Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Lembur


__ADS_3

kedua teman yang baru saja akrab maya dan dinda pergi keswalayan terdekat yang menjual berbagai jenis sayuran dan bahan mentah makanan


awalnya maya menolak dan memilih belanja kepasar namun dinda memaksa karena yang paling dekat dengan kantor dan kostan maya


dinda sudah mengisi penuh troli belanjaanya dan membayar smeua tagihanya maya merasa tak enak karena kebaikan dinda


dinda pun mengantarkan maya kekostan dengan aman dan selamat


****


aldo yang tiba diapartemen segera membersihkan diri dan memesan makanan untuk makan malam


pesanan makan malam aldo pun datang


seperti itu kegiatan yang aldo lakukan setiap hari usai pulang bekerja


selain bekerja diperusahaan aldo juga menginfestasikan sebagian gaijnya untuk membeli perkebunan kelapa sawit  dikampungnya yang saat ini memiliki luar 20 hektar tanah


hasil dari perkebunan tersebut diberikan keorang tua nya dan juga digunakan untuk kuliah adik bungsunya, sisanya aldo tabung untuk masa depanya


 


 


*******


pagi harinya


aldo berangkat kekantor dengan pakaian rapih dan senyum yang selalu terpancar diwajah manisnya


setibanya dikantor aldo mendapat kabar bahwa dipabrik ada kecurigaan pemalsuan data keuangan sehingga aldo harus turun tangan ke pabrik langsung


suara telfon dimeja maya berbunyi


maya segera mengangkatnya,


"iya pak "  jawab maya


"baik pak segera saya siapakan! "


maya diminta untuk menemani aldo dan membawa beberapa dokumen kepabrik


aldo dan angga berbegas berangkat kepabrik dan maya mengekori dari belakang kedua pria bertubuh tegap itu

__ADS_1


membutuhkan waktu 90 menit untuk sampai pabrik yang mengalami masalah, untuk pertama kalinya maya masuk kedalam pabrik yang sangat luas


aldo segera masuk keruangan keuangan pabrik dan semua yang ada diruangan tersebut langsung terlihat pucat


pasalnya aldo akan terlihat sangat tegas apa bila ada kesalahan yang terjadi dan akan merugikan perusahaan, meski dia hanya bekerja disitu tapi dedikasi aldo untuk perusahaan sudah tidak diragukan lagi


siapkan semua dokumen barang keluar dan masuk, serta dokumen pembelian bahan mentah yang akan diproduksi perintah aldo dengan wajah serius dan pandangan tajam


sangat berbeda dengan yang biasa maya lihat beberapa hari ini dikantor


maya pun ikut marasakan suasana yang mencekam


kruek...krueekkk suara perut maya yang tak bisa ditahan  karena sudah sangat lapar


aldo yang mendengar suara aneh tersebut melihat jam tangan menunjukan jam 12 siang dan waktunya mengisi bahan bakar tubuh


baiklah kita lanjutkan setelah makan siang ucap aldo yang memberhentikan pemeriksaan doukumen


"yang lain boleh keluar"


hanya tinggal aldo angga dan maya yang berada diruangan tersebut


"tolong pesankan makan siang  untuk bertiga", perintah aldo kepada asistenya


"saya tidak usah pak angga saya membawa bekal" ucap maya


pesanan makanan datang mereka makan bertiga dengan maya menyantap makanan yang dimasaknya sendiri yaitu ayam rica-rica dan tumis  sawi


"kelihatanya makananmu lebih enak" ucap aldo


melirik makanan maya, padahal yang dimakan aldo juga ayam tapi yang ditepungi


"bapak mau coba, saya bawa banyak kok pak " ucap maya menawarkan


aldo dan angga mencoba dan merasa makananya enak


"kamu beli dimana" tanya aldo,


"saya masak sendiri pak"


aldo tersenyum, zaman sekarang masih ada wanita yang pintar memasak dan pas dengan selera lidah nya


"lain kali boleh saya minta kamu masak untuk saya? , saya rindu masakan rumahan" ucap aldo tanpa canggung karena belum ada perasaan apapun diantara kedua nya

__ADS_1


dan dijawab anggukan oleh maya,, kalau nolak dipecat gimana


 


******


dikantor


dinda sedang mencari maya yang pergi tanpa pamit padahal sudah janijan untuk makan siang


"mba nyari maya" ucap salah satu karyawan dibagian yang sama dengan maya,


"iya maya kemana ya mba" tanya dinda


"tadi pergi bersama pak aldo " ucap seseorang itu dan menyerahkan kotak bekal dari maya yang didtitipkan sebelum maya pergi


"baiklah terimakasih"


dinda kembali ke ruanganya ia lupa belum meminta nomer  ponsel maya


waktu berlalu sore pun menjelang semua karyawan sudah berhamburan pulang sedangkan dinda masih menunggu maya, dinda merasa nyaman dengan maya yang seperti adiknya sendiri karena dinda anak tunggal


sampai hampir jam enam sore akhirnya dinda memutuskan untuk pulang sendiri


 


dipabrik,


pemerikasaan masih belum selesai hingga waktu menunjukan kan tujuh malam


akhirnya sudah ketemu keselisihan data yang menjadi masalah dan aldo memutuskan selesai memriksa dan akan membahasnya dalam rapat bulanan yang diadakan perusahaan setiap bulannya


diluar sudah dalam keadaan gelap, maya bingung bagimana harus pulang karena tidak tau daerah mana saat ini ia berada


"kamu pulang kemana may?", tanya aldo


"ngga tau pak saya belum pernah kesini", kalau saya menumpang sampai kantor apakah boleh pak" tanya maya dengan wajah lelah


"tentu saja, tunggu sebentar angga sedang mengambil mobil"


diperjalanan,


"rumahmu dimana may? tanya aldo lagi, "maaf baru dua hari kerja sudah diajak lembur" ucap aldo merasa tak enak

__ADS_1


"tidak apa-apa pak,, itukan memang pekerjaan saya.. saya tinggal tidak jauh dari kantor pak saya ikut sampai kantor saja"


__ADS_2