
sore hari pasangan pengantin baru tiba dirumah aldo, sebelumnya aldo berniat membeli rumah baru yang lebih luas. maya melarangnya karena yang aldo tempati sekarang sudah cukup untuk pasangan baru
"assalamualaikum" ucap aldo dan maya bersamaan tiba dirumah aldo
"walaikumsalam" ehh mantu ibu sudah pulang, gimana semalam apa aldo melelahkanmu?" tanya bu sarah
"ibuu"ucap aldo tak terima istrinya digoda
"ya, dia milikmu sekarang tenanglah" ucap bu sarah kesal
"kami ke kamar dulu ya bu" ucap maya hendak membereskan baju yang dibawanya menginap di hotel
"iya " jawab bu sarah
keduanya masuk kedalam kamar yang sudah dibersihkan oleh Art aldo yang kini mencari yang bisa menginap dirumahnya agar membantu istrinya
"sayang biar dibereskan bi marni saja" ucap aldo menarik maya ketempat tidur
"mas ini masih sore" ucap maya memukul dada suaminya
"tak masalah mau pagi siang atau sore" ucap aldo tak mau kalah
"ayo kita keluar mas, malu banyak orang diluar"
"kalau begitu akan ku suruh mereka pulang" ucap aldo
"mas, kami keterlaluan ya" ucap maya yang sudah tak bisa menolak keinginan suaminya
__ADS_1
pertempuran disore hari terjadi aldo yang meminta satu ronde pada awalnya, namun tetap melanjutkan hingga keronde kedua
maya masuk ke kamar mandi membersihkam diri dan berganti pakaian . sebenarnya dia lelah dan ingin tidur disamping suaminya namun rasa tak enak karena ada mertua dan kakak iparnya di luar.
"aldo mana sayang" tanya sang mertua
"mas aldo sedang istirahat bu,sebentar lagi bangun" ucap maya
"sedang masak apa kak," tanya maya menuju dapur membantu kakak iparnya
"kita mau buat menu ala pecel lele saja yang mudah dan enak " ucap rani kakak ipar maya sekarang
"baiklah, aku bantu apa sekarang" tanya maya
"kau istirahat saja, sepertinya kau kelelahan dek" ucap rani
"sayang kenapa aku ditinggalin" ucap aldo manja dan memeluk istrinya dari belakang
"mas, malu kamu apa-apaan sih" bisik maya
"dasar bocah tua manja"ucap riko adik aldo yang usianya sekitar 20 tahun tak beda jauh dari maya
membuat semua keluarga tertawa melihat aldo yang sangat mandiri dan tegas. kini bagaikan kucing kehilangan induknya
makanan sudah siap dihidangkan di meja makan. semua keluarga makan malam bersama karena ini terakhir kali keluarga aldo menginap, esok harinya akan kembali ke kota S
meja makan aldo tak muat untuk semua anggota keluarga. aldo dan maya mengalah makan di ruang tv. aldo yang maunya makan sepiring berdua dengan istrinya dan meminta disuapi seperti bocah
__ADS_1
"om kayak aku, minta disuapin" ejek anak kecil usia 5 tahun bernama rafa anak dari kakak pertama aldo
"biarin weeekk" aldo membalas ejekan ponakanya itu
"masss" maya kesal aldo membuat maya malu didepan keluarganya
acara makan malam dan mengobrol sudah selesai waktu menunjukan pukul 23.00. waktunya semua keluarga kembali ke kamar masing-masing
rumah aldo memiliki 3 kamar tidur dan 1 kamar Art.
"sayang jangan tidur dulu" pinta aldo
"mas ada apa lagi sih, ini sudah malam loh" ucap maya
"dia bangun" tunjuk aldo pada benda keramat miliknya
"astaga, kapan aku istirahatnya mas"
"tenang sayang kamu cukup pasrah dan keluarkan suara merdumu, sisanya biar mas yang lakukan" ucap aldo nakal
tanpa menunggu persetujuan maya, aldo sudah berada diatas maya dan menyambar bibir maya sebagai pembuka sajian ranjangnya malam ini
aldo melancarkan aksinya membuat maya melenguh mengeluarkan suara merdunya yang membuat aldo makin besemangat untuk bercocok tanam
pertempuran panas yang cukup lama membuat keduanya tidur terlelap karena lelah. seperti tak ada habisnya tenaga aldo jika berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam
sebelum tidur aldo selalu mencium kening istrinya dan mengecup bibirnya sekilas
__ADS_1