Perjalanan Cinta Aldo

Perjalanan Cinta Aldo
Pilihan aldo


__ADS_3

"pergi sekarang sebelum kesabaran ku habis, atau kau tak dapat melihat dunia lagi karena berani menyentuh wanita ku!"


"aaaaaaaa, kenapa kamu berubah al....kenapa?,


"kita saling mencintai bukan, ayo kita kembali seperti dulu lagi" ajeng berteriak dan menangis


"cukup....tolong jangan ganggu kami!" ucap maya menatap ajeng dengan tatapan nanar


"kau sudah dengar, mas aldo memilihku dan kau hanya masa lalunya" lanjut maya


"kau" ejeng ingin menampar maya lagi namun tanganya dicegah oleh aldo


"berani kau menyentuh calon istriku lagi, akan ku pastikan usaha suami mu bangkrut" ucap aldo yang tahu bahwa perusahaan suami ajeng adalah pabrik pembuat minyak goreng sedangkan pemasok kelapa sawit terbesarnya adalah dari perkebunan aldo


"kalian... akan ku balas kau nanti" ajeng pergi meninggalkan kedua pasangan yang saling berpelukan dan masih terdiam tanpa suara


flasback on


ajeng dan suaminya memiliki hubungan yang tak harmonis, semenjak ajeng keguguran anak pertamanya. suaminya mulau berubah dan suka menyakitinya karena merasa ajeng lah penyebab kematian calon anaknya

__ADS_1


"eh ajeng saya dengar aldo akan menikah ya, apa dia mengundang mu?" tanya putra dokter sekaligus teman aldo yang sedikit tau tentang kisah cinta aldo dan ajeng


"benarkah?, aku tak percaya aldo bisa melupakanku" jawab ajeng percaya diri


"kau terlalu percaya diri, semua orang bisa berubah. dan juga apa yang kau lakukan terhadap aldo itu keterlaluan!" putra berlalu pergi, ia sengaja memberi tahu ajeng karena dia tau ajeng masih suka mencari tahu soal aldo yang merasa masih memilikinya


"aku harus tau siapa calon istri aldo, ini tidak bisa dibiarkan. aldo hanya miliku selamanya!" ajeng bergumam


flasback off


"sayang kita obati pipimu dulu ya, duduklah" aldo menarik maya dudk disofa. aldo masih menciumi pipi maya yang lebam dia merasa bersalah atas kejadian ini


"mas, apa kau yakin dengan pilihan mu sekarang?" tanya maya yang akhirnya membuka suara


"aku tak tau mas, hanya saja hatiku sedikit ragu saat ini"


"satu minggu lagi kita menikah sayang, tolong jangan berfikir apapun. aku tidak ada hubungan apapun dengan siapapun saat ini kecuali kamu"


ucap aldo menjelaskan

__ADS_1


"apa kau masih membencinya mas?" tanya maya menatap mata aldo


"tidak!!, semua rasa yang pernah aku miliki tidak ada satu pun yang tertinggal untuknya atau pun orang lain, hanya kamu maya anastasya" ucap aldo mengecup kening maya dan memeluknya lagi


"percaya lah, kau pilihan terbaik ku dan sangat yakin dengan keputusan ini" ucap aldo tulus dapat dirasakan maya


"maafkan aku mas, maaf" ucap maya menyesal meragukan hati aldo


"sttt, jangan bicara lagi kalau hanya membuat mu terluka. sebaiknya mas antar kamu pulang sekarang " dijawab anggukan oleh maya


keduanya pulang dan menitipkan butik pada kedua pegawai maya. aldo menceritakan kejadian sebelumnya kepada kak liza dan dimas. kedua kakak maya memahami kadang cobaan orang yang akan menikah itu memang banyak.


sementara maya sudah tidur terlelap dan aldo berpamitan untuk pulang. karena acara pernikahan akan diadakan seminggu lagi maka aldo dan maya dilarang untuk bertemu dan hanya boleh panggilan telfon saja untuk komunikasi.


"kak saya pamit dulu ya. maaf atas kejadian hari ini" ucap aldo


"jangan terlalu difikirkan al, semua akan baik-baik saja. jaga kesehatan dan stamina mu" ucap kak dimas dengan mengedipkan mata nya memberi kode pada aldo


aldo pulang kerumahnya yang saat inu sudah ramai keluarganya yang mulai berdatangan. aldo baru akan cuti 3 hari sebelum acara pernikahanya agar setelah menikah cutinya masih panjang

__ADS_1


semua undangan sudah menyebar kepada sahabat, rekan kerja dan juga saudara.


persiapan seluruh rangkaian acara sudah diserahkan kepada WO yang dipercaya aldo dan maya untuk mengurusi pesta pernikahanya


__ADS_2