Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
penjelasan intan


__ADS_3

sudah beberapa hari ini maya mengambil alih lagi pekerjaanya di butiknya, hanya saja ia lakukan secara online dari rumah karena tak memungkinkan untuk maya pergi saat kondisinya seperti ini.


"bu ini saya buatkan rujak buah pasti segar jika dimakan sekarang, cuaca lagi panas diluar" bik marni membuatkan rujak atas perintah aldo yang baru saja menghubunginya


"terima kasih bik taruh dulu disitu ya, lagi nanggung kerjaan sidikit lagi" maya tersenyum manis. senyum yang sudah lama hilang dari wajah cantiknya


"sama-sama bu, kalau ada yang lain nanti panggil saya di dapur ya bu" bik marni menuju dapur


"permisi" suara ketukan pintu dari arah luar maya hendak bangun untuk membuka namun dihentikan oleh bik marni


"saya saja bu" bik marni melihat dan mempersilahkan tamu tersebut masuk karena tau ia teman maya lalu

__ADS_1


"maya" suara yang dulu menyenangkan bagi maya kini terdengar bagaikan suara hantu dimalam hari


"maya aku mau menjelaskan sesuatu padamu, tolong dengarkan saja. setelah itu kau boleh membenciku" ucap intan sudah berlutut disamping maya


"bangun dan pergilah nanti jika semua persiapan pernikahan kalian sudah selesai aku sendiri yang akan menjemputmu!" maya masih tak bergeming matanya nasih fokus pada layar laptop didepanya


"maya sebenarnya aku dulu memang menginginkan aldo bahkan jauh saat kami masih kuliah bersama" ucap intan membuat maya tersenyum getir namun tak mau lagi bersuara


"tapi aku berani bersumpah bahwa kali ini aku benar sudah menyerah. kami dijebak oleh orang yang menginginkan kedudukan aldo di tempat kerjanya" intan terus menangis


"ini bukan anak aldo, ini anak yang sudah ada sebelum aku bertemu aldo yang pertama kali setelah lulus kuliah. waktu itu aku kabur dari kekasihku. dan saat pulang setelah liburan aku diancam oleh orang yang menjebak kami jika tidak mau menyebarkan fotoku dengan aldo malam itu aku akan dibunuh!"

__ADS_1


intan terus saja memceritakan semuanya kenapa dia pindah waktu itu aldo mengampuninya namun dia harus pergi sejauh mungkin dan diberi uang untuk kehidupanya setelah resign dari pekerjaanyaa


dan sungguh tak menyangka jika rumah yang ia sewa justru disamping aldo.


"kenapa tak kau jelaskan dikantor polisi jika merasa bersalah?" maya mengangkat intan agar tak berlutut bukan sudah memaafkan tapi ia merasa kasihan dengan bayi dikandungan intan yang perutnya sudah membesar. kalau dilihat dari waktunya memang tak mungkin jika aldo bertemu intan satu bulan lalu dan perutnya sudah membesar sekitar enam atau tujuh bulan


"tolong ampuni aku may, jangan lapor pada polisi" intan memohon lagi


"aku mempercayaimu pergilah, jika kau benar-benar merasa bersalah ikut aku ke kantor polisi dan buat laporan kau akan ku jadikan saksi" maya mulai sedikit percaya dengan penuturan intan namun tetap saja bayangan kejadian dimana orang dewasa tidur dalam satu ranjang


"baiklah besok aku akan ikut denganmu untuk melapor, tolong maafkan aku dan aldo" intan memohon lagi

__ADS_1


"jangan ikut campur dengan urusan rumah tanggaku, karena aku belum memaafkan mu" maya berlalu ke kamarnya. intan melihat maya pucat dan terlihat kurus dari biasanya


"silahkan keluar mba" ucap bik marni yang sedikit mendengar percakapan keduanya saat akan mengantar minuman untuk intan


__ADS_2