Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Minta Restu


__ADS_3

pagi hari aldo sudah siap dengan kemeja dan celana panjang untuk bertemu calon ponakan dan calon mertuanya.


aldo yang sudah minta restu orang tuanya dan bilang akan melamar maya kepada kedua orang tuanya saat ini.


sedangkan acara lamaran secara resminya akan di adakan setelah orang tua aldo datang dan kak liza sudah pulih setelah melahirkan


aldo menjemput maya dirumah kakaknya, semalam maya dilarang kembali ke rumah sakit karena pagi ini kakaknya sudah boleh pulang.


"assalamulaiakum sayang" ucap aldo mengetuk pintu rumah kak liza


"walaikumsalam. masuk kak bantuin aku siap-siapin barang sebentar lagi kak liza pulang " ucap maya mempersilahkan aldo masuk


Cup" sarapan pagi" ucap aldo yang mencuri ciuman di pipi maya, yang dicium memegangi pipinya yang masih terasa bekas bibir aldo


"Kak......" teriak maya


aldo menarik maya mendekat dan duduk dipangkuanya. "sebentar saja, aku rindu padamu" ucap aldo


keduanya saling terdiam dan saling memandang. aldo memegang tengkuk maya mendekat dan menempelkan bibirnya di bibir maya. perlahan aldo melu*mat bibir mungil maya semakin dalam hingga maya kehabisan nafas


"bibirmu manis" goda aldo yang memberi jeda untuk maya bernafas, setelahnya kembali memagut bibir maya kembali keduanya larut dalam suasana kerinduan beberapa hari tak berjumpa. aldo melepaskan bibirnya ketika maya memukul dadanya


"aku bisa mati kehabisan nafas kak" ucap maya ngos-ngosan


"akan ku berikan nafas buatan kalau begitu" ucap aldo menggoda maya. "mulai sekarang panggil aku mas atau sayang saja!"


"kenapa?" tanya maya

__ADS_1


"pokoknya aku mau kamu ganti panggilan untuk ku atau__" ucapan aldo terputus


"iya... iya mas aldo" ucap maya yang takut jika aldo menciumnya lagi


"sudah ayo bantu aku beres-beres. sebentar lagi yang dari rumah sakit pulang" ucap maya turun dari pangkuan aldo


"baiklah, ayo" aldo mengikuti maya . keduanya menyiapkan dan membereskan barang yang diperlukan untuk kak liza dan bayinya. sedang sibuk membereskan kamar bayi aldo menghayalkan dirinya memiliki bayi.


"may kapan anak kita lahir?" ucap aldo asal


"kak, ehh mas apaan sih!" ucap maya kesal dengan ucapan aldo


" ayok kita nikah, aku serius" ucap aldo yang tanganya masih sibuk membantu beres-beres namun wajahnya menatap maya


"emang mas sudah siap jadi imam" tanya maya


"ehemmm, apa yang lahir batin?" tanya kak dimas


"kalian sudah pulang, kok aku ngga denger" ucap maya yang mengalihkan pembicaraan


sedang aldo mukanya memerah karena malu


"ayo sini sayang kamarnya sudah siap" ucap dimas pada istrinya


"terima kasih ya dek, aldo. sudah membantu" ucap kak liza


"sama-sama" ucap aldo dan maya kompak

__ADS_1


selesai beberes dan membantu menyiapkan kamar bayi, semuanya ngumpul diruang tv dan saling berbincang bersama. aldo memberanikan diri untuk meminta restu kepada kedua orang tua maya


"pak, buk. saya mau berbicara yang serius" ucap aldo sedikit gugup


"saya berniat serius dengan maya, mohon maaf waktu dan tempatnya mungkin kurang tepat. tapi saya tidak mau berlama-lama berpacaran, saya takut menambah dosa" ucap aldo lantang


"jika bapak dan ibu setuju. orang tua saya akan datang kesini untuk melanjutkan ke lamaran yang lebih formal" lanjut aldo


orang tua maya bingung dan sekaligus bahagia baru saja dapat cucu baru. sekarang akan mendapat menantu yang menurut kakaknya aldo adalah orang yang baik.


"bagaimana pak?" tanya bu sari


"bapak belum terlalu mengenal nak aldo, tapi dari yang bapak dengar dari liza. aldo cocok untuk maya, namun bapak kembalikan lagi keputusan kepada maya"


"gimana sayang?" tanya aldo tanpa malu


maya melihat kepada kakaknya, ibu dan ayahnya kemudian mengangguk pelan tanda setuju.


"alhamdulillah, jadi bagaimana pak, bu?" tanya aldo kepada orang tua maya


"kami menerima nak aldo" ucap pak adi


"alhamdulillah, terima kasih semua. saya akan bicarakan ini dengan keluarga saya, bagaimana dengan acaranya. apakah boleh saya yang mengatur semua persiapanya ?" tanya aldo


"tentu saja, kami ikut saja seperti apa acaranya" ucap pak adi


semua kembali mengobrol ke mode santai. maya masih tak menyangka kalau bisa menjadi kekasih aldo orang yang sejak awal pertemuan sudah menarik hatinya.

__ADS_1


"kalau begitu saya pulang dulu, seminggu yang akan datang kita akam adakan acara lamaran resmi dan saya akan persiapkan semuanya dengan sempurna" ucap aldo begitu semangat setelah sekian lama akhirnya dia merasakan debaran dihatinya lagi yang dulu pernh dia rasakan


__ADS_2