
Devan masuk ke apartemen nya dia melewati orang yg duduk dia mengambil alkohol di lemari es mengambil gelas lalu ikut duduk di sofa Devan menuangkan nya ke gelas dan menegakkan nya hanya sekali dia membuka kancing baju nya hingga ke dada menatap pria di depannya
"Apa kamu sudah bisa miliki Cinta"tanya nya santai
"Saat itu hampir aku merengut kehormatan nya tapi keburu dia sadar papa tenang saja Cinta sudah jatuh ke pelukan ku aku tinggal membujuk nya menikah dengan ku setelah itu balas dendam kita di mulai"ujar Devan tersenyum jahat
"Devan kamu harus balas kematian mama mu Dela dan balas kematian kakek mu hancurkan Cinta sampai tidak tersisa"ujar Dapit datar
"Papa Tenang aku akan berusaha"ujar Devan menegakkan lagi alkohol nya dia sengaja menjadi dosen untuk menjebak cinta dia berusaha mencari tau Cinta akan kuliah di mana setelah dia tau Devan segera melamar jadi dosen dan tujuan nya adalah Cinta dan menikahi Cinta setelah itu menyiksa nya sampai Cinta mati dengan perlahan
"Papa Cinta bukan anak tunggal Kenzo memiliki anak laki-laki nama nya Satria"jelas Devan dia juga kaget
"Apa"ujar Dapit kaget
"Tidak masalah kita akan singkirkan dia setelah Cinta kamu nikahi jalan semua nya akan lancar"ujar Dapit tertawa
"Iya pa"ujar Devan tersenyum jahat lalu dia beranjak menuju kamar lain yg sudah ada seorang perempuan bayaran menunggu nya tanpa kata Devan langsung menciumnya mereka mulai melakukan adegan panas berulang kali
####
Devan lagi menemani Cinta belajar di rumah ,Satria dan Arvin ada di kampus Devan sengaja ikut Cinta masuk ke kamar untuk menjebak Cinta dia memangku kepalanya dengan tangan melirik Cinta yg menulis dengan serius
"Cinta ini begitu cantik bibir nya merah tidak pernah di sentuh aku mulai berdebar dengan nya tapi aku tidak lupa apa tujuan ku mendekati nya"batin Devan
"Aduh kepala ku pusing sekali"ujar Cinta kesal dengan pelajaran nya
"Nama nya juga berusaha semangat dong"ujar Devan tersenyum
"Malas banget kak "ujar Cinta menghempaskan tubuhnya ke kasur
"Ini kesempatan yg bagus"batin Devan dia menggelinding dan menindih Cinta
"Kamu sangat cantik sayang"ujar Devan membelai wajah Cinta
"Makasih kak jangan di puji terus aku malu"ujar Cinta tersipu
"Memang nya kenapa aku senang memuji mu"ujar Devan tersenyum
"Malu aja"ujar Cinta ingin mendorong Devan tapi Devan menangkap tangan Cinta dan menekan nya di kasur
"Sayang aku mencintaimu"ucap Devan mengusap bibir Cinta begitu lembut Cibta terkena dengan rayuan kata manis milik Devan dia merasa melayang Devan mencium bibir Cinta begitu lembut Cinta hanya memejamkan mata dia benar berdebar yg dia rasa
"Aden lihat nona Cinta dia udah lama di kamar"ujar pembantu itu melihat Satria yg pulang karna dia benar menjaga Cinta tapi tidak berani menegur
"Iya"ujar Satria lalu melangkah
Cklek
wajah Satria datar melihat Devan mencium bibir kakak nya apa lagi Devan menindih Cinta mereka jadi sangat intim apa lagi di kamar Satria mengepalkan tangannya dengan langkah cepat dia menarik Devan dengan kasar
Bugh
"Kamu jangan kurang ajar terhadap nya"ujar Satria mencengkram baju Devan ,Cinta yg melihat itu kaget
"Memang nya kenapa"ujar Devan santai menantang
Bugh
"Kamu bilang memang nya kenapa dasar pria breksek"teriak Satria marah
"Satria hentikan "ujar Cinta panik
"Hentikan apa kak"bentak Satria
"Kakak sangat memalukan melakukan itu umur kakak baru belasan tahun sudah melakukan itu"bentak Satria
__ADS_1
"Kakak cinta sama sama dia kamu jangan memukul nya"ucap Cinta marah
"Jangan di butakan oleh Cinta "ucap Satria datar
Plak
"Kakak ngak suka kamu memukul nya dia orang yg kakak cintai kamu itu hanya orang baru di keluarga ini tidak mengerti soal apa yg aku rasakan "ujar Cinta tampa sadar menampar Satria mengatakan hal menyakitkan Devan puas melihat mereka bertengkar
"Ya aku anak baru atau aku bukan anak dari Kenzo Mahendra "triak Satria lalu memukul kaca rias Cinta sampai pecah lalu pergi begitu saja Cinta terdiam dia salah mengatakan itu
"Kak Devan pulang lah aku butuh sendiri "ujar Cinta pelan
"Iya sayang"ujar Devan mencium pipi Cinta
Devan berpapasan dengan Arvin yg baru pulang mereka saling tatap setelah itu berlalu Arvin melangkah melihat darah dia cemas terhadap Cinta
"Kak Cinta ngak papa kenapa ada darah"ujar Arvin
"Darah"ujar Cinta kaget dan melihat lantai
"Satria"ujar Cinta lalu keluar lari kecil mengikuti darah itu Satria mengepalkan tangannya dengan lengan berdarah dia berdiri di balkon berpegang di pembatas balkon melihat Devan
"Hei apa yg kamu lakukan tangan mu berdarah"ucap Arvin panik
"Bukan urusanmu menjauh dari ku"ketus Satria lagi berlalu melewati Cinta
"Satria maafkan kakak"ujar Cinta tapi Satria tidak peduli dia masuk ke kamar dan mengunci nya Cinta menyesal dia menangis menyesal
"Aku salah Arvin maafkan aku"ujar Cinta memeluk Arvin menceritakan nya
"Kakak kembali ke kamar saja biar aku yg bujuk Satria "ujar Arvin di angguki Cinta dia berlalu Arvin mengambil kunci serap dan masuk ke kamar
"Aku akui yg di lakukan kak Cinta itu salah apa iya kamu mau menyiksa diri kayak gini"ujar Arvin masuk
"Sebenarnya aku ini anak tuan Kenzo ngak sih aku tersiksa hidup sebagai pendatang baru di keluarga ini harga diri ku tergores seakan aku mau numpang hidup di keluarga Mahendra "teriak Satria marah
"Jangan menyentuh ku Arvin"tajam Satria
"Satria kakak benar minta maaf "ujar Cinta masuk mengengam tangan Satria
"Maafkan kakak terlalu emosi melihat kamu memukul orang yg kakak Cinta maafkan kakak sudah berkata seperti itu"ujar Cinta
"Kamu marah karna aku memukul nya seakan kamu tidak pernah menyayagi ku apa kamu tau kamu sangat aku sayangi seperti mama tapi apa kamu malah memukul ku hanya seorang pria asing itu kamu tidak menyayagi ku"ujar Satra lalu berlalu pergi
"Satria"panggil Cinta terduduk dia menyesal
"Pria itu berani sekali dia"gumam Satria datar lalu melangkah
"Tuan muda"ujar pak Toni membuat Satria menoleh
"Mari saya obati "ujar pak Toni dan mengajak Satria ke kamar nya
"Saya lihat semua nya nona Cinta sudah berubah sejak adanya pria itu dia lebih mementingkan pria itu "ujar pak Toni memberi lengan Satria obat merah
"Siapa sih dia"kesal Satria
"Saya tidak tau tuan muda saya sudah selidiki namun tidak menemukan informasi lebih selain menemukan dia seorang dosen"jelas pak Toni membalut lengan Satria
"Tuan muda jangan tersinggung jika anda marah sama nona siapa lagi yg bakal menjaga nya"ujar pak Toni menatap Satria
"Jangan khawatir"ujar Satria berdiri lalu berlalu
###
Ada pemeriksaan di kampus tim narkotika karna ada laporan ada bandar narkotika di kampus itu dan itu kenapa ada pemeriksaan Arvin dan Satria hanya santai karna merasa memang tidak memiliki itu
__ADS_1
"Membosankan sekali"ucap Satria malas mengambil headphone nya di tas dia menemukan sesuatu dan melihat nya ternyata itu barang terlarang itu satu paket
"Arvin ada yg berusaha menjebak ku lihat"bisik Satria melirik nya Arvin ikut melirik ke tas Satria
"Kok bisa kita harus bagaimana "bisik Arvin cemas
"Kita harus membuang nya"bisik Satria kamu lewat jendela itu buka cela nya aku akan ke sana dan membuang nya"bisik Satria di iyakan Arvin dia pura pura berdiri menguap dan membukanya lalu Satria berdiri pelan dan melemparkannya
"Hei apa yg kamu lakukan"ujar nya
"Pak saya merasa bosan bisa saya di geledah duluan"ujar Satria malas
"Kemari"ucap nya Satria maju membawa tas nya dan di geledah
"Siapa yg ingin menjebak ku"batin Satria
"Kamu keluar"ujar nya saat Satria selesai di geledah nampak Devan memperhatikan Satria yg keluar dia lah yg ingin menjebak Satria
"Siapa ya mau menjebak mu"ucap Arvin mereka bicara di belakang kampus dengan membakar barang yg mereka buang tadi
"Iya juga aku heran ada yg tidak suka terhadap ku tapi siapa semua nampak baik"ujar Satria berfikir
"Kita selalu harus berhati-hati"ujar Arvin lalu pergi bersama Satria
"Tuan muda ini ada bekal dari nona Cinta dia bikin sendiri"ujar pak Toni mendekati Satria
"Aku tidak lapar"ujar Satria berlalu dan main basket bersama Arvin
"Pak Toni apa Satria sudah makan"tanya Cinta mendekat
"Belum nona dia menolak"ujar pak Toni,Cinta kecewa dia menatap Satria yg lengan nya terluka Cinta benar menyesali nya lalu Cinta mengambil bekal itu dan duduk
"Arvin ayo mau makan kan"ujar Cinta
"Boleh kak"ujar Arvin mendekati Satria juga mendekat dan menegakkan kan air minum nya
"Satria ayo ikut juga makan nya"ucap Cinta dengan tersenyum
"Aku tidak lapar"ketus Satria
"Satria makan lah nanti kamu sakit kakak tau kamu marah"ujar Cinta memegang tangan Satria
"Aku tidak lapar"ujar Satria lagi menepis tangan Cinta sampai sendok itu terjatuh Cinta menuduk jujur dia merasa bersalah
"Hei sialan tidak perlu begitu"ujar Arvin berdiri
Bugh
"Aww sialan kenapa kamu memukul ku"ucap Satria mengaduh menahan perut nya yg di pukul Arvin
"Ayo cepat mau di paksa kayak nya"ujar Arvin menarik kera baju Satria mendudukkan Satria dengan paksa
"Jika kamu tidak makan aku akan benar memukul mu"ancam Arvin serius
"Iya iya dasar sialan"kesal Satria dan memakan masakan Cinta membuat Cinta senang
"Satria maafkan kakak ya"ujar Cinta menatap Satria
"Hei kamu tidak memaafkan kak Cinta aku benar menghajar mu"ancam Arvin
"Pemaksa"kesal Satria menendang kaki Arvin
"Jangan lakukan hal memalukan itu"ujar Satria
"Iya ngak akan"ujar Cinta memeluk Satria dengan erat mengusap kepala Arvin
__ADS_1
"Kakak ngak akan ulangi "ujar Cinta tersenyum mengusap pipi Satria mereka kembali akur