
Brak
suara meja jatuh ditendang oleh aldo. "saya beri waktu satu hari dari sekarang, jika aku masih mendengar kau disekitar sini. akan ku pastikan hidup mu tidak akan tersenyum seumur hidupmu!"
aldo keluar ruangan dengan wajah emosi yang sangat mengerikan. ajeng yang ketakutan masih menangis didalam apartemenya, ia tak menyangka aldo yang dulu sangat lembut dan juga penuh kasih padanya kini berubah, bahkan mengancamnya.
"ayo kita kembali ke kantor" ajak aldo pada angga yang sudah stand by dikursi kemudi mobilnya
"baik pak, apa ada yang perlu saya perlu saya bereskan" tanya aldo melihat atasanya sedang bermasalah.
"tidak untuk sekarang, jika wanita ular itu berulah lagi aku akan meminta bantuanmu" ucap aldo tegas dan sangat serius tak seperti biasanya yang memasang wajah lembut
"saya siap menerima perintah pak" mobil melaju ke arah kantor dengan kecepatan sedang. wajah marah aldo kini sudah mulai memudar. tiba dikantor sekitar jam 7 malam. semua karyawan sudah pulang kecuali penjaga kantor.
keduanya kembali ke kantor untuk mengambil tas dan mobil masing-masing kemudian kembali pulang ke rumah.
aldo mengendarai mobil menuju rumah dengan semangat. rasanya rindu terhadap istrinya membuatnya tak bisa lama jauh darinya.
sebelum pulang aldo menyempatkan membeli makanan kesukaan istrinya yaitu kebab daging. setelah membeli 3 kebab spesial khusus untuk istrinya, dan juga Art nya dirumah aldo kembali melajukan mobilnya
tiba dirumah" assalamualaikum" aldo masuk kedalam rumahnya. disambut bik marni yang membuka kan pintu
"walaikumsalam pak" jawab bik marni dan kembali menuju dapur
aldo meletakan kotak makan berisi kebab dimeja makan. lalu melangkah menuju kamar mencari istrinya. dibuka pintu kamarnya ia melihat sekitar tak ada istri yang sedang dicarinya. namun terdengar suara gemricik air dari dalam kamar mandi. senyumnya mengembang penuh arti
aldo menunju istrinya keluar dari kamar mandi dengan duduk disofa yang ada diruang kamarnya.
__ADS_1
ceklek
pintu kamar mandi terbuka. maya tak sadar ada sepasang mata tengah mengekori pergerakanya yang sedang berganti baju.
sebuah tangan menyusup dibalik handuk yang ia kenakan. ia berbalik dan...
"astaga mas, kau mengagetkan ku saja" maya memukul dada suaminya yang sudah tak mengenakan baju.
"aku rindu padamu" bisik aldo ditelinga maya membuatnya merinding. melihat raut wajah maya yang memerah aldo segera memeluk istrinya. menghilangkan segala beban yang dirasanya semua sirna.
maya hanya terdiam merasa ada yang berbeda dengan suaminya, namun dia tak mau bertanya karena maya yakin aldo akan mengatakan sendiri padanya.
"aku pakai baju dulu mas" maya berusaha melepaskan pelukan erat suaminya.
"baiklah mas mau mandi dulu, setelah itu kita makan. mas belikan kebab kesukaanmu" ucap aldo lalu masuk kekamar mandi
esok harinya adalah hari sabtu. pagi hari seperti biasa maya menyiapkan sarapan dan juga membangunkan suaminya. setiap libur aldo selalu menyempatkan berolah raga dengan alat yang dimiliki aldo dirumahnya
"sayang, masak apa hari ini?" aldo selesai berolah raga dan menghampiri maya yang sedang sibuk menyiapkan alat makan.
"aku hanya buat nasi goreng mas" ucap maya sambil tanganya sibuk. "mas mandi dulu kita sarapan setelah itu. baju mas sudah aku siapkan dikasur" ucap maya menyuruh suaminya mandi dan mengekori aldo ke kamar
"kami siap-siap kita akan jalan-jalan hari ini" perintah aldo pada sang istri setalah selesai sarapan. tanpa banyak bertanya maya masuk ke kamar dan mengganti pakaianya dengan celana jeans panjang dan juga memakai blose dengan lengan 7/8 berwarna peach. tak lupa
make up tipis yang makin menambah kecantikanya terpancar
"kita mau kemana mas?" tanya maya yang tak tau apa rencana suaminya saat ini
__ADS_1
"ayo kita berangkat" aldo menggenggam tangan maya dan menariknya masuk ke dalam mobil " bik marni kami pergi dulu ya, tolong jaga rumah" pesan aldo pada sang Art
"baik pak"
mobil aldo melaju menuju mall terdekat yang dulu pernah ia datangi bersama maya, tiba di mall yang dituju "ayo sayang kita turun, aku ingin mengenang masa kita sebelum menikah"
maya dengan senang hati turun dari mobil dan melingkarkan tanganya dilengan besar suaminya.
aldo melangkah bersama sang istri mengajaknya ke sebuah toko perhiasan.
"mba pesanan saya sudah jadi" ucap aldo menanyakan kalung dengan liontin angsa untuk maya. "atas nama aldo" tambahnya lagi
"sebentar saya ambilkan dulu pak" seorang pegawai toko perhiasan menyerahkan kotak berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kalung sesuai dengan pesanan aldo
maya masih tak menyangka aldo akan membawanya pergi hari ini dan memberi sebuah kejutan manis.
"sayang coba berbalik" ucap aldo membalikan tubuh maya untuk memakaikan kalung yang dipesankan khusus untuk istrinya.
"bagaimana?, kau suka" aldo menunggu jawaban maya atas hadiah yang diberikanya baru saja
maya mengangguk dan berkata" suka mas, aku suka sekali ini sangat cantik" raut wajah maya tak bisa ditutupi bahwa dia bahagia
"tapi tak lebih cantik dari yang pakai" bisik aldo
bluss
wajah maya memerah bagaikan tomat. tak lupa aldo menambahnya malu dengan mengecup puncak kepala maya dengan lembut
__ADS_1