Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
masa lalu ibu


__ADS_3

arvin tak biasanya menangis dimalam hari sejak ia lahir. kini ia seolah tahu jika orang tuanya sedang ada dalam masalah


"biar mas saja yang gendong, mas kangen arvin" ucap aldo mengangkat arvin dari kasur digendongnya


"mungkin dia haus atau buang air" maya mengecek celana arvin


arvin terdiam dalam gendongan aldo seperti sangat nyaman. aldo menciumi wajah anaknya dengan penuh penyesalan. ia merasa gagal jadi kepala rumah tangga yang baik hingga anak dan istrinya bisa pergi meninggalkanya


aldo menyeka air matanya kala arvin sudah tenang kembali dalam tidurnya. ia menidurkan anaknya kembali di kasur


"pulanglah sayang, demi anak kita" aldo tak tau harus membujuk maya dengan apalagi agar dia luluh dan mau kembali kerumah bersamanya lagi


"aku udah bilang berikan waktu bagi kami!" maya bersikukuh tetap tak mau pulang. luka hatinya karena masalah yang ia lalui sebelumnya masih sangat membekas, meski suaminya tk benar-benar selingkuh tapi bayangan buruk selalu saja hadir

__ADS_1


"ibu sudah pulang tadi siang bersama riko, jadi pulanglah arvin tak nyaman disini dia juga butuh aku" aldo memegang tangan maya dengan lembut, saat ini rasa sakit diwajahnya tak sebanding dengan rasa sakit kehilangan anak dan istrinya


"ibumu benar mas, mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama!" maya berbalik badan dan meneteskan air matanya saat mengucapkan kata paling menyakitkan itu


"jangan bicara sembarangan, pikirkan juga arvin saat kau mengambil keputusan" ucap aldo


"kau tau aku bahkan sudah berulang kali berfikir apa yang akan terjadi pada arvin, kelak jika ia dengar bahwa omanya tidak mengakuinya dan apa kau juga meragukanku!" maya mengutarakan isi hatinya


"ini tak akan terjadi lagi lain kali, mas akan selalu jaga kalian sekuat hati mas dan apapun yang terjadi" aldo berjanji pada maya dengn tulus


"aku tak siap mas, aku takut menghadapinya lagi" maya menangis memeluk suaminya


"rasa sakit ini dan keadaan ini tak akan mudah aku lupakan sampai kapan pun!" maya memukul dada aldo dalam tangisnya

__ADS_1


"sayang tolong dengarkan mas, ada suatu hal yang perlu kamu tau meski mungkin ini tak merubah apapun tolong dengarkanlah.


dulu saat ibu masih baru menikah dengan ayah" aldo menyeka air matanya yang menetes dan melanjutkan ceritanya


"dulu pernikahan orang tuaku tak baik-baik saja, aku baru mendengar ini semua dari ayah.saat ibu tiba dirumah bersama riko ayah bingung kenapa inu kambuh lagi. ayah menghubungiku dan menjelaskam semuanya


ibu pernah depresi karena anak pertamanya atau kakakku mengalami keguguran setelah usia kandunganya sekitar lima bulan. ibu yang tadinya bekerja menjadi tak mau lagi dekat dengan orang lain dan mengurung diri dan terus menyalahkan dirinya atas kejadian itu.


setelahnya nenek ku tahu dan tambah menyalahkan ibuku karena itu cucu pertama yang sangat ditunggu oleh nenekku yang hanya memiliki anak tunggal.


tak berhenti sampai disitu ibu pernah dirawat dirumah sakit saat kakakku yang pertama lahir dan wajahnya tak mirip dengan ayahku. namun setelah melahirkan riko ibuku sudah tak pernah terlihat bersedih dan juga kambuh dari depresinya"


aldo tak sanggup lagi menceritakan penderitaan ibunya saat itu, ia menangis dan memeluk maya tak mau hal yang menimpa ibunya juga terjadi pada istrinya karena tanpa dukungan aldo sebagai suaminya

__ADS_1


maya pun ikut menangis dengan penuturan dari aldo tentang ibunya. maya tak membenci mertuanya hanya rasa kecewa dan takut saja untuk menemuinya lagi


__ADS_2