Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Terus berjuang


__ADS_3

Tania sudah makan malam dia membawa laptop nya di ruangan tamu serta secangkir kopi meletakkan nya ,Tania duduk membuka laptopnya ada beberapa pekerjaan yg akan dia selesai kan sesekali Tania menyeduh kopi nya hanya memenangkan pikiran nya orang tua nya ikut duduk ayah Tania menyeduh kopi nya juga


"Tania apa yg kamu tunggu Satria baik apa yg kurang dengan nya"ujar ayah nya serius Tania menatap ayah nya


"Dia pria baik hangat dan penyayang apa lagi cinta nya begitu besar pada mu "ujar nya lagi


"Tetap saja yah aku tidak bisa menerima kak Satria dia memberi luka sangat dalam di hina di caci dan di rendah kan aku alami sangat menyakitkan sedang kan dia tidak mengalami kesulitan sama sekali apa itu adil untuk ku"ucap Tania pelan mata mya mulai berkaca-kaca


"Kami tidak memaksa jangan diingat itu akan menyakiti mu"ujar ibu nya mengelus bahu Tania


"Iya bu"ucap Tania lirih


"Bentar ibu buka pintu"ucap ibu nya melangkah ada yg menekan bel


"Selamat malam calon mertua"ucap Satria tersenyum mencium tangan ibu Tania


"Pak Satria ayo masuk"ujar ibu nya mempersilahkan Satria masuk dengan antusias


"Wah calon istri ku ini pekerja keras"ucap Satria duduk di depan Tania


"Bapak mau apa sih"kesal Tania


"Ini pekerjaan baru ku Tania setiap malam aku akan menemui mu lagian sedetik saja tidak menatap mu aku merasa sangat merindu kan mu"ucap Satria tersenyum


"Tania kamu sangat cantik pakai baju tidur dan rambut tergerai itu apa lagi"ujar Satria menghentikan ucapannya saat melihat rambut Tania apa lagi saat Tania menyelipkan rambutnya replek Satria memegang rambut nya dia ingat kejadian saat itu yg mana Tania mengcengkram rambut Satria meminta berhenti memohon menyakitkan tanpa sadar Satria menunduk hati nya bergemuruh hebat mengingat nya


"Kenapa bapak malah diam terus saja berpidato tanpa henti ngomong kosong itu"geram Tania


"Maaf Tania aku tau kesalahan ku"lirih Satria menghembuskan nafasnya kasar


"Kenapa kamu tidak memakai cincin yg aku berikan"ujar Satria


"Nanti setelah bapak mati baru saya pakai"kesal Tania


"Tania kamu kok ngomong seperti itu"ujar ibu nya


"Biarkan saja bu lagian ya saat dia marah aura cantik nya itu seperti menyapa ku"ujar Satria tertawa geli


"Bapak mau meeting kan besok mau saya tidak mengerjakan nya"geram Tania


"Tania boleh saja jika perusahaan rugi besar maka sebagai ganti nya kamu menikah dengan ku"ujar Satria


"Diam mimpi bisa menikah dengan saya"geram Tania


"Mimpi pun tidak apa itu membuat aku sangat bahagia meski dalam mimpi "ujar Satria tersenyum berdiri duduk di sebelah Tania


"Menjauh "ucap Tania mendorong Satria tapi Satria menatap mata Tania penuh cinta

__ADS_1


"Tidak baik seperti itu "ujar Satria tersenyum menyelipkan rambut Tania


Aghh


"Sakit Tania kenapa kamu menginjak kaki ku"ujar Satria kesakitan saat Tania menginjak kaki nya


"Bapak jangan berani ya saya bisa berbuat kasar dari itu"geram Tania


"Kami beruntung Tania aku tidak memaksa mu menikah dengan ku"ujar Satria tersenyum menyeduh kopi Tania mulai bercerita perjalanan cinta mama nya


"Papa ku bilang jika pun Tania menolak aku bisa saja menjebak nya menikah dengan ku bagi kami itu hal mudah tapi aku mau menikah dengan Tania itu dari hati"ujar Satria


"Mama pak Satria di segani dulu saat dia bertugas sebagai dokter saya mendengar banyak dari orang mengenai nya"ucap ayah Tania


"Iya pak benar itu aku juga ingin menjadi seperti mama ku tapi perusahaan membutuhkan aku sebenarnya aku mau mengurus rumah sakit mama tapi siapa yg mau mengurus perusahaan kakak ku tidak mau menjalankan nya*jelas Satria


"Pak Satria dokter juga"tanya ibu nya


"Iya bu aku mengambil jurusan dokter juga cuman ya gitu lebih mengutamakan bisnis apa lagi asisten ku sangat cantik tidak mungkin aku mengabaikan nya"ucap Satria tersenyum Tania sudah pokus ke laptop nya dengan headset nya


"Pak Satra temani aja Tania nya kami mau tidur"ujar ayah Tania lalu mengajak istri nya ke kamar Satria bersender di sofa memperhatikan Tania suatu saat Satria yakin nanti nya di saat dia menatap laptop Tania akan manja mengajak tidur dia yakin itu akan terjadi lama lama Satria mengantuk lalu tertidur meletakkan kepalanya di punggung Tania


"Selesai"ujar Tania menutup laptopnya melepaskan headset nya dan menoleh melihat Satria tertidur saat Tania ingin berdiri ternyata Satria memegang ujung baju nya biar tidak kelihatan tubuh nya Tania mengimbangi baju dan dia hampir saja mencium pipi Satria , Satria membuka matanya menatap Tania yg terdiam menatap mata Satria


"Mata ini aku melihat nya dulu di saat wajah nya penuh ketidak keberdayaan kenapa Glen sialan itu harus melibatkan kak Satria dalam kisah ku ini"batin Tania masih menatap mata Satria


"Aku mencintaimu"ucap Satria pelan penuh perasaan menatap Tania begitu lembut jantung Satria berdetak cepat bergemuruh hebat dia mendekat kan wajah nya mencium kening Tania begitu lembut dan lama Tania mengcengkram sofa dia tiba-tiba panas dingin merasakan nya Satria mengengam tangan Tania mencium nya meletakkan di bahu nya perlahan dua mengecup bibir Tania sebentar merasa benda kenyal itu menempel ke bibir nya bayangan saat Satria memaksa nya terngiang lagi Tania berdiri lalu menampar Satria dia membelakangi Satria air mata nya menetes lagi


"Terimakasih atas tamparan nya rasa sakit ku berkurang pada mu suatu saat aku menuntut rasa sakit mu setimpal apa yg kamu lakukan pada ku"ucap Satria tersenyum saat Tania menatap wajah nya membuat Satria terdiam melihat air mata Tania


"Apa kak Satria puas apa kak Satria puas melihat ku seperti ini"lirih Tania menyeka air mata nya


"Maafkan aku tolong jangan menangis "ujar Satria menghapus air mata Tania dengan ibu jari nya


"Kak Satria puas kan melihat aku seperti ini"ucap Tania marah


"Tidak sama sekali maaf aku"ujar Satria memeluk Tania begitu hangat


"Maaf"bisik Satria mencium puncak kepala Tania


"Lepas bajingan "geram Tania mendorong Satria lalu dia berlari kecil menyeka air mata nya


"Maafkan aku Tania"lirih Satria lalu berjalan pulang


####


Setiap malam Satria selalu menyempatkan ke rumah Tania meski hanya sebentar dan mereka tidak lepas dari pertengkaran entah Satria mulai berdebat atau Tania yg memulai bertengkar hebat bahkan Tania tidak segan menampar Satria di depan orang tuanya bahkan saat Satria mengajak Arvin itu Tania sengaja memancing amara Satria mengatakan hal kasar atau menampar tapi respon Satria hanya tersenyum membuat Arvin kesal mengatakan hal tidak baik dan akhirnya Satria dan Arvin berkelahi lagi karna wanita

__ADS_1


"Satria mau kemana"tanya Naila dia sudah kembali


"Besok kan libur ma jadi cari angin segar la"ujar Satria tersenyum mencium pipi Naila


"Dah ma"ucap Satria lari kecil dia meraih kunci motor nya


"Ya ban nya bocor"gumam Satria meletakkan kunci motor nya naik mobil menuju rumah Tania


"Selamat malam calon istri"sapa Satria tersenyum lebar Tania jengah menatap Satria


"Mau jalan ngak"tawar Satria


"Tidak "ketus Tania


"Tania ajak pak Satria mengobrol di luar "ujar ibu nya


"Iya bu"ujar Tania menurut dia mengajak Satria duduk di luar di teras


"Pakai lah cincin itu hadia dari ku"ucap Satria menatap Tania


"Bapak jangan memaksa saya deh bapak tau kan saya itu benci banget sama bapak ngak usah baik deh"ketus Tania


"Kamu masih ngak mau menerima aku"ujar Satria


"Tidak "ucap Tania ketus


"Kenapa kemarin sikap mu baik lalu kenapa kami berubah bukan kah kamu bilang sudah mulai mau menyukai ku"ujar Satria karna Tania mulai baik pada Satria tapi itu hanya balas dendam Tania untuk menyakiti Satria


"Aku hanya bersandiwara aku ingin kak Satria merasakan sakit yg aku rasakan kak Satria tau kan arti di campakkan perasaan ku tidak berubah sama sekali sangat membenci mu"tajam Tania berdiri


"Tania kenapa kamu lakukan aku sangat mencintaimu kenapa kamu mempermainkan aku"ucap Satria berdiri


"Masih belum mengerti apa yg aku katakan aku benci sama kak Satria merengut kehormatan ku lalu membuang ku di tempat umum kak Satria tau apa yg aku rasa malu sangat malu di rendah kan jadi pusat perhatian hina di cap di perko** kak Satria tidak mengalami nya bahkan aku di bully habis habisan "ujar Tania meluapkan emosi


"Kamu tau itu bukan sepenuhnya salah ku aku hanya melakukan menggauli mu saja dari menculik dan mengembalikan itu ulah Glen kenapa semua kesalahan semua nya pada ku"ucap Satria


"Aku tidak peduli ini yg terakhir kak Satria mendatangi ku setelah ini kita seperti bos dan asisten aku tidak ingin mempunyai hubungan lebih meski itu hanya teman karna apa karna aku muak rasa benci ada pada pak Satria"tajam Tania


"Tania tunggu"ujar Satria memegang tangan Tania yg ingin pergi


"Jangan memegang ku"ucap Tania marah


Plak plak


"Sudah ku bilang aku sangat membenci mu muak melihat mu jangan terus menganggu hidup ku breksek"bentak Tania marah lalu masuk dengan cara membanting pintu Satria terdiam bukan tamparan Tania yg sakit tapi perkataan Tania terasa menusuk hati nya yg mendalam Satria tanpa sadar menetes kan air mata mengingat kejadian itu sangat menyakiti Tania kenapa rasa sakit Tania tidak bisa Satria saja yg alami saat itu maka Satria rela mengalami apa yg Tania rasakan


"Kenapa tidak aku merasakan rasa sakit mu itu Tania"teriak Satria mendongak ke langit menyalahkan diri nya Tania yg menatap dari atas balkon menetes kan air mata

__ADS_1


"Aku tau kali ini aku keterlaluan dan aku tau kak kamu menyesali itu tapi entah kenapa aku tidak bisa menerima semuanya meski kamu sangat baik pada ku aku takut rasa cinta mu itu hanya rasa bersalah hati ku tidak bisa menerima perlakuan mu itu aku tidak bisa melupakan atas apa yg kak Satria perbuat"gumam Tania menutup tirai kamar nya menyeka air mata nya


__ADS_2