Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Berdebar


__ADS_3

Karna tidak ingin paman nya membuat masalah jadi Rey tidak pulang makan siang dia juga mengacuhkan panggilan Cinta bahkan dia membuat ponselnya mode senyap biar kan saja Cinta mengumpat karna Rey tidak ingin di ganggu.Rey juga sengaja pulang setelah makan malam dia benar kesal jika paman nya berulah terus menerus


"Rey kenapa baru pulang"ujar Cinta kesal panggilan nya di abaikan


"Bukan urusan mu di rumah sakit banyak pasien"ujar Rey acuh


"Rey"ujar paman santai


"Duduk lah sebentar "ujar nya Rey duduk di depan paman nya


"Besok paman mau pulang ada hal yg harus paman urus di Bandung"ujar paman serius


"Paman harap kamu baik di sini "ujar nya lagi


"Paman aku bukan lagi anak kecil yg harus paman cemas kan"ketus Rey dengan wajah datar


"Baik Rey "ujar paman tersenyum


"Paman bertanya pada mu kamu ingin tetap jadi dokter atau jadi CEO entertainment atau mafia "ujar nya serius


"Paman aku lebih suka hidup seperti ini jangan ganggu kesenangan ku aku tidak ingin mengurus perusahaan perfilman itu apa lagi mafia aku suka seperti ini paman jangan menganggu ku terus menerus"jelas Rey


"Kamu tidak punya perasaan ya orang paman ngomong baik baik"ujar Cinta sebal pada Rey


"Kamu diam deh ngak usah ikut campur "sebtaj Rey


"Sudah jangan bertengkar"ujar paman


"Paman hargai Rey keputusan mu"ujar paman


"Besok paman pergi paman ingin melihat kalian berciuman"ujar nya


"Apa"ucap Cinta kaget


"Ayo Rey"ujar paman santai Rey menatap dengan jengkel mencium pipi Cinta dengan cepat


"Bukan seperti itu Rey cium bibir"ujar paman menahan senyum


"Apa ini lama lama ngelunjak ya"kesal Rey berdiri paman nya hanya santai ikut berdiri


"Iya paman masak iya paman ingin melihat kami berciuman "ucap Cinta ikut berdiri


"Aku serius Rey jika kamu tidak melakukan nya paman sebulan sekali ke sini"ujar nya santai


"Aku kesal saat dia mulai memaksa"kesal Rey berbalik


"Lalu mau nya bagaimana"kesal Rey


"Ikuti instruksi paman ya saling berhadapan "ujar paman Rey mendekati Cinta


"Yakin mau melakukan nya aku malu"ujar Cinta cepat


"Dari pada dia sebulan sekali ke sini akan membuat pusing saja"kesal Rey


"Tatap mata"ujar paman kedua nya saling menatap


"Dengan lembut Rey"ujar paman menepuk tekuk Rey membuat Rey menatap Cinta dengan lembut


"Terus tatap terus tatap"ujar paman tersenyum lalu meraih tangan Rey meletakkan di pinggang Cinta dan tangan Cinta dia letak kan di dada Rey


"Aduh kenapa ini aku kenapa tatapan Rey aduh aku berdebar"batin Cinta menatap mata Rey


"Sengat lembut ya Rey"ujar paman tersenyum lalu Rey mencium bibir Cinta dengan lembut Cinta memejamkan matanya debaran itu semakin kencang saat Rey mulai memperdalam ciuman nya


"Paman senang lihat nya"ujar nya lalu berlalu oaman ke kamar tadi dia mengambil foto kedua yg berciuman dengan kamera jadul lalu meletakkan foto Cinta dan Rey yg berciuman tadi ke sebuah album keluarga dari nenek moyang mereka dulu yg saat berciuman di foto dan di tempel


"Kalian berdua memiliki takdir yg sama terlihat jelas di kening kalian"ujar nya tersenyum


Cinta jadi tersipu malu mengingat tatapan Rey tadi dia merenung tersenyum kecil menunggu Rey selesai mandi sudah lah Cinta tidak ingin memikirkan lebih jauh dia inginkan segera tidur menyisir rambutnya tapi cermin itu miring Cinta menyentuh nya dan ternyata bisa di balik dan ada foto keluarga Dapit di sana terlihat Delpin sudah di silang

__ADS_1


"Kenapa mau bilang sana Devan jika saya akan membantai keluarga mereka"suara datar Rey membuat Cinta menoleh


"Kamu ingin balas dendam"tanya Cinta


"Iya benar itu ada nya"ujar Rey datar


"Apa kamu tau di saat saya mengetahui jika kamu orang yg di cintai Devan rasanya saya ingin menyiksa mu sampai kamu menyesal telah mengenal Devan"ujar Rey dingin memegang leher Cinta membuat Cinta meneguk ludah amara di mata Rey sangat besar


"K...kenapa kamu tidak lakukan"ujar Cinta memberanikan diri


"Jika tidak papa mu memperingati saya mungkin ini wajah mu itu hancur karna saya pukul"ujar Rey mengangkat tangan ingin menampar Cinta


"Saya akan balas apa yg Devan dan keluarga nya lakukan pada saya Devan sampai kapan tidak bisa miliki kamu karna kamu ada di genggaman saya setelah dia tinggal sendiri saya akan mencampakkan mu"ujar Rey datar dan berlalu


"Dia sangat menakutkan tapi aku menyukai tatapan lembut nya itu bagaimana aku mendapatkan nya "ujar Cinta mengaruk kepala nya tidak gatal lalu menuju kasur untuk tertidur


###


Cinta menatap laptopnya paman Rey sudah pulang dia juga sudah kembali ke rumah ponselnya berdering Cinta melihat nya tertulis nama Devan tapi Cinta mengabaikan nya dia tetap pokus pada laptopnya


"Cibta"ucap Devan tiba-tiba masuk tentu Cinta terkejut


"Kak Devan"ujar Cinta berdiri


"Kamu benar benar ingin melupakan aku sekarang"ujar Devan murka


"Kak Devan pergi aku tidak mau melihat kak Devan lagi"ujar Cinta


"Kamu pikir bisa lolos begitu saja dari ku Cinta kamu itu hanya milik ku"ujar Devan memegang wajah Cinta


"Lepas kak"ujar Cinta mendorong


"Kamu berani menolak ku aku akan membunuh Rey"ancam Devan serius


"Aku ngak takut sama sekali karna apa Rey lebih menakutkan sebaiknya kak Devan hati hati terhadap Rey dan aku tidak percaya ini kak Devan"ujar Cinta dengan tatapan sendu


"Aku tidak main main Cinta sudah ku katakan kamu itu hanya milik ku"ujar Devan serius


"Oke lihat saja korban selanjutnya adalah Satria "ujar Devan pergi dengan membanting pintu Cinta terduduk lemas


###


Makan malam hanya ada kesunyian pikiran Cinta berkecamuk soal ucapan Devan jika dia benar akan mencelakai Satria bagaimana Cinta takut itu benar terjadi, tiba tiba Cinta merasa sentuhan kecil di kaki nya dan dia menoleh Rey menatap nya datar entah kenapa tatapan itu seperti memberi isyarat Cinta menatap mata Rey


"Mama mu memangil mu"ketus Rey membuat Cinta tersadar


"Iya kenapa ma"ujar Cinta


"Tidak jadi"ujar Naila berlalu menyelesaikan makan nya


"Emm pa aku mau bicara sesuatu sama Satria dan Arvin"ujar Cinta


"Papa tunggu di kamar"ujar Kenzo dan berlalu semua bubar Cinta merasa sepi sekarang ini


"Kamu itu sangat keterlaluan mama mu menanyakan kabar mu tadi karna kamu tidak menjawab dia kesal"ujar Rey menyudahi makan nya


"Rey tunggu "ujar cinta berdiri


"Aku mau melihat kelembutan mu lagi di mata mu"ujar Cinta serius


"Kamu jangan Cinta"ujar Rey pelan dan pergi karna Rey pergi Cinta segera menuju kamar papa nya


"Mau ngomong apa kamu"ujar Kenzo saat melihat Cinta duduk


"Aku mau mengatakan hal serius"ujar Cinta


"Aku dan kak Devan......Plak belum selesai Cinta menyelesaikan ucapannya Kenzo sudah menampar sangat keras Cinta menahan rasa sakit di pipi nya pertama kali dia di tampar oleh Kenzo


"Tidak cukup kah kamu sudah menyebabkan tante mu mati apa kamu mau semua keluar ini mati baru kamu menyadari kesalahan mu"ucap Kenzo tajam

__ADS_1


"Papa"lirih Cinta menetes kan air mata nya ternyata tidak ada lagi kepercayaan untuk diri nya dengan pelan Cinta melangkah keluar semua hanya diam


Cinta masuk ke kamarnya berbaring membelakangi Rey lagi memangku laptopnya Cinta menarik selimut sampai di kepala dia berusaha meredam suara nya dengan bantal dengan tangis nya lagi lagi dia mengalami rasa sakit itu dan kini papa nya yg tidak percaya lagi dengan nya Rey yg melihat bahu Cinta gemetar sudah tau jika wanita itu menangis


"Menangis lagi"ucap Rey santai Cinta membuka selimut duduk memegang bahu Rey


"Rey lihat wajah ku apa aku ini emang wanita tidak tau diri atau aku ini emang sangat jahat sehingga keluarga ku sendiri memusuhi ku padahal aku hanya ingin mengatakan aku sudah memutuskan hubungan sama kak Devan tapi papa menampar ku apa aku ini memang jahat"ujar Cinta menggoyang kan tubuh Rey dengan menangis


"Hei menangis ya menangis pakai goyang tubuh saya segala"kesal Rey


"Nih dada saya menangis lah tapi ingat ingus nya jangan nempel"ujar Rey mengingat kan


"Rey"ucap Cinta meninju dada Rey dengan kesal


"Kamu benar benar buat aku marah ya"kesal Rey meski begitu Cinta tetap memeluk Rey dengan erat menangis sesenggukan


"Awas ingus nya nempel"ujar Rey , Cinta mendongak menatap mata Rey entah sejak kapan mata Rey jadi penenang nya seperti ini di saat dia dalam terburuk lagi lagi Cinta merasa kan debaran itu meski sekarang dia lagi kacau


"Ck ck pantas menangis pipi nya merah"ujar Rey mencemooh


"Sakit lah papa yg menampar ku"ujar Cinta menyeka air mata dengan baju Rey


"Hei apa apaan kamu ini"kesal Rey menarik rambut Cinta agar menjauh


"Ihh sakit kamu suka sekali membuat ku jengkel"kesal Cinta menarik baju Rey untuk mereka mendekat sampai mereka seperti berpelukan


"Sial berdebar melulu pria satu ini menarik ku arti ketenangan "batin Cinta saat mata nya bertatap dengan Rey


"Kamu menipu ku ya mengatakan diri mu tidak normal padahal kamu itu sangat cabul"ujar Cinta mencibir


"Siapa mengatakan diri saya tidak normal"ujar Rey sebal mendorong Cinta


"Rey terimakasih kamu sudah membuat aku tenang"ucap Cinta tersenyum


"Aku mau bicara sesuatu pada Satria"ujar Cinta berdiri sebelum keluar kamar dia mencuci wajah nya dan menuju kamar Satria


Tok tok


"Kak Cinta"ujar Satria membuka pintu Cinta masuk


"Aku ingin bicara "ujar Cinta serius Satria menuju sofa nya di duduki Cinta


"Aku dan kak Devan"ujar Cinta menghentikan ucapannya ingin melihat reaksi Satria


"Kenapa kamu tidak marah"ucap Cinta


"Kakak mau aku tampar "ujar Satria mendengus


"Lanjutkan saja kak aku tau kak Cinta mengatakan hal serius jadi harus dengar dengan baik"ujar Satria


"Aku dan Devan sudah menyudahi hubungan kami meski dia tidak terima aku sadar atas kesalahan ku dan cinta kami tidak mungkin bersemi"ujar Cinta


"Aku ingin bicara pada mu mulai besok aku ingin mengundurkan diri di kantor dan besok kamu harus mengganti kan aku"ujar Cinta


"Kak kenapa begitu"ujar Satria kaget


"Satria please aku mau memperbaiki semua nya aku ingin mengejar maaf dari Arvin dan juga"ucap Cinta


"Ingin bahagia bersama Rey aku menerima nya sebagai suami ,aku ingin melayaninya segenap hati ingin mencintai nya"ujar Cinta


"Ahh kak Cinta menyebalkan"ujar Satria sebal


"Pokoknya besok kamu ke kantor titik"ujar Cinta berdiri


"Aghh sialan"teriak Satria kesal


"Ahh nyaman juga lepas dari tanggung jawab"gumam Cinta berbaring melirik Rey lagi lagi Cinta bisa berdebar saat Rey melirik nya membuat Cinta tersenyum malu dan dia memeluk pinggang Rey berusaha memejamkan matanya


"Rey kamu memang sosok yg hangat sama seperti Satria "ucap Cinta tersenyum

__ADS_1


"Kami mau main main pada ku"ujar Rey datar tapi Cinta tidak peduli dia mengerat kan pelukan nya Cinta pasrah terhadap Rey dari jiwa hati tubuh dan cinta serta pikiran nya dia menyerahkan semua nya dan akan menerima Rey


__ADS_2