
Menjelang makan siang Rey bergegas pulang karna takut jika Cinta masak dia akan ke susahan jadi Rey menyempatkan pulang sebelum itu dia mampir membeli makan siang tidak membiarkan masak seorang diri.Saat Rey masuk rumah sepi seperti biasa Rey meletakkan bingkisan menuju kamar kosong dan kamar mandi kosong perasaan cemas melanda hati Rey dia berteriak memanggil Cinta tidak ada jawaban Rey ke ruang tamu memanggil Cinta tapi kosong
"Cinta"triak Rey dia takut jika Cinta bunuh diri
"Tidak mungkin keadaan nya sudah membaik kemana dia"gumam Rey dia keluar dari apartemen
"Kasihan ya gadis itu tu pasti mempunyai masalah berat sampai mengakhiri hidup nya"ujar seseorang Rey menoleh
"Siapa yg bunuh diri"ujar Rey mendekat
"Ohh itu pak ngak tau siapa dia lompat dari lantai atas dan mati jasad nya masih di bawah "jelas nya
"Cinta"gumam Rey lalu lari menuju lift masuk menekan lantai bawah
"Sial kenapa lama sekali"geram Rey tidak lama lift terbuka Rey lari melihat sudah rame
"Cinta"triak Rey langsung mendekat dan membalik wanita itu tapi itu bukan Cinta
"Aghhh"triak Rey frutasi jantung nya sempat berhenti jika itu benar Cinta
"Dia pasti pulang"gumam Rey lalu masuk ke mobil nya tidak peduli dengan tatapan orang orang Rey segera meluncur
"Dimana Cinta kenapa dia pulang tanpa memberi tau ku"ujar Rey datar mendekati Naila yg lagi nonton
"Pulang"ucap Naila
"Kamu jangan macam-macam Rey Cinta tidak pulang sama sekali"ujar Naila cemas
"Tidak pulang"ujar Rey kecemasan melanda nya lagi
"Kamu apa kan dia sampai hilang"ujar Naila marah
"Aku tidak melakukan apa apa dia aku tinggal di Apartemen keadaan nya nya membaik tapi dia menghilang begitu saja"jelas Rey binggun
"Jika Cinta tidak ketemu saya benar membunuh mu Rey kamu tidak bisa di percaya "bentak Kenzo marah
"Aghh sial*geram Rey dia kembali ke mobil menerawang
"Kamu mau kemana hah"ujar Kenzo mendekat
"Ya Devan pasti menculik nya aku akan melenyapkan dia masih saja berani menculik istriku"geram Rey melaju kan mobil nya
"Rey tunggu "triak Kenzo naik mobil mengejar Rey
Rey benar marah dia keluar dari mobil langsung menghajar para bodyguard yg berjaga di sana tidak terkecuali siapa saja yg menghalangi nya masuk dia langsung menghajar tanpa ampun
"Dimana Devan hah"triak Rey marah memukul penjaga itu lalu dia masuk ke rumah ada Dapit dan Davin melihat Rey mereka berdiri
"Berani kamu kesini"ujar Dapit datar
"Mana pecundang Devan hah berani nya dia menculik istri ku aku patah kan tangan nya"ujar Rey mondar mandir
__ADS_1
"Kamu yg akan mati"ujar Dapit tapi belum sempat dia beraksi Rey sudah menarik Davin dan menodong kan senjata di kepala Davin
"Devan keluar kamu"teriak Rey wajahnya datar
"Devan jangan jadi pecundang kamu"teriak Rey
"Aku lenyap kan adik mu ini"teriak Rey marah
"Sialan mau apa kamu"ujar Devan turun waspada jika Rey menembak adik nya itu
"Kembalikan istri ku sialan"ujar Rey marah
"Istri"ujar Devan mengerut kan kening nya
"Jangan bodoh kamu serah kan Cinta kamu itu tidak tau malu menculik nya mengambil nya dari ku"ujar Rey marah Devan tertawa terbahak-bahak
"Sialan kamu"triak Rey mendorong Davin mencengkram baju Devan
"Aku akan membunuhmu jika kamu berani menyentuh nya"triak Rey marah Davin menarik Rey dan memberikan satu pukulan Rey berdiri masih ingin menghajar Devan tapi Dapit ikut memukuli
"Kalian jangan mengeroyoknya"ujar Kenzo melerai Devan mendekat mengcengkram baju Rey
"Rey Rey kenapa Rey mencari Cinta pada ku ohh **** aku bodoh ya dia tidak akan sungguh sungguh mencari Cinta ohh atau kamu mencintai nya hahaah"tawa Devan mengejek
"Sialan"teriak Rey mengcengkram baju Devan
"Beri kan Cinta pada ku atau aku benar membunuh mu"triak Rey marah dan Devan masih tertawa
"Kamu menguji ku"ucap Rey langsung menghajar Devan tapi Devan tidak diam dia menghajar Rey balik
"Dengar baik baik Rey kali ini aku memang tidak mendapatkan Cinta karna aku tidak tau dia dimana tapi aku pastikan aku akan mengambil dia dari tangan mu"ujar Devan memukul Rey
"Sampai mati pun dia akan tetep milik ku istri ku selama nya"geram Rey memukul Devan
"Sudah lah Rey ini kesalahan mu tidak menjaga dengan baik atau kamu masih saja menyiksa nya"ujar Kenzo kesal
"Ahhhhhhhh"triak Rey emosi dia pergi begitu saja merasa frutasi di buat nya
"Di mana Cinta"gumam Rey pusing memukul mobil nya dengan emosi dia tidak tau harus mencari Cinta kemana lagi
"Jika saya menemukan Cinta maka kamu jangan harap bisa bertemu dengan nya lagi "uaje Kenzo datar lalu masuk mobil
"Aghhh "teriak Rey masuk mobil dia segera pergi dia harus lebih cepat menemukan Cinta
"Pak apa istri saya keluar pagi tadi "tanya Rey pada keamanan Apartemen itu menunjukkan foto Cinta
"Tidak ada dok saya memperhatikan yg masuk dan keluar tapi tidak ada istri dokter keluar hari ini"jelas nya Rey berlalu
"Kemana aku mencari nya jika dia tidak ada keluar ada yg berusaha menyembunyikan nya biar tidak ada yg melihat nya aghh sial"geram Rey masuk lift setelah keluar Rey masuk ke apartemen nya mengacak rambutnya frutasi
"Aku tidak melepaskan mu Cinta berani sekali kamu pergi"ujar Rey datar dia masuk ke kamar nya melepaskan baju nya Rey mau memakai baju kaos lebih fokus mencari Cinta biar meski dia nanti berkelahi memudahkan nya tapi saat Rey membuka lemarinya kepala Cinta tersandar di kaki nya Rey sampai melongo melihat nya Cinta memicingkan matanya menguap lebar
__ADS_1
"Cinta"ujar Rey memegang wajah Cinta memeluk nya erat
"Aku mencari mu ternyata kamu di sini"ujar Rey lega
"Aku mau pulang ke rumah"ujar Cinta pelan Rey memperhatikan Cinta mata nya sembab
"Kamu mau kemana"ujar Rey pelan jika dia memarahi Cinta yg ada Cinta akan meninggalkan nya
"Aku mau pulang ke rumah"ujar Cinta lagi
"Tidak boleh kamu harus berama ku"ujar Rey datar Cinta menatap Rey lalu memukul dada Rey dengan kuat
"Aku tidak mau aku mau pulang"teriak Cinta terus memukul Rey
"Kamu di sini tidak boleh pergi "ujar Rey memeluk Cinta
"Ngak mau hiks hiks aku mau pulang ngak mau tinggal bersama mu hiks hiks aku benci diri mu hiks hiks"ucap Cinta menangis memukul Rey
"Jika kamu tidak mau mengantar ku aku akan lompat dari sini"teriak Cinta murka
"Jangan jangan oke oke aku akan mengantarmu pulang"ujar Rey menyerah jika Cinta nekat Rey tidak ingin itu terjadi
"Oke kamu tunggu sebentar aku kemas ambil obat mu dulu"ujar Rey dia menoleh melihat Cinta hanya diam Rey mengambil beberapa obat Cinta lalu membawa Cinta pulang
"Mama"ucap Cinta memeluk Naila yg menunggu mereka
"Kamu dari mana sayang Rey mencari mu kamu menyusahkan nya saja"ujar Cinta lembut mengusap Cinta
"Aku mau di sini saja"ujar Cinta pelan
"Aku antar ke kamar"ujar Rey memegang tangan Cinta tapi Cinta hanya diam
"Ayo"ujar Rey lagi
"Aku mau sama mama saja"ujar Cinta memeluk lengan Naila
"Rey kamu pulang saja mungkin Cinta belum terbiasa berpisah dengan mama nanti jika dia sedikit tenang mama akan hubungi kamu"ujar Naila mengambil tas Cinta lalu Cinta menutup pintu utama Rey hanya melongo di buat nya apa secara tidak langsung Cinta mengusir nya
"Sudah makan sayang"tanya Naila duduk di sofa
"Aku ngak mau makan "lirih Cinta duduk memeluk lengan Naila menatap televisi yg menyalah Naila harus bersabar menghadapi Cinta
"Kenapa sayang marah sama Rey atau Rey nyakitin kamu"tanya Naila mengelus kepala Cinta lembut Cinta mengangkat kepala nya menatap Naila serius
"Aku benci sama Rwy setelah dia memberi ku harapan dia malah mencampakkan aku lagi dia hanya pura pura dia menghamili wanita yg pernah ingin dia nikahi aku benci Rey"ujar Cinta lirih menangis sesenggukan Naila mengusap pipi Cinta
"Sayang kamu harus cerita sama Rey tanya sama dia dulu biar masalah nya selesai kamu juga jika Rey benar bahagia bersama wanita lain kamu harus rela kan itu bentuk cinta sejati merela kan orang yg kita cinta bahagia meski tidak bersama kita kamu seperti ini salah itu menyakiti diri sendiri jangan jadi kan cinta tulus mu menjadi sebuah pemaksaan "ujar Naila mengusap kepala Cinta
"Mengerti "ucap Naila tersenyum Cinta mengangguk mengerti
"Maaf"ucap Cinta memeluk Naila begitu erat membuat Naila tersenyum
__ADS_1
"Iya sayang"ujar Naila mencium pipi Cinta