
maya terus menangis dijalanan iya menyetop taxi untuk menuju butik miliknya. maya tak mau membuat kakaknya sedih jika tau masalahnya
hatinya sudah sangat sakit menerima penghinaan dan makian dari mertua yang selama ini sangat menyayanginya. maya tak mau membenci mertua dan juga suaminya jadi dia memutuskan untuk pergi saja menenangkan pikiranya
tengah malam maya tiba dibutik dengan tas kecil berisi baju dan juga perlengkapan bayi milik arvin. untung saja arvin tak rewel saat dijalan
"sabar ya sayang, mama akan selesaikan semuanya dengan baik. meski orang tuamu akan berpisah mama janji tak akan menjauhkanmu dengan papamu nak" tangis maya terus berlanjut menatap wajah arvin membuatnya tegar
pagi hari aldo sebelum berangkat kerja menyempatkan diri untuk mencari maya ke butiknya. tapi maya sudah berpesan pada dira asistenya agar mengatakan maya tak berada disana
"assalamualaikum, kak liza" aldo mengetuk pintu rumah kakak maya setelah mencari maya kebutik namun tak ada
"walaikumsalam al, mana maya kok ngga bareng kesininya" ucap kak liza membuat aldo terdiam dimana istrinya sekarang
__ADS_1
"ohh itu kak, tadi aku lewat sini jadi sekalian saja mampir saja apa kak dimas sudah bekerja" ucap aldo yang tak mau kakaknya tau masalahnya yang nantinya akan menambah permasalahan
"baru saja berangkat al, ayo masuk dulu" ajak kak liza
"tidak usah kak, lain kali saja bersama maya dan arvin kesini lagi" ucap aldo berpamitan
aldo mengemudikan mobilnya menuju kantor dengan perasaan kacau, aldo menghubungi riko adik aldo agar datang kerumah aldo menjemput ibunya pulang.
riko bingung dengan permintaan kakaknya pasalnya baru dua hari saja bi sarah kerumah aldo. rencana awalnya adalah seminggu dirumah aldo dan maya
"angga tolong cari tau siapa yang sudah mengirim paket berisi foto tidak benar kerumah saya. keadaan saya sedang tidak mungkin bagi saya untuk mencarinya sendiri karena istri saya juga sedang pergi membawa arvin" ucap aldo dengan wajah kusut
"akan saya bantu semaksimal yang saya bisa pak, dan kalau boleh tau bu maya pergi sejak kapan kemungkinan terbesarnya untuk pergi kemana" tanya angga ingin membantu mencari maya juga
__ADS_1
"saya sudah mencari kebutik dan juga rumah kakaknya tapi ngga ada. saya ada rapat penting hari ini jadi ngga bisa ditinggal" aldo prustasi
"saya usahakan akan segera menemukannya pak, baik pelaku maupun bu maya" angga keluar dari ruangan aldo dan segera menghubungi kerabatnya yang ada dikepolisian
angga mencari tahu tentang keberadaan fadhil setelah diceritakan aldo jika dalam foto yang dikirim kurir adalah wajah maya yang dipeluk fadhil
kerabat angga mengabarkan jika fadhil baru saja dibebaskan dengan jaminan oleh seseorang. disebutkan ciri-ciri orang yang membebaskan fadhil
dan angga menyimpulkan dia adalah alex mantan wakil direktur yang di pecat dan posiinya digantikan oleh aldo saat ini
angga kembali keruangan aldo yang sudah kembali dari rapat rutin bulanan dikantornya.
"saya masih menduga pak, jika ini semua adalah perbuatan fadhil dan alex. motifnya jelas jika fadhil pernah ehem mencintai bu maya dan ditolak, dan alex sedang sakit hati karena posisinya sekarang milik pak aldo. meski semua ini bukan salah pak aldo" angga menyimpulkan runtutan kejadian dengan motif pelaku dan bertepatan dengan fadhil keluar dari penjara
__ADS_1
"tolong urus masalah itu dan saya akan mencari maya terlebih dahulu. janga dulu laporkan pada polisi jika keduanya terbukti. saya sendiri yang akan memberinya pelajaran!" ucap aldo penuh amarah
"saya akan kembali saat jam makan siang bearkhir" aldo melangkahkan kakinya ke butik maya lagi, hatinya merasa istri dan anaknya berada disana