Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
41


__ADS_3

Kenzo seharian mengajak Naila mengelilingi kota indah itu ya sekalian untuk liburan dan Kenzo sangat menjaga agar tidak kecapekan bahkan mereka membeli mobil yg besar agar Naila bisa istirahat dengan nyaman Naila sangat senang di manja oleh Kenzo entah lah mood nya sangat baik saat Kenzo memanjakan nya.Naila lagi duduk di pangkuan Kenzo di dalam mobil dengan menyenderkan kepalanya di dada Kenzo dan Kenzo menyuapi makan buah sopir mereka hanya di luar menunggu keduanya


"Tuan Kenzo aku ngak mau ya tuan cium terus di depan orang banyak malu tau di liat orang"ujar Naila mengunyah buah nya


"Malu kenapa di sini sudah terbiasa "ujar Kenzo


"Mau lihat"ujar Kenzo lalu memberi kode pada supir nya


"Aku ajak kamu ya "ucap Kenzo memberi kode mereka segera pergi


"Masak sih"ujar Naila jadi penasaran


"Bahkan ada yg lebih intim lagi"ucap Kenzo menyuapi Naila tidak lama mereka sampai di depan Bar


"Coba lihat"tunjuk Kenzo pada sepasang kekasih di jalan yg tengah berciuman


"Nah itu lihat"ucap Kenzo lagi menunjuk anak muda yg bercumbu


"Kok mereka ngak ada malu "ucap Naila tidak ingin menatap mereka


"Ya karna di sini sudah terbiasa seperti ini"ucap Kenzo membenarkan rambut Naila


"Apa tuan pernah tidur sama wanita lain"tanya Naila menatap Kenzo


"Pernah"jawab Kenzo enteng


"Apa"teriak Naila langsung mencubit dada Kenzo


"Aduh kenapa kamu suka sekali menyakiti ku"kesal Kenzo mengaduh


"Habis nya tuan bisa tidur sama wanita sedang kan aku tuan marah saat sama pria lain"kesal Naila


"Itu beda Naila Salsabila pria dan wanita jika soal tubuh itu beda entahlah beda aja"jawab Kenzo mengecup pipi Naila


"Tuan mau pulang pengap dalam mobil mulu"ujar Naila ,Kenzo segera mengajak Naila pulang


"Orang tua kita masih belum pulang"ucap Kenzo melihat rumah sepi karna kata mereka ingin nostalgia di kota itu


"Iya tuan"ujar Naila melihat sekeliling


"Bagaimana jika kita"ujar Kenzo memeluk Naila


"Ihh mau apa nanti aku sakit tau"ujar Naila tersenyum malu


"Hanya sebentar"ujar Kenzo mengankat tubuh Naila mengedong nya Naila tersenyum melingkar kan tangan nya di leher Kenzo


"Nampaknya aku mulai menyukai tuan Kenzo atau ini bawaan hamil"batin Naila menatap Kenzo

__ADS_1


"Ada apa menatapku "ujar Kenzo membaringkan Naila dengan pelan


"Tidak "ujar Naila tersenyum Kenzo jadi gemes sendiri mencium pipi Naila segera saja Naila mencium bibir Kenzo dia sangat suka dengan bibir Kenzo sampai bibir Kenzo merah karna Naila terus mengigit nya melihat itu Kenzo mengerti mood istri nya lagi bagus dia mulai pergerakan nya mencumbu istri nya Naila juga menerima tapi mereka harus lebih hati hati karna ada nyawa di perut Naila


Beberapa jam kemudian


Keduanya melepas dahaga bersama haus nya batin mereka masih dalam keadaan polos Naila membaringkan kepala nya di dada Kenzo dan dia memeluk Kenzo.Dan Kenzo hanya mengusap bahu Naila mengecup kepala Naila sekarang Naila lebih menunjuk kan rasa nya pada Kenzo menerima Kenzo


"Tuan aku ingin dengar kisah tuan"ujar Naila penasaran Kenzo mulai bercerita jika waktu sekolah dia sering berantem tauran pokoknya Kenzo saat sekolah dulu sangat bandel dan nakal pada saat kuliah dulu juga dia sering masuk penjara karna terus berantem yg lebih gila Kenzo pernah meniduri dosen nya tentu dengan uang dia miliki tanpa sadar Naila menangis sesenggukan


"Hei kenapa kamu menangis "ucap Kenzo menyeka air mata Naila


"Hiks hiks aku ngak suka dengar nya tuan berantem terus aku takut jadi nya"ujar Naila menangis


"Itu kan dulu sayang"ujar Kenzo pelan seketika Naila terdiam


"Bener nih tuan Kenzo sayang aku"ujar Naila tersenyum manis


"Iya aduh kamu ini gemes banget sih"ujar Kenzo terkekeh menindih Naila lagi mendekat kan wajah nya ingin mencium Naila dan Naila memejamkan matanya saat bibir mereka akan menyatu Naila membuka mata nya mendorong pelan dada Kenzo


Hoek Hoek


Naila ke samping kasur memuntahkan cairan bening Kenzo jadi panik dia mengusap tengkuk Naila


"Nai kamu baik baik saja"ucap Kenzo cemas


"Tuan "ujar Naila berbalik


"Iya tapi jangan seperti ini kamu bisa habis aku lahap"ucap Naila jahil melirik ke bawah


"Kamu ya nakal"ujar Kenzo mencubit pipi Naila dan mengecup nya


"Aku cari dulu ya kamu di sini aja aku mandi setelah itu berangkat"ujar Kenzo mencium sudut bibir Naila lalu melepas kan tangan Naila dia segera ke kamar mandi


Naila selama Kenzo mencari yg asam dia membersihkan kamar nya apa lagi bekas dia muntah dan membereskan tempat tidur nya lalu Naila mandi membersihkan tubuhnya yg sedikit ada kemerahan selalu begitu jadi Naila menggerai rambut nya turun ke bawah Naila membuka kulkas mengambil makanan yg di simpan Sakira kemarin


Kenzo mencari semua nya terutama dia mencari di google makanan asam untuk ibu hamil setelah itu dia membeli nya setelah dapat semua Kenzo segera pulang


"Nai kok malah di dapur"ujar Kenzo mengecup bibir Naila


"Aku siapin sambel nya"ujar Naila mengambil sambel nya lalu duduk di sofa bersama Kenzo


"Aku kupasin"ujar Kenzo ikut duduk dan mulai mengupas buah


"Tuan tau ngak Dita"Naila teringat dengan Dita


"Ck aku sedih ngak ada Dita di sini aku bahagia padahal semasa sekolah dulu kami sama sama dia selalu mengajak ku makan buah di pasar"ujar Naila sedih

__ADS_1


"Dita kerja kamu jangan menganggu nya"ujar Kenzo mencuci buah nya langsung saja Naila mengambil buah nya dan memakan nya Kenzo menemani Naila


"Lihat ini"ujar Kenzo meletakkan buah nya di mulut nya lalu menempelkan di bibir Naila mereka mengunyah nya dan saling pandang ada gelak tawa dari kedua nya merasa lucu


"Enak"tanya Kenzo tersenyum tipis


"Lebih suka senyum tuan Kenzo"ujar Naila mengaruk telinga nya dan mengecup pipi Kenzo


"Kamu ya"ujar Kenzo senang memeluk Naila


"Tuan suka kan"goda Naila memeluk leher Kenzo


"Semakin berani istri ku ini"kekeh Kenzo lalu menunjuk bibirnya


"Cium"ujar Kenzo


"Senyum dulu dong"ujar Naila tersenyum seketika Kenzo tersenyum dan Naila langsung mencium bibir Kenzo mereka hanya terdiam sampai Kenzo memiringkan kepalanya mencium Naila lebih dalam Naila mengerat kan pelukannya pada leher Kenzo memejam mata


"Ya ampun kok dunia gelap ya"pekik Sakira membuat kedua nya kaget dan saling pandang


"Ssstt diam"ujar Kenzo tersenyum melihat rona pipi Naila


"Malu"lirih Naila memeluk Kenzo yg mengecupi wajah nya


"Aduh aduh kayak dunia milik sendiri"ujar tuan Mahendra duduk


"Malu tau ma ayah "ujar Naila cemberut Nandira duduk dia terdiam


"Wah siapa yg buli"ujar Sakira mengambil buah nya setelah itu dia meringis karna asam yg dia rasa


"Aku buat sambelnya tuan Kenzo cari buah nya enak lho ma"ujar Naila memekan nya


"Bun kok hanya diam"tanya Naila heran Nandira menangkup wajah


"Hei tua dasar kamu ini udah tua masih aja baper"ejek Sakira mendorong bahu Nandira


"Biasa tuh Nai dia teringat sama ayah kamu karna dulu saat dia hamil kamu sama tuan Arthur memperlakukan dia sangat manja jadi dia kayak nostalgia"ujar tuan Mahendra tersenyum


"Maaf ya bun"ujar Naila berdiri lalu memeluk Nandira


"Ngak papa sayang bunda senang hanya saja bunda teringat ayah kamu"ucap Nandira mengecup wajah Naila


"Ayo makan sama sama"ujar Naila mengambil buahnya


"Tidak kamu saja"tolak Sakira karna dia tau asam rasanya


"Aku mulai mual ma jadi mau makan asaman"ujar Naila

__ADS_1


"Kenzo lebih perhatikan istri kamu karna saat hamil dia butuh kamu"ujar tuan Mahendra


"Iya ayah aku ngerti "ujar Kenzo paham karna Naila juga menjelaskan masa kehamilan itu seperti apa


__ADS_2