
Satria sudah datang pagi sekali karna dia banyak pekerjaan dan harus menyelesaikan berkas nya memeriksa email serta ada beberapa meeting sejauh ini Satria juga belum sarapan karna dia sangat sibuk dia membaca beberapa berkas meja nya sudah penuh dari dokumen
Tok tok
"Masuk"ucap Satria tampa menatap yg masuk
"Tuan ada beberapa berkas yg harus di tanda tangani "ucap nya masuk
"Letakkan nanti saya periksa ohh ya kamu panggil kan Tania ada berkas yg harus saya tanya"ucap Satria serius
"Maaf sebelumnya tuan tadi bu Tania izin sama saya untuk tidak masuk hari ini"ucap nya
"Kenapa"ucap Satria cepat menatap nya
"Jika alasan nya saya kurang tau tuan karna saya tanya juga bu Tania tidak bilang"jelas nya
"Baik kamu bisa kembali bekerja "ujar Satria lalu dia pergi
"Ck kenapa Tania tidak menjawab telpon ku sih"kesal Satria
"Dia tidak akan menjawab telpon ku mending aku telepon kan Cinta saja"ucap Satria lalu menelpon Cinta
"Halo kak"ucap Satria saat mendengar suara Cinta di telepon
"Ada apa Sat"ucap Cinta
"Kak tanya dong kenapa Tania izin hari ini ngak masuk kerja aku cemas"ucap Satria
"Tidak masuk lagi"ucap Cinta
"Ahh anak itu"ucap Cinta lagi lalu menyambung kan nya menelpon Tania baru dua dering Tania sudah menjawab
"Iya nona"ucap Tania serak
"Tania saya dengar kamu tidak masuk lagi hari ini"ucap Cinta serius
"Iya nona maafkan saya hari ini saya izin lagi "ucap Tania pelan
"Tania selama satu bulan ini kamu sudah banyak izin nya hanya kamu yg saya izinkan setiap jam makan siang kembali nya 30 menit telat karna kamu ingin ketemu dengan pacar mu dalam satu bulan izin kamu udah berapa kali izin kamu perlu ingat Tania kamu itu asisten direktur kamu di gaji puluhan lipat dari karyawan biasa karna tanggung jawab mu besar"ucap Cinta
"Iya nona maafkan saya"ucap Tania
"Apa ini soal Satria"ucap Cinta
"Tidak sama sekali nona sekali lagi maafkan saya"ucap Tania
"Tania saya sebagai kakak Satria memohon maaf atas apa yg dia lakukan tapi ini juga awal dia kerja saya minta kamu dampingi dia "ucap Cinta
"Siap nona saya akan melakukan yg terbaik tidak akan mengecewakan anda"ujar Tania
"Ya sudah jika begitu"ujar Cinta memutus kan sambungan telepon nya Satria juga mendengar kan dan merenung kenapa Tania sampai mau izin
"Hah aku harus ke kantor "ujar Tania menghembuskan nafasnya mata nya bengkak karna menangis semalaman dia tidak tertidur semalam karna tanggung jawab Tania segera ke kantor tanpa sarapan
Tok tok
"Masuk "ucap Satria
"Anda memanggil saya pak"ucap Tania masuk berusaha tegar menatap sosok yg membuat hidup nya susah tidak dapat jodoh
"Iya benar aku menanyakan beberapa berkas"ucap Satria tersenyum lalu mendongak menatap Tania terlihat wajah Tania tidak semangat matanya sedikit sayu
"Ohh ya apa kamu sangat bahagia sampai tidak ingin masuk hari ini"ujar Satria santai
"Tenang Tania jangan sampai preman sekolah ini tau apa yg terjadi pada mu"batin Tania
__ADS_1
"Ahh iya pak benar sekali langsung saja pak pada pekerjaan karna saya tidak ingin membagi apa apa sama bapak"ujar Tania berusaha tegar
"Wah kayak nya kamu kelaparan ya Tania"ucap Satria mengerti saat mendengar bunyi perut Tania
"Karna aku juga belum sarapan kamu beli kan aku sarapan sama kamu juga baru kita kerja"ujar Satria
"Baik pak"ujar Tania lalu pergi Satria kembali lagi pokus dengan berkasnya
"Ck aku lupa makanan apa yg di suka preman sekolah itu"gumam Cinta kebingungan mau memesan apa dia memesan sesuai selera nya saja setelah selesai dia kembali ke ruangan menyiapkan makan untuk bos nya itu
"Silahkan pak"ucap Tania saat semua siap
"Iya "ucap Satria meraih mangkuk di depannya dan memakan dengan tangan nya sesekali mengetuk di laptopnya Tania juga ikut sarapan
"Tania apa kamu tidak pernah ikut saat keluarga Mahendra mengadakan acara"tanya Satria karna dia tidak pernah melihat Tania
"Itu bukan kerja saya jadi saya tidak akan menjawab yg bukan pekerjaan saya"ucap Tania cepat Satria mendengus kesal melanjutkan makan nya
"Tania saya mau menanyakan soal berkas ini"ujar Satria setelah mereka makan Tania mengambil nya lalu menjelaskan Satria tersenyum kecil menatap wajah Tania yg serius penuh ketegasan itu sungguh Tania sangat cantik di mata Satria
"Bagaimana soal kerja sama kita dengan pak Reno karna kita akan mengadakan meeting pertama dengan nya jika pun kita membatalkan kerjasama ini maka kita akan mengganti rugi "ujar Satria serius
"Benar itu ada nya pak kita akan tetap menghadiri meeting nya bapak tenang saja saya akan selalu waspada meksi pun dia ingin berbuat macam macam saya akan bertindak"jelas Tania
"Emang kamu bisa"ujar Satria tersenyum
"Tidak pak cuman dulu saya di beri alat listrik oleh tuan besar untuk menjaga keselamatan nona Cinta jika ada yg tidak di inginkan terjadi maka saya selalu membawa di saat keluar dan selalu saya bawa"jelas Tania
"Bagus jika begitu kamu boleh pergi"ujar Satria tersenyum
"Baik pak saya permisi"ujar Tania lalu mengundurkan diri
"Kamu sangat cantik Tania semakin manis ingin aku memakan mu"gumam Satria tersenyum
####
"Pak sudah sampai"ucap Tania lalu membuka pintu buat Satria mereka masuk
"Silahkan pak"ucap Tania membuka kan pintu ruang VVIP lalu Satria masuk
"Selamat malam tuan Satria"jabat pak Reno di samping nya ada seorang pria muda dan wanita muda sedangkan pak Reno usia nya kira kira 35 ke atas
"Malam saya tidak suka basa basi langsung saja"ujar Satria datar mereka memulai meeting dengan sangat lancar
"Wah saya tidak menyangka jika lebih hebat tuan dari pada nona Cinta"ujar pak Reno
"Maaf pak nona Cinta atasan saya"ucap Tania sebal dia tidak terima ada yg menjelekkan Cinta biar gimanapun Cinta sangat baik pada nya
"Kamu hanya asisten "tegur pak Reno
"Itu benar ada nya dan jangan memprovokasi persaudaraan kami "ujar Satria meminum soda kara ada juga beberapa minuman selain soda
"Tidak begitu tuan"ucap nya
"Bagi saya dia adalah kakak saya bukan pesaing saya kami saling menyayangi soal harta kami kerja sama mengumpulkan nya dan menghabiskan nya"ujar Satria menyilang kan kaki nya
"Ahh baik jika begitu untuk merayakan kerja sama kita mari kita nikmati dulu"ujar nya mengankat botol alkohol itu Satria menatap nya dia takut mabuk karna kejadian malam itu apa lagi ada Tania yg ada Tania menganggap nya remeh jika Satria mabuk dengan satu gelas
"Hari sudah malam saya pulang"ujar Satria berdiri
"Saya tidak sangka seorang Mahendra tidak ada keberanian nya jika nona Cinta tidak pernah mabuk sama hal dengan nona apa nona Cinta juga sama suka"ujar nya menggantung kalimat nya mencium wanita di samping nya pria ini membuat amara Satria benar keluar yg ada dia habis di hajar Satria
"Apa anda bisa memancing saya"ujar Satria
"Apa anda takut seorang Mahendra takut mabuk"ujar nya tertawa geli
__ADS_1
"Saya yg akan mewakili"ucap Tania langsung meneguk alkohol itu sampai Satria melongo di buat nya Tania duduk
"Baik"ujar pak Reno tersenyum puas menuang kan alkohol nya Tania menatap melampiaskan kesakitan nya dengan minimum itu 2 botol sudah habis Tania menahan mabuk nya sedangkan pak Reno malah mabuk
"Sayang"ucap nya meraih wanita itu menciuminya, Tania mengeleng pelan Satria tidak bereaksi karna binggun dengan keadaan
"Sayang"ujar pria itu memegang bahu Tania seketika saja Tania memberi kan sengatan listrik pada pria itu samapi pria itu jatuh pingsan
"Mau macam macam sama saya"ujar Tania berdiri menetralkan penglihatan nya
"Breksek"pekik Tania mengcengkram baju Satria
"Karna kamu kehidupan ku hancur "teriak Tania
"Kamu mabuk Tania"ujar Satria merangkul Tania keluar
"Ya aku melepaskan semua kesakitan ku aku sakit menderita karna kamu bajingan kamu sangat jahat pada ku menghancurkan aku"ujar Tania lalu muntah di baju Satria
"Ya ampun kamu benar benar"kesal Satria dia melihat ada pelayan hotel
"Mbak pesan kan kami kamar asisten saya mabuk"ujar Satria
"Tunggu sebentar pak"ujar nya berlalu
"Kamu mau apa hah aku akan menghajar mu"ujar Tania sempoyongan ingin memukul Satria tapi yg dia pukul hanya udara karna penglihatan nya
"Ini pak kunci nya"ujar nya Satria mengambil nya dan merangkul Tania lagi
"Aku sangat membenci mu menghancurkan aku"ujar Tania memukul punggung Satria dengan keras
"Ayo cepat istirahat"ujar Satria melempar Tania ke kasur
"Aku belum selesai"ujar Tania berdiri mengcengkram baju Satria
"Apa kamu tau bajingan karna kamu aku di caci di hina bahkan di rendah kan karna kamu sialan aku seperti ini kenapa kamu menghancurkan aku hah kenapa"teriak Tania memukul terus punggung Satria
"Tania maafkan aku "ujar Satria lirih dengan kelembutan menatap Tania dengan cinta merasa itu Tania malah melihat Rio
"Rio aku mencintaimu jangan tinggalkan aku"ujar Tania memeluk Satria dengan erat sampai Satria jatuh ke kasur
"Lakukan sesuka hati mu karna aku juga sudah hancur"ucap Tania menindih Satria
"Tania sadar jangan jangan terus menempel OMG aku tergoda"pekik Satria mengeram saat Tania terus menekan dada nya lalu mata Satria melotot saat Tania menempel kan bibir mereka
"Aku berikan ciuman pertama ku pada mu opss salah ciuman pertama ku di miliki preman sekolah ini ciuman kedua ku tapi tidak apa Rio sama saja sama seperti ciuman pertama ku"ujar Tania tersenyum
"Menyingkir"ujar Satria mendorong Tania ke samping
Hoek huk huuk
"Ya ampun kamu muntah lagi di baju ku"ujar Satria dia berdiri Satria melepaskan jas nya membasuh muntah Tania yg terus muntah ternyata Tania terkapar tidak sadar kan diri
"Aku harus mengganti baju nya"ujar Satria lalu keluar
"Mbak bantu saya mengantikan baju asisten saya"ujar Satria
"Ohh baik pak"ujar nya ikut Satria masuk
"Bersih kan juga badan nya"ujar Satria lalu masuk ke kamar mandi melepaskan kemeja nya dan mencuci yg kotor setelah itu Satria mengibas kan nya supaya kering Satria keluar dengan baju kaos nya
"Mbak pakai kan kemeja saya dan jas saya aja pada asisten saya"ujar Satria memberikan kemeja dan jas nya wanita itu cekatan membersihkan kan tubuh Tania sedangkan Satria ke kamar mandi
"Pak sudah selesai "ujar nya mengetuk pintu kamar mandi
"Terimakasih kamu boleh pergi"ujar Satria membuka pintu wanita itu segera pergi
__ADS_1
"Kamu begitu mencintai kekasih mu itu semoga kamu bahagia selalu"ujar Satria tersenyum getir memandang Tania yg di balut selimut tebal lalu Satria berbaring di sofa melipat tangannya di dada memejamkan matanya ikut tertidur