Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Ke kantor suami


__ADS_3

pagi ini maya sudah memulai aktivitasnya kembali ke butik miliknya. seminggu sekali adalah waktunya maya ke toko sang kakak untuk membantu membuatkan laporan keuangan sesuai dengan jurusan maya yaitu sarjana ekonomi.


maya diantar suaminya yang juga sekalian berangkat ke tempat kerja nya. seperti kemarin suaminya meminta maya untuk membawakan bekal agar makan siang tak perlu keluar.


suara panggilan telfon milik maya berdering pertanda ada yang menghubunginya. tombol hijau digeser


" halo sayang, bekal mas lupa ditaruh dimana ya?"


"sebentar mas aku cek dulu" maya membuka paper bag miliknya dan menemukan dua kotak bekal didalamnya "ahhh iya mas ada disini, nanti aku antarkan ya kalau sudah selesai kerjaan di butik" maya hari ini ada pertemuan dengan client yang memesan baju di butiknya untuk acara pernikahan


"iya sayang hati-hati ya nanti kesininya. mas tutup telfonya dulu ya" panggilan telfon terputus kedua kembali sibuk dengan kerjaanya masing-masing


maya menemui clientnya disebuah cafe yang tak jauh dari kantor sang suami. baginya lebih mudah karena sekalian untuk mengantarkan makan siang aldo yang tertinggal


"selamat pagi bu maya" ucap seorang wanita yang datang dan menyapa maya. " maaf terlambat, apakah ibu sudah lama menunggu?" dia adalah orang yang maya tunggu untuk meetingnya hari ini


"selamat pagi juga bu, ahh tidak saya baru saja sampai 15 menit yang lalu. silahkan duduk"

__ADS_1


jawab maya dengan ramah pada calon custumernya


"jadi begini bu maya, saya ingin konsep gaun saya adalah modern namun ada sedikit sentuhan tradisionalnya. apakah bisa seperti itu dibuatkan untuk saya?"


"tentu saja bu, untuk ibu kami akan usahakan. ibu boleh tambahkan detail bahan gaunya atau kami saja yang pilihkan?" maya sedikit bisa menggambar untuk sebuah design baju yang nanti akan disempurnakan oleh designer butiknya yang hari ini berhalangan ikut meeting


"kami serahkan pada ahlinya saja" maya pun memberikan beberapa contoh model bahan yang akan dikenakan untuk gaun tersebut. kedua nya melajutnya membahas tentang apa yang diinginkan oleh clientnya.


"nanti saya akan kirim gambar setelah disempurnakan oleh designer kami bu, terima kasih atas kepercayaan ibu terhadap butik kami" ucap maya menjabat tangan clientnya yang sudah sepakat untuk menjadi custemer untuk butiknya


maya keluar cafe menunggu taxi lewat untuk mengantarkanya ke kantor suaminya. sekitar 15 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai di sebuah gedung. yang dulu pernah menjadi tempatnya bekerja selama beberapa bulan


"selamat siang mba. bisa saya bertemu dengan pak aldo?" maya menanyakan pada resepsionis di loby kantor


"siang mba, sudah ada janji sebelumnya?" tanya sang resepsionis yang tidak mengenal maya karena saat menikah tidak mengundang semua pegawai.


"sudah mba, saya mau mengantarkan makan siang untuk__" ucapan maya terputus disahut oleh pegawai tadi

__ADS_1


"maaf mba pengantar makanan hanya boleh sampai loby saja. biar saya antarkan ke atas" pegawai tadi menyahut paper bag yang dibawa maya ditanganya


"sebentar mba, saya telfon suami saya dulu" maya menarik kembali makanan untuk aldo dengan wajah kesal


"halo mas aku ngga boleh masuk. aku titip di loby saja ya?" ucap maya lewat panggilan telfon dan mematikanya. sesaat aldo menghubungi resepsionis dan maya diperbolehkan masuk.


maya melenggang ke arah lift menuju ruangan aldo. perasaan kesal mengingat kejadian tadi dianggap sebagai kurir padahal dia sudah bersiap sebelum menemui suaminya


"haii tina, alya" maya bertemu dengan kedua temanya saat kerja dulu. saling berpelukan mereka tak sadar ada yang menatap sinia disampingnya


"dasar g*tel pantas saja banyak yang mau" ucap riri melewati ketiganya


"ada apa may tumben kesini?" ucap alya


"mau antar makan siang buat mantan atasan" kekeh maya dan berpamitan masuk ke ruang aldo


suara pintu diketuk aldo menyahut menyuruhnya masuk

__ADS_1


"siang mantan atasan" maya menerbitkan senyum manisnya pada sang suami


"siang juga pengantar makanan ku" aldo terkekeh menggoda istrinya yang terlihat kesal


__ADS_2