksikanya. ada beberapa pemilik saham lain dan juga tamu undangan dari perusahaan yang bekerja sama dengan PT. Perkasa dimana aldo bekerja saat ini


setelah menghubungi istrinya aldo bersiap untuk acaranya, setelahnya ia sarapan di resto hotel bersama angga


"pak apa boleh jika istri kita kesini?" disela-sela sarapan angga menanyakan keinginanya pada aldo


"boleh saja tapi harus memesan kamar hotel lain. karena kantor tak memafasilitasi untuk itu" aldo menjawab pertanyaan angga datar karena sedang fokus berbalas pesan dengan istrinya


"iya pak tentu saja" angga mengangguk mengerti pak saya tunggu di mobil ya saya sudah selesai


"iya tunggu sebentar ada yang tertinggal di kamar saya akan mengambilnya dulu" ucap aldo dan melangkahkan kakinya ke kamar hotelnya


"aldo kamu menginap disini?" raut bahagia intan untuk kesekian kalinya bertemu aldo secara tak sengaja


" iya maaf saya sedang buru-buru!" aldo tak mengihraukan intan yang menatapnya penuh damba


astaga aldo kamu tampan dan pekerja keras batin intan


lalu intan melangkahkan kakinya ke arah resto hotel tempatnya menginap dan ternyata satu tempat dengan aldo menginap juga


aldo dan ngga sudah mengendarai mobil yang difasilitasi kantor selama berada dikota tersebut. tak berapa lama keduanya sampai ditempat yang dituju yaitu pabrik baru yang akan beroperasi setelah peresmian

__ADS_1


"selamat pagi pak " aldo menghampiri dan menyalami pemilik perusahaanya yaitu pak candra


"pagi pak aldo" pak candra menyambut tangan aldo dan tersenyum sangat manis. pak candra memang sedikit berbeda saat memperlakukan aldo selain karena prestasi dan kerja kerasnya aldo telah dianggap lebih dari sekedar karyawanya


kedua berbincang mulai kehidupan sehari-hari dan juga bisnisnya


"selamat pagi bapak dan ibu tamu undangan kami persilahkan untuk menempati kursi yang telah disediakan" ucap seorang pembawa acara yang hendak memulai acaranya


beberapa rangkaian acara akan dilaksanakan sebelum acara puncak peresmianya. sambutan dilakukan oleh pimpinan perusahaan dan juga beberapa pemilik saham yang hadir. tiba disaat puncak acara pemotongan pita oleh pimpinan perusahaan dan juga penghidupan mesin untuk pertama kalinya beroperasi


aldo mengikuti pak candra dan kepala devisi yang lain untuk berkeliling melihat mesin yang mulai memproduksi barang yang dioperasikan oleh para pekerja.


sementara ditempat lain


"walaikumsalam, silahkan masuk bu" ucap bik marni membuka pintu dan mempersilahkan untuk kakak dari majikanya


"terima kasih bik, maya dimana?" liza tak melihat adiknya saat ini


"ada bu lagi istirahat dikamarnya, sebentar saya panggilkan dulu" bik marni mengetuk pintu kamar maya dan memberitahukan kakaknya sedang berkunjung


kak liza duduk di ruang tamu bersama anaknya yang berusia sekitar satu tahun. " sini sayang mama pangku" liza menggedong anaknya yang mulai belajar berjalan

__ADS_1


"hai kak" maya menghampiri kak liza dan mencium punggung tanganya lalu duduk disamping kakaknya


"bik tolong buatkan minum yang dingin ya buat kak liza" ucap maya meminta pada bik marni


"iya bu" bik marni mengangguk dan melakukan yang diperintahkan oleh maya


"kok lemas banget ibu hamil, kenapa?" kak liza menatap mata adiknya yang sembab seperti sudah lama menangis


"huuhuuuuuu, aku kangen mas aldo kak" tanpa rasa malu maya memeluk kakaknya dan menangis dengan sesenggukan


"kamu ngga malu tuh diliatin ponakanmu" kak liza menunjuk anaknya yang juga ikut bersedih melihat maya menangis, meski tak tahu apa yang dilakukan orang tuanya


"hemmm, maaf yaa adek tampan maafkan tante" maya menggendong ponakanya yang sudah mengulurkan tangan padanya


"hati-hati may kamu jangan angkat-angkat yang berat" kak liza menasehati " kamu sudah makan dek?"


"sudah tadi pagi kak, aku sedang tak ingin makan" maya memang sedang tak bernafsu pada makanan semenjak hamil


"jangan egois dong, kan disini ada yang butuh banyak asupan gizi" kak liza mengelus perut maya yang mulai sedikit buncit


" ini kakak tadi buat gado-gado khusus untukmu, ayo segera dimakan takut basi" kak liza membawa dua bungkus makanan yang dibuatnya satu untuk maya dan satu lagi buat bik marni

__ADS_1


maya pun melahap makananya dengan cepat, kak liza tersenyum senang dan mengusap puncak kepala maya seperti ibu pada anaknya. sebelumnya aldo meminta tolong pada kak liza agar berkunjung ke rumahnya untuk menemani maya karena hari ini aldo akan sangat sibuk


__ADS_2