Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Rencana yg sempurna


__ADS_3

Ketiga nya masuk ke rumah semua melangsungkan sarapan karna mereka pulang sedikit telat Arvin dan Satria baru menyadari jika mereka masih bau alkohol meski tidak tajam mereka tiba tiba panik mencari keberadaan Naila karna yg paling mereka takuti adalah Naila karna saat marah Naila tidak mengampuni kedua nya


"Aman biasa kan mama makan di kamar"bisik Satria lega


"Iya benar tidak ada tante mama"ujar Arvin lalu mendekat memeluk leher mama nya


"Pagi ma"ucap Arvin tersenyum


"Emm bau apa ini Arvin kamu dari mana"ujar Dita menoleh


"Hehe kami hanya senang senang"ujar Arvin menyengir


"Mandi sana bau tau mual mama bau nya"ujar Dita menutup hidung nya emang Dita tidak menyukai bau alkohol


"Siap"ujar Arvin tersenyum saat mereka menoleh terlihat Naila turun bersama Kenzo


"Mati kita"ujar Satria panik


"Emm bau apa ini"ujar Naila saat melewati Arvin dan Satria


"Aduh gawat"ujar Arvin panik


"Kalian dari mana"tanya Naila serius


"Itu itu itu"ujar Arvin gugup


"Tanda apa ini Arvin"ujar Naila melihat leher Arvin


"Kalian ke bar dan tidur dengan wanita"ucap Naila sedikit meninggi kan suara


"Ampun ma ,kami"ujar Satria panik memeluk kaki Naila


"Anak kurang ajar anak tidak tau diri anak nakal"kesal Naila menendang Satria lalu menarik telinga Arvin


"Mama aduh sakit tante mama"ujar Arvin kesakitan


"Sakit apa hah sakit apa"ujar Naila marah


"Mama kenapa hanya kami di hukum Rey juga ikut ma semalam malah dia yg ngajak kami mabuk aku hampir tidur sama wanita itu tapi Arvin yg tidur"ujar Satria kesal saat Naila menarik telinga nya


"Benar Rey"ujar Naila serius


"Kami hanya menjalankan perintah "ujar Rey santai


"Perintah siapa "kesal Naila ,Rey menunjuk Kenzo


"Lah kenapa papa"ujar Kenzo


"Tuan Kenzo yg bilang untuk membuktikan diri kami normal harus ke bar dan tidur sama wanita"ujar Rey cepat


"Apa"ucap Naila menatap suami nya


"Sayang aku ngak akan melakukan itu mereka paling suka seperti itu"ujar Kenzo mengelak


"Kamu itu keterlaluan apa kamu mau anak anak mu mengikuti jejak mu yg sering tidur dengan wanita mana pun begitu"kesal Naila


"Tidak sama sekali aku hanya mau mereka normal sayang"ujar Kenzo membela diri


"Benar ma Rey juga bilang dia tidak suka wanita paling dia yg ajak Satria sama Arvin mabuk"ujar Cinta santai


"Tapi kami bayar kok wanita itu iya kan Satria "ucap Arvin


"Iya benar"ujar Satria


"Kalian merasa bangga menyewa wanita bayaran hah"teriak Naila


"Naila ingat jantung"ujar Dita berdiri


"Mama perjaka ku hilang"ujar Arvin emnagisd lebay memeluk mama nya


"Arvin Satria lain kali tidak boleh seperti itu kalian harus menghormati wanita dan mabuk juga kalian ngak boleh lakukan itu tidak bagus untuk kesehatan"tegur Dita mengusap kepala Arvin membenarkan rambut Arvin


"Iya tante mama"ujar Satria memeluk Dita dengan sayang


"Aku mau ganti mama aja mau tante mama jadi mama ku, mama ku sangat galak seperti nenek sihir"ujar Satria


"Apa kamu bilang"ujar Naila kembali memukul kepala Satria


"Aduh ampun kabur"ucap Satria lari ke lantai atas


"Satria tungguin "ujar Arvin ikut ke lantai atas


"Nai kamu terlalu galak sama mereka"ujar Dita


"Aku tidak bisa biasa aja pada saat mereka nakal"ujar Naila kesal


"Rey mandi sana kita sarapan bersama"ujar Naila di iyakan Rey dia kembali ke lantai atas

__ADS_1


"Mama mau duduk"ujar Cinta menarik kursi untuk mama nya tapi Naila memilih duduk di samping tuan Arthur


"Mama kenapa cuekin aku sih memang aku salah apa"ujar Cinta kesal Kenzo dusun di samping Naila mengambil kan Naila makan


"Ma aku ngomong sama mama lho"ujar Cinta kesal


"Mama"teriak Cinta mengebrak meja dengan kesal


"Kamu masih bertanya akan kesalahan mu Cinta apa kamu tidak ada harga diri tidur dengan pria bukan suami mu tapi tidak mengakui kesalahan mu"ucap Naila serius menatap Cinta dengan tajam


"Aku minta aku bohong tidur sama kak Devan aku lakukan karna aku cinta sama Kak Devan ngak mau kalian pisah kan tolong lah ma restui kami aku cinta sama kak Devan"ucap Cinta


"Oke jika kamu tidak tidur dengan nya tapi Cinta apa kamu mau hidup bersama pria yg keluarga nya menghancurkan keluarga kita"ujar Naila serius


"Ma kak Devan ngak salah mama jangan egois hanya karna permusuhan kalian kami yg terlibat"ujar Cinta sebal Naila menatap sinis


"Ternyata kamu sangat bodoh Cinta apa kamu tidak tau jika Devan ada niat balas dendam berarti dia sama seperti yg lain ingin mencelakai kita kamu tidak sadarkah itu apa kamu mau sadar setelah Devan berhasil membunuh mama"ujar Naila tidak percaya


"Ma jangan katakan itu kak Devan tidak akan melakukan itu"ujar Cinta


"Mama ngak mau bicara pada mu sebelum kamu memutuskan hubungan sama Devan kalian masih ketemu kan"ujar Naila


"Ma aku mohon berdamai lah"ucap Cinta memelas


"Apa kamu tau Cinta mama dari lahir di ambil kakek nya Devan dan di buang kakek nya juga membunuh ayah mama dan apa kamu tau kenapa 15 tahun kita berpisah karna mama nya Devan lalu kenapa kita tidak mempunyai keluarga yg lengkap karna papa Devan membunuh keluarga kita "ucap Naila


"Kamu datangi keluarga Devan bilang apa mereka mau berdamai tapi mama kasih tau mereka pasti tidak mau berdamai "ucap Naila kesal


"Mama tidak mau bicara pada mu sebelum kamu memutuskan hubungan sama Devan kalian masih bertemu kan"ucap Naila nampak sangat kesal


"Aku mau sarapan di kamar saja"ucap Naila lagi lalu berlalu Kenzo diam karna dia sudah bicara pada Cinta tapi Cinta keras kepala dia tetap pada keputusannya


"Cinta yg di katakan mama mu benar kamu harus pahami apa yg di lakukan keluarga Devan pada keluarga kita kamu jangan egois ingin mementingkan kebahagiaan mu tapi pikirkan perasaan kita semua "ucap Dita menegur


"Aku ngak egois tan kalian yg egois aku benci sama kalian"ujar Cinta marah lalu berdiri dan pergi


"Kamu jangan ikut campur keluarga mereka sangat keras kepala"ujar tuan Arthur


"Kamu tidak mengerti perasaan seorang ibu"ujar Dita tersenyum


"Dokter ku ini semakin tua tapi semakin tampan "ujar Dita menggoda memegang pipi tuan Arthur


"Sayang jangan seperti itu "ujar tuan Arthur tersenyum memeluk istri nya Dita hanya tertawa kecil melingkar kan tangannya di pinggang suami nya itu


###


"Tante om aku ke sini mau mengatakan maaf dari keluarga ku aku harap kalian bisa berdamai"ucap Cinta serius


"Berdamai"ujar Dapit sinis


"Orang tua mu bersujud di kaki ku belum tentu aku memaafkan mereka dan mau berdamai pada mereka"ujar Dapit emosi


"Sudah ku bilang Cinta masalah ini tidak bisa berdamai lagian yg papa mu lakukan itu sangat kejam dia membunuh mama ku dan kakek yg lebih menyakitkan papa mu membunuh mama ku setelah dia meniduri nya"jelas Devan kesal


"Iya aku minta maaf aku hanya ingin kita menikah melupakan masa lalu"ujar Cinta menatap Devan


"Biar aku yg ngatur kamu tinggal menunggu saja "ujar Devan serius Cinta hanya menghembuskan nafasnya kasar melirik jam di pergelangan tangannya


"Aku pamit masih ada pekerjaan"ujar Cinta lalu pamit pergi Delpin berdiri duduk di tempat Cinta tadi menghirup aromanya


"Cinta begitu cantik"ujar nya


"Apa kata mu"ujar Devan kesal


"Ayo lah kak jangan bodoh berbagi sedikit tubuh Cinta tidak apa anggap saja salah satu balas dendam kita"ujar Delpin santai


"Awas kamu berani menyentuh nya asal kamu tau aku saja tidak pernah meniduri nya"ujar Devan marah


"Devan biarkan adik mu mau apa lagian benar kata nya memberi pelajaran terhadap Cinta itu tidak masalah"ucap Dapit


"Pa aku cinta sama Cinta please jangan membuat aku kesal"ujar Devan


"Ahh bodoh amat lah"ujar Delpin lalu pergi


"Mau apa anak itu"ujar Devan


Cinta ada meeting di sebuah cafe Tania sudah ada di cafe menunggu Cinta dan kliennya yg lain sudah menunggu mereka sudah mengeluh dengan tidak kedisiplinan Cinta karna Cinta tidak pernah tepat waktu seperti nya watak Kenzo menurun pada Cinta.Cinta turun dari mobilnya sebelum melangkah dia merapikan penampilan nya tapi dengan nekat nya Delpin membekap mulut Cinta dengan bius sampai Cinta pingsan segera Delpin memasukan nya ke dalam mobil


"Tidak salah dia begitu cantik"ujar Delpin mencium tangan Cinta sesungguhnya Delpin adalah pria cabul


"Aku akan miliki mu bila perlu menikahi mu "ucap Delpin membelai wajah Cinta lalu dia melaju kan mobilnya


"Siapa itu"ujar Tania lari melihat kejadian itu dia mengambil ponselnya menghubungi Rey


Rey yg mendapat kabar jika Cinta di culik oleh seseorang segera dia menghubungi Kenzo meminta bantuan untuk mencari lokasi Cinta karna lokasi Cinta terus berjalan jadi Kenzo memerintah kan Arvin dan Satria membantu Rey mereka segera meluncur


"Hotel"gumam Arvin tidak percaya mereka saling pandang

__ADS_1


"Jika Devan berani menyentuh Cinta aku bunuh dia"geram Satria lari dengan memperhatikan ponselnya letak lokasi Cinta


"Di kamar ini"ujar Satria yakin


"Saya bisa"ujar Rey lalu mengambil alat untuk menjebol kunci kamar itu mereka berjalan mereka tidak mengenal Rey siapa setelah mereka membuka kamar itu mereka masuk melihat Delpin dengan keadaan polos menindih Cinta menciumi wajah Cinta dengan marah Satria menendang Delpin sampai terjatuh dan pingsan


"Aku bunuh kamu"geram Satria ingin memukul tapi Rey menahan nya


"Apa kamu mau aku melepaskan nya dia mau melecehkan kakak ku"geram Satria,Rey menatap Delpin serius


"Di bunuh oleh orang yg kita cintai itu menyakitkan dan membunuh orang yg kita cintai dengan kesalah pahaman adalah kesalahan terbesar "ucap Rey serius


"Apa maksudmu "ujar Arvin binggun


"Kita tidak perlu mengotori tangan membunuh nya"ujar Rey


"Dia istri ku bukan"ujar Rey serius


"Dia sudah salah menculik Cinta lihat apa yg akan ku lakukan"ujar Rey serius


"Aku mengerti papa pun menyetujui nya"ujar Satria mengerti menepuk pundak Rey


"Ayo kita pergi"ujar Satria menarik Arvin


"Hei aku tidak mengerti setidaknya jelaskan"ujar Arvin heran tapi Satria menyeret nya


"Cih pada akhir nya dia jadi milik ku"ujar Rey sinis menatap Cinta yg tidak sadar kan diri Rey mengambil sapu tangannya di saku celananya dan mengelap wajah Cinta yg di cium Delpin tadi setelah itu Rey berdiri melepaskan jas dokter yg masih melekat di tubuhnya Rey menjatuhkan nya lalu membuka baju kemeja hingga dia telanjang dada Rey menatap Cinta lagi lalu menanggalkan celananya Rey perlahan merangkak ke arah Cinta dan tanpa ekspresi Rey mencium Cinta menempelkan tubuhnya Rey menciumi wajah Cinta tangannya melepaskan baju kemeja Cinta semakin turun badan nya bibir nya mencumbu Cinta tangannya merayap ke arah bawah melepaskan rok Cinta . Setelah puas mencumbu Cinta meninggalkan jejak Rey memperhatikan wajah Cinta merapikan rambut Cinta dan Rey mulai memasuki Cinta tapi ada penghalang Rey memperhatikan wajah Cinta sedikit meringis dengan terpejam Rey mencoba lagi sama wajah Cinta kesakitan lalu dengan kuat Rey menerobos masuk ada air mata di mata Cinta Rey mengecup nya lembut mulai melakukan hubungan suami istri


2 jam berlalu


Rey ambruk di samping Cinta dengan nafas memburu dia telah melakukan nya tanpa seizin Cinta Rey mengatur nafasnya keringat nya bercucuran bersama Cinta ,Rey melihat di seprey ada noda darah wajah Rey datar tiba tiba dia menguap untuk pertama kalinya


"Ada apa ini kenapa aku mengantuk, tidak tidak"gumam Rey mengeleng dia beranjak menatap Cinta lalu Rey memakai baju nya mata nya terasa tidak kuat Rey perlahan mengankat Delpin dan membaringkan di samping Cinta Rey ingin keluar dari kamar tapi dia melihat Devan


"Gawat"ujar Rey dia lari dari jendela melihat nya ada cela dia melawati nya


Brak


"Cinta"ujar Devan masuk ke kamar itu dia melihat Cinta dan delpin darah nya mendidih


"Cinta sayang"ujar Devan mendekat membangun kan Cinta dan perlahan Cinta membuka mata nya


"Kak Devan"gumam Cinta duduk


"Aghhh"ucap Cinta meringis kesakitan memegang tangan Devan


"Pelan pelan"ucap Devan mengendong Cinta duduk di sofa sekilas Cinta melihat di kasur ada noda merah


"Kak apa yg terjadi "ucap Cinta menatap Devan penuh harap


"Kurang ajar"ujar Devan lalu menampar Delpin


"Apa yg kamu lakukan terhadap Cinta hah"teriak Devan marah Delpin bangun memegang kepala nya


"Ya udah ku katakan kak aku mau miliki dia jadi tidur bersama nya sekali tidak mengapa"ujar Delpin santai


Bugh


"Berani nya kamu"triak Devan marah Delpin juga pecandu barang terlarang jadi dia linglung sudah menyentuh Cinta apa belum


"Hiks hiks ini tidak mungkin terjadi "ujar cinta menangis


"Jangan menangis "ujar Devan mendekat


"Kak aku aku hiks hiks hiks"ucap Cinta memeluk Devan menangis sesenggukan


"Hei berani nya kamu memeluk istri saya"ucap Rey menendang Devan


"Cinta kamu tidak apa apa"tanya Rey lalu memungut baju Cinta


"Ayo saya akan bawa kamu pulang"ujar Rey lalu duduk membentang kan selimut menyembunyikan tubuh Cinta dan memejamkan matanya Cinta menunduk melihat tubuhnya area sensitif nya terasa teramat sakit dan tubuhnya merah banyak sekali bekas kecupan


"Cepat pakai baju mu"ujar Rey datar Cinta memakai baju yg tadi Rey ambil memakai nya pelan


"Cinta maaf kan adik ku biar aku beri dia pelajaran"ucap Devan datar


"Kakak mau menghajar ku apa kakak lupa papa pun setuju aku melakukan nya pada Cinta anggap itu sebagai balas dendam" ucap Delpin sudah memakai baju nya dia berdiri


"Sudah ku katakan aku cinta sama Cinta kalian jangan menyentuh nya sedikit pun"triak Devan memukul adik nya membentur kan kepala adik nya ke dinding lalu menendang nya


****


Saat Devan menendang adik nya tidak sengaja kepala Delpin membentur patung kuda yg tanduk nya runcing sehingga darah segar memenuhi tubuh Devan dia hanya datar melihat adik nya


"Itu pelajaran untuk mu"ucap Devan datar Cinta kaget dia syok melihat itu


"Ayo kita pulang "ujar Rey mengendong Cinta Devan tidak berdaya melihat Cinta dia hancur atas apa yg terjadi pada Cinta

__ADS_1


__ADS_2