
aldo telah menghubungi keluarganya dan juga keluarga maya untuk berkunjung saat libur nanti. aldo dan maya sepakat untuk mengadakan acara empat bulanan anak pertamanya. keduanya akan mengadakan pengajian dan juga mengumpulkan kedua keluarganya saat akhir pekan
aldo masih sibuk dengan pekerjaanya di kantor sedangkan maya di rumah juga mengerjakan pekerjaan di butiknya melalui online.
"assalamualaikum" suara beberapa orang yang datang dan mengetuk pintu
"walaikumsalam, biar saya saja bik" maya membuka pintu rumahnya dan terharu melihat siapa yang datang
"ayo silahkan masuk, kenapa ngga ngabarin dulu" maya menyalami seluruh anggota keluarganya yang baru saja datang
"sayang gimana kabarmu?" ucap bu sarah dan bu sari bergantian
"baik bu kami sehat" maya mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat
"hai kak" ucap riko adik dari aldo yang masih kuliah semester akhir
"hai bujang" maya membalas sapaan riko
lalu kakak ipar maya dan juga kak liza tak ketinggalan dalam perkumpulan tersebut.
__ADS_1
"kok kalian bisa barengan gini, ayo duduk sebentar maya buatkan minum dulu" maya hendak ke dapur dibuntuti oleh kakaknya
"duduk saja dek biar kak liza dan kak sekar yang buatkan minum" ucap kak liza
"baiklah jika kalian memaksa hehe" maya kembali berkumpul dengan anggota keluarga yang lain
"bapak istirahat dulu saja dua kamar sudah disiapkan sama bik marni" ajak maya pada ayah dan mertuanya
para wanita sedang membuka oleh-oleh dari bawaan kedua orang tuanya. "kalian janjian dimana sih, bisa kompak gini" maya masih penasaran dengan kedatangan keluarganya yang bisa bersamaan
"rahasia dong" ucap riko meledek
"assalamualaikum" ucap aldo yang bahagia istrinya tertawa bersama keluarganya
"walaikumsalam, mas sudah pulang" maya beranjak dari duduknya dan menyalami suaminya. dan aldo membalasnya dengan kecupan keningnya
"sepertinya aku terlupakan ya?" aldo tak diberi tau jika semua keluarga sudah berkumpul
"tentu saja tidak dong, kami menunggumu untuk membelikan makan malam" ucap bu sarah pada anaknya
__ADS_1
"ibu" aldo mengeluh
"hahaha, bercanda mas. kita tak perlu masak untuk satu tahun! lihat saja yang mereka bawakan" maya menunjuk barang bawaan dari kedua orang tuanya. dan aldo terkejut tak menyangka
"kalian mau jualan apa bagaimana ini?" ucap aldo masih geleng-geleng kepalanya
"sudah sana mandi dulu, nanti kita makan bersama. bapak lagi istirahat" maya mengantarkan aldo ke kamar dan menyiapkan baju ganti
yang lain hanya melihatnya senang begitupun dengan orang tua aldo merasa maya adalah orang yang tepat untuk aldo . karena anaknya diurus dengan sangat baik. dan orang tua maya juga menganggap aldo jodoh yang terbaik untuk anaknya. sikap lembut aldo dan kesopananya kepada orang tua membuat orang tua maya terharu
"yang lain bantu bik marni siapkan makanan ya, ibu dan bu sari mau menata makanan di kulkas takut basi kalau kelamaan diluar" ucap bu sarah mengajak besannya ke dapur
"pak adi ayo bangun kita mau makan malam" riko bagian membangunkan ayah maya dan juga ayahnya sendiri. kakak aldo tak bisa datang karena pekerjaanya jadi diwakilkan oleh istri dan anaknya saja
menu hari ini adalah liwetan, ada ayam kampung bakar, ikan asin tahu tempe dan beberapa lalapan yang tersedia diatas meja makan. seluruh keluarga makan bersama diruang tv yang menjadi ruang keluarga karen lebih luas dibanding meja makannya
saat sedang makan maya teringat intan, " mas boleh ngga aku kasih makanan buat seseorang" ucap maya ragu namun diangguki oleh aldo tanpa curiga. aldo mengira intan sudah pergi dari sekitarnya
selesai makan maya mengantarkan beberapa lauk untuk intan. maya merasa beruntung dikelilingi orang-orang yang sayang padanya. sedangkan intan bagaikan hidup sebatang kara
__ADS_1