
setelah beberapa hari libur aldo hari ini kembali masuk ke kantor, pekerjaanya tak terlalu menumpuk karena ia mencicil pekerjaanya di rumah disela-sela kebersamaanya dengan sang istri
"sayang mas berangkat ya, kamu hati-hati di rumah. kalau ada apa-apa langsung hubungin mas" aldo melangkah keluar rumah dan seperti biasa kecupan kening tak pernah terlewatkan
"iya papa crewet, aku pasti akan selalu menganggumu nanti" ucap maya pada suaminya yang kini lebih posesif. aldo hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya
maya tak langsung masuk ke rumah, ia berniat menemui intan disebelah rumahnya untuk minta maaf. karena sudah menganggapnya jahat ingin merebut suaminya. namun setelah dinda menjelaskan semuanya dan pelaku sebenarnya sudah tertangkap maya berniat meminta maaf
"assalamualaikum" maya mengetuk pintu
"permisi" belum ada sahutan
tak lama pintu terbuka dan munculah intan yang keadaanya kurang baik jika dilihat
"ada apa may, aku akan pergi setelah akhir bulan ini habis sewa rumah ini" intan takut maya akan melabraknya karena belum keluar dari rumah itu
__ADS_1
"kau tak perlu pergi, aku hanya meminta maaf padamu!" maya menyalami tangan intan dan intan pun memeluk maya
"aku yang harusnya minta maaf may, aku salah sudah pernah berfikir jahat. dan sekarang aku kena karma dari semua ini" intan menangis sesenggukan
"sudahlah kita kubur saja masalalu, jika kau mau berubah kita mulai semuanya dari awal lagi" maya mengikhlaskan semuanya yang menyakiti hatinya. nyatanya suaminya memang tak menghianatinya
"tapi aldo sudah memintaku pergi jauh may, atau aku akan dipenjarakan" intan makin merasa sesak dia tak tau lagi harus kemana. orang tuanya tak mau menerima karena ia hamil tanpa suami dan dia juga masih betsembunyi dari mantan kekasihnya
"aku akam bicara pada suamiku. tapi jika kau sekalo saja berbuat ulah lagi bahkan aku sendiri yang akan mengirimu ke penjaran mengerti!" maya memeluk intan dengan hangat
maya pun berpamitan pada intan ia juga berjanji akan menemani intan sampai melahirkan. setelahnya ia bisa bekerja di butik maya. meski maya yakin aldo tak akan setuju namun maya akan pelan-pelan bicara pada suaminya tentang masalah ini
"bu tadi bapak telfon, saya bilang ibu sedang jalan-jalan pagi dan meminta ibu untuk menelfon bapak kembali" ucap bik marni saat maya masuk ke rumahnya
"terima kasih ya bik" maya mengambil ponselnya dan memencet nama suaminya dikontak ponsel tersebut.
__ADS_1
"halo sayang, mas tadi telfon kamu sedang keluar ya?" tanya aldo sambil menatap layar laptopnya
"iya masku sayang, aku bosan dirumah terus bagaimana jika aku mulai kerja lagi" rengek maya
"boleh kamu kerjanya sift malam saja" ucapan aldo menggantung
"kerja dimana mas. jahat banget sih istri suruh kerja malam" maya pura-pura menangis ia tau suaminya pasti bercanda namun tak tau yang dimaksud aldo sebenarnya
"kok jahat, ini pahalanya besar loh! kamu kerja sama mas aja tiap malam dikasur" aldo menahan tawanya ia pasti istrinya akan kesal saat ini
"masss ahhh, udah deh sana lanjut kerja sebentar lagi anakmu mau minta jet pribadi" maya kesal dan menutup panggilan telfonya
aldo melotot mendengar ucapan istrinya. "astaga istriku pasti korban film korea" gumam aldo bermonolog
"angga kita rapat jam 10. siapkan semua berkasnya dan bawa ke ruang rapat" aldo memerintahkan angga melalui panggilan telfo dikantornya
__ADS_1
"baik pak, saya akan persiapkan segera" ucap angga