Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
lamaran


__ADS_3

Dalam waktu satu tahun telah berlalu begitu cepat Satria tetap mencari Tania bahkan dia keluar kota mencari di penjuru kota X tapi hasilnya nihil Tania begitu sulit untuk Satria temukan.Karna lama nya Satria tidak ada kabar Devan tidak bisa menunda itu lagi selama itu menjalin hubungan sama Cinta yg ada nanti semua nya terbongkar karna jujur Tania sering kali memergokinya melihat laptop Cinta kadang Tania bertemu Devan pada saat bertemu dengan adik nya itu sangat membahayakan Devan karna setau Cinta Devan hanya hidup sebatang kara tidak punya siapa siapa


Hari ini Devan bertemu dengan keluarga besar Mahendra untuk melamar Cinta tentu Devan harus bisa mengambil hati nya Naila dan Kenzo rencananya sangat sempurna dia sudah lama merencanakan ini semua sejak lama jadi tidak mungkin gagal


"Motor ini sangat tidak enak untuk di pandang"ujar Devan melihat motor terparkir berniat ingin menyingkirkan nya


"Jangan kak ini motor kesayangan Satria dia meninggalkan sejak berada di luar kota dia bisa marah besar jika kak Devan merusak nya"ujar Cinta menahan tangan Devan


"Baik lah maafkan aku"ujar Devan lalu mereka masuk


"Selamat siang om tante"ujar Devan mencium tangan Naila dan Kenzo


"Siang"ujar Kenzo melipat kaki nya


"Ini pa ma kak Devan"ujar Cinta ikut duduk


"Ohh ini nama nya Devan"ujar Naila menilai


"Iya tante seperti yg di bilang Cinta kita langsung saja ya jika aku berniat ingin menikahi Cinta"ujar Devan serius


"Saya sudah banyak tau mengenai mu dari Cinta dan dosen yg lain di kampus "ujar Kenzo serius


"Saya terserah Cinta karna kalian juga saling mencintai kami tidak bisa melarang akan hal itu yg penting Cinta nya bahagia"ujar Kenzo


"Tapi jangan sesekali kamu menyakiti Cinta karna saya tidak pernah suka itu"ujar Kenzo memperingati


"Om tenang saja aku sangat mencintai anak om aku ngak akan pernah menyakiti nya"ujar Devan tersenyum


"Jadi papa terima lamaran kak Devan"ujar Cinta menatap Kenzo


"Ya kami terima"ujar Naila


"Terimakasih ma"ujar Cinta memeluk Naila


"Iya sayang kamu udah besar mengambil keputusan sendiri "ujar Naila tersenyum mencium kening Cinta


"Benar kami sangat sayang pada mu jadi kami akan berusaha melakukan yg terbaik "ujar Kenzo mengusap kepala Cinta


"Bagus ini awal dari kehancuran kalian"batin Devan tersenyum licik


"Soal lamaran kami hanya ingin menghadirkan pihak keluarga jika nanti pernikahan baru kami akan membuat acara yg mewah"ujar Kenzo


"Iya om ngak papa aku juga terserah kalian karna aku ngak ada keluarga untuk di undang"ujar Devan


"Lalu bagaimana dengan Satria"ujar Cinta


"Mama udah bicara pada nya kata nya pada saat nikah aja dia pulang "ucap Naila


"Ohh ya sudah kalian atur aja aku ikut aja sama kak Devan"ujar Cinta tersenyum


"Om bisa tidak pernikahan kami di percepat hubungan kami berdua sudah lama terjalin Cinta terlalu lama menjanjikan ini"ujar Devan serius


"Oke bisa lamaran besok dan pernikahan nya bisa kita atur nanti"ujar Kenzo setuju dia juga takut mereka melakukan apa yg tidak diinginkan


"Terimakasih om"ujar Devan tersenyum


"Cinta suruh asisten mu kemari mama mau mengatur acaranya mama butuh bantuan"ujar Naila


"Iya ma"ujar Cinta lalu mengetik pesan nya

__ADS_1


"Aku sih mau nya pernikahan nya satu minggu setelah lamaran"ujar Devan ,Kenzo terdiam apa nya secepat itu


"Om tenang saja aku udah sepakat sama Cinta jika kami akan tinggal bersama kalian"ujar Devan itu untuk melancarkan rencananya


"Baik lah saya setuju"ujar Kenzo


###


Acara untuk besok Naila sudah menyiapkan nya meski hanya pihak keluarga tapi Naila ingin semua nya nampak sempurna untuk melepas anak nya itu Naila sudah menulis apa saja yg akan di siap kan untuk lamaran nanti


"Selamat siang nyonya"ujar Tania hormat Naila mendongak dan tersenyum


"Tania"ujar Naila karna dia belum pernah ketemu sama asisten anak nya ini meski kerja udah lama


"Iya nyonya saya Tania asisten nona Cinta apa ada yg bisa saya bantu"ujar Tania


"Ahh iya Tania kamu bisa siap kan ini karna besok Cinta akan melakukan lamaran"ujar Naila menyerah kan kertas itu Tania membacanya tidak terlalu sulit untuk Tania


"Bisa nyonya"ujar Tania tersenyum


"Segera kamu laksana kan"ujar Naila


"Baik nyonya jika begitu saya permisi "ujar Tania lalu permisi Tania memasukkan kertas itu dan berjalan pelan dia melihat Cinta bicara pada seseorang Cinta menuju arah Tania


"Tan kenalin adik ku Arvin"ujar Cinta tersenyum Tania terpaku menatap Arvin bayangan menyakitkan itu kembali berputar di otak Tania dia mengeleng pelan


"Tan"ujar Cinta dia sudah dekat dengan Tania


"Emm sosok mu seperti tidak asing tapi di mana ya"ujar Arvin mengingat


"Ya tentu dong dia kan asisten ku"ujar Cinta


"Nona saya permisi ada tugas dari nyonya"ujar Tania


"Iya silahkan "ujar Cinta,Tania segera pergi menuju mobil nya dan masuk Tania termenung air matanya menetes masa lalu nya sangat menyakitkan menghancurkan harapan nya menghancurkan masa depan nya karna kejadian itu Tania pernah mengalami trauma itu semua penyebab nya adalah Satria soal sekolah Tania dulu orang tua nya memohon sangat pada kepala sekolah agar tidak mengeluarkan dan hanya di pindahkan akhirnya kepala sekolah setuju dan memindah kan Tania itu kenapa dia bisa sekarang ini jadi seperti ini


"Tidak jangan pernah mengingat nya lupakan masa lalu"ujar Tania menghapus air mata nya lalu dia melajukan mobilnya


###


Lamaran Cinta berjalan dengan tanpa hambatan Cinta dan Devan resmi bertunangan meski sedikit engan melepaskan Cinta tapi Kenzo tetap harus bisa merelakan anak nya karna anak nya punya kehidupan tersendiri pihak keluarga juga menyiapkan pernikahan sesempurna mungkin


Satria sangat kesal pada Arvin karna dia harus naik taksi untuk pulang karna Naila bilang Arvin yg menjemput Satria di bandara tapi setelah satu jam menunggu tidak ada kehadiran Arvin sampai Satria memutuskan untuk pulang Satria akan menghajar Arvin Nanti


"Ma kemana sih Arvin aku nunggu sampai pegel"kesal Satria masuk Naila hanya tersenyum memeluk Satria


"Kenapa sih baru datang marah marah aja"ujar Naila tersenyum


"Biasa tuh "ujar Kenzo menatap dengan kesal


"Tante mama Arvin senagaja mengerjai ku sampai menunggu nya dengan pegal"ujar Satria kesal


"Lho bukan nya dia udah pergi satu jam yg lalu"ujar Dita heran


"Masak sih anak itu menyebalkan sekali "kesal Satria dia terdiam sejenak


"Arvin tidak pernah lalai seperti ini kemana dia"batin Satria


"Ini dia baru kirim pesan kata nya ada kerjaan di luar kota yg mendesak jadi dia ngak bisa datang nanti nya"ujar tuan Arthur menunjuk kan ponselnya

__ADS_1


"Kalian kenapa sih pas kemarin Satria yg ngak ada sekarang pas nikah malah Arvin yg ngak ada"ujar Cinta


"Dia gimana sih orang mau nikah hari penting malah pergi gitu aja apa lebih penting pekerjaan dari pernikahan kak Cinta"ujar Satria sebal


"Iya juga Arvin tidak pernah seperti itu mengabaikan keluarga hanya sekedar pekerjaan nya"ujar Dita


"Mungkin memang mendesak tan"ujar Devan ikut bicara


"Kita lanjut siapin acara udah sangat mepet banget lusa udah harus siap"ujar Kenzo


"Iya udah aku tarok barang ku dulu"ujar Satria lalu naik ke lantai atas


"Sayang aku pulang sebentar mau ambil berkas persiapan pernikahan"ujar Devan


"Iya kak"ujar Cinta,Devan segera pamit menuju suatu tempat


Plak


Devan menampar Arvin yg di ikat di kursi Devan tersenyum puas menatap Arvin yg babak belur


"Sialan kamu lepaskan aku bedebah"teriak Arvin marah


Plak


"Diam kamu"ujar Devan menarik rambut Arvin ke atas


" kamu ingin menghancurkan rencana ku bertahun tahun yg sudah aku susun sejak lama cih itu tidak akan terjadi "ujar Devan tersenyum jahat


"Hahaha pak Devan opss salah Devan"ujar Arvin tertawa


"Kamu tidak mengetahui akan satu hal meski kamu melabuhi semua orang tapi kamu salah menahan ku di sini apa kamu tau Satria seperti apa jika aku menghilang seperti ini dia akan mencari ku dan aku yakin dia akan menemukan ku jadi kamu bersiap rahasia mu terbongkar"ujar Arvin tertawa


"Sialan"teriak Devan lalu menendang Arvin sampai Arvin terjatuh


"Aku tidak akan membunuh mu aku mau kamu menyaksikan kehancuran keluarga mu"ujar Devan tertawa puas lalu berlalu


"Aghh aku harus apa"ujar Arvin kesal dia terikat sangat kuat


Flashback


Di saat Tania mengantar kan pesanan Naila dia menatap Arvin yg nampak sangat dekat dengan Cinta mereka terlihat penuh kasih sayang jadi Tania terpikir tentang kecurigaan nya


"Tuan Arvin"ujar Tania di saat Arvin melintas


"Iya"ujar Arvin


"Boleh saya bicara sesuatu "ujar Tania


"Boleh mari"ujar Arvin mengajak Tania ke taman


"Tuan Arvin saya ingin mengatakan soal pak Devan"ujar Tania dia berusaha menahan rasa sakit nya di saat menatap Arvin karna mengingat kan nya soal Satria


"Ada apa"ujar Arvin serius


"Saya pernah melihat pak Devan seperti berusaha melihat data rahasia perusahaan saya juga pernah melihat pak Devan bicara soal keluarga pada seorang laki-laki tapi nona Cinta bilang jika pak Devan sebatang kara ini foto nya"ujar Tania memberikan foto Devan yg lagi bicara pada seseorang Arvin memperhatikan nya


"Saya juga dengar jika pria itu memanggil pak Devan dengan kata kak"jelas Tania


"Coba aku selidiki sebentar terimakasih soal informasi nya"ujar Arvin lalu berlalu setelah mengambil foto itu Arvin mulai menyelidiki nya sesuai insting nya yg sering mengintai orang dia menemukan indentitas adik Devan yg ternyata anak nya Dapit dengan cepat Arvin mengetahui informasi ternyata Dapit memiliki 4 orang anak pernikahan nya dengan Dela memiliki anak 3 pertama Devan kedua Devin ketiga Sela dan anak nya terakhir bernama Delpin itu dari pernikahan nya dan Clara ya sekarang ini Clara menjadi istri nya Dapit setelah peristiwa itu mereka menikah,Arvin sangat terkejut akan hal itu dia ingin memastikan akan hal itu sesempurna itu rencana Devan jadi diam diam Arvin mengikuti Devan yg datang ke rumah Dapit dan menyaksikan semua nya tapi sayang Devan menyadari kehadiran Arvin tapi Devan membiarkan Arvin pergi setelah Naila menyuruh Arvin menjemput Satria di saat itu Devan menculik Arvin agar Arvin tidak bicara karna belum punya kesempatan bicara pada keluarganya karna sibuk menyiapkan acara itu jadi Arvin ingin membicarakan nya pada Satria

__ADS_1


__ADS_2