Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
50


__ADS_3

Dita awal nya ingin menyaksikan Arvin menikah tapi ternyata tidak sesuai harapan dia kira dia tetap bisa berpura- pura tersenyum tapi nyatanya hati nya tidak mampu menahan rasa sakit itu Dita pergi tidak tahan dia menangis menahan sesak di hati nya Dita tidak mampu melihat itu semua dia pulang dengan derai air mata menangis sepuas-puasnya di kamar nya itu membayangkan bagaimana jadi nya kehidupannya bersama Arvin


Arvin hanya terdiam di saat Dela sudah menjadi istri nya Arvin tidak bisa apa apa karna bunda nya terlalu memaksa tadi dia melihat Dita tapi sekarang Arvin tidak melihat Dita lagi dia ingin menelpon juga tidak di beri kesempatan karna acara resepsi nya di mulai banyak juga para media yg menyorot pernikahan Arvin dan Dela


"Sayang lihat Arvin kenapa dia seperti mencari sesuatu"bisik Kenzo melihat pandangan Arvin


"Mungkin mencari siapa aja tuan ngak mungkin kan dia mencari wanita lain"ujar Naila santai menepuk punggung Cinta


"Aku merasa aneh tatapan Arvin apa dia ke paksa nikah sama Dela"batin Kenzo merasa heran


"Sayang makasih ya mau memenuhi keinginan bunda sekarang bunda merasa sangat bahagia"ujar Nandira memeluk Arvin


"Iya bun"ujar Arvin tersenyum


"Tuan Arvin jelas kan mengenai sosok istri anda ini"ujar wartawan bertanya


"Dia hanya sosok sederhana cantik manis dan juga mengemas kan aku sangat mencintai nya istri ku ini selalu aku cintai sampai kapan pun itu"ujar Arvin tersenyum tapi dia menjelaskan mengenai Dita bukan Dela


"Makasih sayang"ujar Dela memeluk lengan Arvin menyadar kan Arvin


"Wah tuan Arthur pasti bahagia melihat anak anak nya telah bahagia kami turut senang tuan"ujar nya


"Iya terimakasih atas doa dan dukungannya "ujar Arvin tersenyum ramah lalu pesta pernikahan di lanjutkan


###


Setelah pesta selesai Arvin melepaskan rasa lelah nya dia menyenderkan tubuhnya di ranjang mengambil ponselnya mengirim pesan pada Dita tapi terlihat Dita tidak aktif Arvin menelpon Dita dan benar nomor Dita tidak bisa di hubungi


"Dita apa kamu baik baik saja"gumam Arvin cemas


"Separuh rencana sudah selesai dasar tante Nandira bodoh dia ngak tau ini awal dari kehancuran keluarga nya"gumam Dela tersenyum jahat


"Arvin"ujar Dela dengan pakaian seksinya duduk di dekat Arvin


"Kamu capek"ujar Dela menyentuh bahu Arvin


"Iya aku mau istirahat"ujar Arvin menarik selimut lalu berbaring Dela ikut berbaring memeluk Arvin


"Ini malam pertama kita lho"bisik Dela dengan mesra Arvin tidak bergeming dia memejamkan matanya di pikiran nya hanya Dita Dita dan Dita


"Arvin"bisik Dela lagi semakin intim


Dret dret


Arvin replek duduk meraih ponsel nya berharap Dita yg menelpon tapi ternyata bukan itu dari Ririn


"Iya Rin ada apa"ujar Arvin serius


"Dok Maaf menganggu waktu nya tapi di rumah sakit ini membutuhkan tenaga dokter ada kasus kecelakaan bus jadi ada berbagai pasien darurat untuk di operasi saya tidak bisa sendiri pasien nya terlalu banyak" jelas Ririn seperti cemas


"Baik saya akan ke sana"ujar Arvin lalu berdiri mengabaikan Dela,Arvin meraih tas dokter nya


"Ada tugas aku harus pergi"ujar Arvin lalu pergi


"Arvin tunggu"ujar Dela mengejar


"Wah apa di tinggal malam pertama ya ampun Arvin ini aku aja yg gila kerja ngak pernah tuh ninggalin istri ku"ujar Kenzo yg lagi membawa air minum

__ADS_1


"Malam ini memang lolos tapi aku tidak menyerah memenuhi keinginan bunda untuk punya cucu"ujar Dela kesal Kenzo berdecih


"Kenzo"panggil Dela mendekat


"Apa kamu mau mengantikan Arvin maksud ku apa kamu mau menemani ku malam ini"ujar Dela merayu Kenzo


"Gila ya"sentak Kenzo kesal


"Aku tidak minat tubuh jelek mu itu tubuh istri ku lebih menggoda cih memalukan"ujar Kenzo jijik lalu pergi


"Dia tidak pernah berubah"gumam Kenzo masuk ke kamar


"Wajah nya kesal kenapa"ujar Naila menguap


"Tidak ada hanya saja"ujar Kenzo teringat sesuatu melirik anak nya


"Sayang aku merasa malam ini sangat panas"ujar Kenzo tersenyum manis


"Kenapa lagi aku capek ngurus cinta tuan"ujar Naila memejamkan mata


"Ck tidak perlu susah sayang aku yg bekerja "ujar Kenzo terus mendekat


"Tuan ini aku ngak mau"tolak Naila menarik selimut Kenzo


"Hei emang kamu tidak mau memenuhi kebutuhan ku udah lama lho"ujar Kenzo mendesak


"Menyebalkan sekali lakukan sesuka hati mu aku mau tidur"kesal Naila


"Siap"ujar Kenzo langsung saja menindih Naila dan tanpa aba aba mencium bibir Naila dan benar tidak menghiraukan Kenzo dia memejamkan matanya tapi lama lama perlakuan Kenzo membuat Naila tidak tahan di saat Kenzo mencium bibirnya Naila malah mengusap tengkuk Kenzo merasakan itu ada tanda dari Naila langsung saja Kenzo bereaksi lebih cepat akhirnya Kenzo melepaskan rasa rindu nya bersama Naila


###


Kenzo menatap istri nya yg polos dengan penuh mata puas memang sangat beruntung dia memiliki Naila,Kenzo mencium kening Naila begitu penuh cinta membangun kan Naila yg terlelap


"Wah wajah nya sampai berseri seperti itu"sindir Naila membuka mata


"Iya dong mau lagi"ujar Kenzo tertawa


"Ihh tuan Kenzo nyebelin "ujar Naila duduk


"Tuan aku mau mandi dulu cinta nya jagain dulu"ujar Naila mengambil baju nya yg tergeletak


"Tunggu sebentar "ujar Kenzo memeluk pinggang Naila


"Kamu terlihat sangat seksi sayang"ujar Kenzo membelai wajah Naila


"Jangan goda aku terus tuan Cinta nya nanti lapar"ujar Naila


"Ngak selesai nih"ujar Naila malas melihat tatapan Kenzo mata mereka bertemu lagi ada cinta di sana Kenzo mencium bibir istri nya bukan nya nolak Naila malah mengikuti Kenzo


"Aku habisin kamu"ujar Kenzo tersenyum


"Udah ahh"ujar Naila langsung ke kamar mandi


####


"Tuan kenapa ribut"ujar Naila mereka turun akan sarapan dan melihat Arvin seperti di marahi oleh Nandira

__ADS_1


"Apa pekerjaan mu lebih penting Arvin"ujar Nandira


"Ada apa bun"ujar Naila mendekat


"Lihat kakak kamu semalam itu malam pertama nya dan apa yg dia lakukan meninggalkan istri nya"gerutu Nandira sangat marah


"Bun aku melakukan tugas ku sebagai dokter Ririn butuh bantuan ku karna semalam ada kecelakaan besar aku sebagai dokter apa tega mengabaikan nyawa orang"ujar Arvin


"Benar itu bun tidak mudah jadi seorang dokter nyawa manusia lebih penting aku setuju yg dilakukan kak Arvin dia sudah mengambil keputusan tepat menyelamatkan nyawa orang membantu orang tidak hanya mementingkan hawa nafsunya saja "ujar Naila


"Nai bunda ini juga seorang dokter tapi yg dilakukan kakak kamu itu salah"ujar Nandira


"Apa bunda pernah mengabaikan tugas seorang dokter"ujar Nandira wajah nya serius


"Kamu kira bunda ngak bertanggung jawab"ujar Nandira


"Bunda ini mau apa sih aku melakukan kemauan bunda dan apa bunda tau jika seandainya aku tidak membantu Ririn semalam banyak orang kehilangan orang yg dia cinta aku hanya melakukan tugas ku sebagai dokter apa itu salah"kesal Arvin dia benar kacau sekarang ini tidak menemukan kabar dari Dita membuat dia jadi tidak terkendali


"Itu salah Arvin"ujar Nandira


"Bunda hanya ingin kamu segera menghamili Dela apa itu salah kamu malah mikiran orang lain "ujar Nandira


"Oke jika itu mau bunda aku akan lakukan biar bunda puas"ujar Arvin mengengam tangan Dela yg tidak jauh dari nya lalu membawa Dela ke kamar nya Arvin benar marah sekarang ini


"Bunda keterlaluan"ujar Naila lalu menuju meja makan


"Kak Arvin itu sudah benar menjunjung sumpah dokter jika aku ada di posisi kak Arvin aku akan samping kan urusan pribadi lebih mementingkan nyawa orang lain "ujar Naila dia marah dengan Nandira


"Jika kamu sudah menjadi seorang ibu kamu akan mengerti nanti nya"ujar Nandira santai


####


Arvin memejam kan mata nya atas apa yg dia lakukan pagi ini dia telah menyentuh Dela dengan rasa marah Arvin sangat kacau dia menahan kemarahannya melihat Dela yg sudah polos kasur nya berantakan,Arvin ke kamar mandi memukul dinding kamar mandi dengan rasa marah setelah itu dia membiarkan air mengguyur tubuhnya


"Dita maafkan aku"gumam Arvin menatap Dela yg polos Arvin segera pergi


"Ayah apa Dita nya ada"ujar Arvin masuk ke rumah Dita


"Tadi dia ke warung "ujar ayah nya tidak lama Dita kembali


"Ayah ini aku tadi beli roti"ujar Dita memberikan roti nya


"Dita ayah mau jalan ke depan dulu melatih kaki ayah"ujar nya lalu pergi Dita duduk dia tau kehadiran Arvin


"Maafkan aku"ujar Arvin pelan bersimpuh di kaki Dita


"Maafkan aku sayang maaf kan aku tidak bisa mengendalikan keadaan ini sampai tega menduakan mu sampai tega meniduri Dela maafkan aku"ujar Arvin menangis jatuh sudah air mata Dita dia memeluk kepala Arvin memeluknya erat


"Sesakit apa pun mencintai dokter aku akan tetap bertahan"lirih Dita menangkup wajah Arvin


"Dela pun istri dokter semua nya bukan salah dokter tapi kita yg salah berada di situasi ini"ujar Dita memeluk Arvin menangis sesenggukan


"Maaf sayang"lirih Arvin memeluk erat Dita


"Tidak apa dok"ujar Dita menyeka air matanya mencium tangan Arvin


"Dokter mau makan mau kerja kan nanti sakit aku tadi udah masak"ujar Dita berdiri menuju dapur Arvin berdiri memeluk Dita

__ADS_1


"Maaf sayang"bisik Arvin dengan lirih


"Aku akan berusaha mengerti"lirih Dita mengusap lengan Arvin menyiapkan Arvin makan meski Arvin terus memeluk Dita mereka saling memendam rasa sakit


__ADS_2