
"Apaan sih apa dia sudah tidak usaha lagi membujuk ku menyebalkan sekali dia emang tuan Kenzo tidak punya perasaan apa ini trik dia untuk melunakkan hati ku"batin Naila lalu dia duduk
"Apa ini trik mu biar aku melunak"ujar Naila langsung
"Trik"ulang Kenzo membuka matanya
"Kamu sendiri yg bilang jika tidak ingin lagi bersama ku jadi menurut ku buat apa lagi melakukan sesuatu jika tau keputusan nya apa"ujar Kenzo santai
"Akan ku turuti kemauan mu nyonya Naila Salsabila"ujar Kenzo senyum misterius Naila sebal dia berlalu pergi
"Cih kayak aku ini kenal dia baru aja kita lihat Naila sampai kapan kamu seperti ini "gumam Kenzo tersenyum kecil lalu dia memejamkan matanya
"Apa dia lagi mempermainkan aku"gumam Naila duduk dengan kesal di samping Dita
"Kenapa sih "ujar Dita heran
"Tuan Kenzo aneh deh kok dia cuekin aku kan aku masih marah pada nya ngak ada niatan apa dia membujuk ku lagi"kesal Naila membuat Dita tertawa
"Aduh Nai udah tua buat apa sih berlaga kayak anak ABG aja sekalian aku tanya mau mu itu bagaimana lepas dari tuan kenzo apa kembali "ujar Dita geli
"Kamu ngomong enteng banget ini soal harga diri wanita"ujar Naila
"Nai harga diri siapa yg di pertahankan kita tau bagaimana Dela wanita itu menyebabkan kita semua hancur tuan Kenzo hanya membantu dokter Arvin meski cara nya itu salah tuan Kenzo udah baik lho mau minta maaf"ujar Dita
"Jangan sampai dia di ambil orang meski tuan Kenzo udah sedikit tua tapi dia tetap tampan yg pasti bergelimang harta hati hati ya Nai jangan sampai tuan Kenzo minat sama yg lain"ujar Dita lalu berdiri
"Ayo sayang"ujar dokter Arvin
"Nai aku mau ke makam ayah dulu ya sama dokter Arvin jagain anak anak ya"ujar Dita tersenyum memeluk lengan Arvin lalu mereka pergi
"Selain aku tidak ada yg mau sama tuan Kenzo yg menyebalkan itu "gerutu Naila
###
"Satria ikut dong"ujar Cinta bergelayut pada Satria yg lagi main game dengan Arvin
"Apa sih kak minggir nanti aku kalah sama Arvin"ujar Satria pokus pada permainan nya
"Ngak penting game nya ayo dong ajak aku jalan jalan biar aku bebas juga kayak kalian"ujar Cinta merayu
"Ya tuh kan aku jadi kalah"kesal Satria
"Kamu itu emang di takdir kan di bawah aku"ujar Arvin tertawa
"Hei jika ngak gadis bodoh ini merayu ku ngak mungkin aku kalah"kesal Satria
"Kamu mengatakan kakak mu gadis bodoh"ujar Cinta melotot
"Ya ampun apa keturunan nenek sihir itu nyata"ujar Satria tertawa
"Kakak ku yg cantik diam aja di rumah ya lihat akibat kakak kabur kemarin siapa jadi korban papa kan jika sekarang kakak jalan sama kami seandainya kami jadi korban lagi bagaimana kakak kan tuan putri Mahendra "ujar Satria gemes dengan Cinta
"Ihh Satria menyebalkan aku bosan di rumah"ujar Cinta cemberut
__ADS_1
"Ya udah deh kami ajak jalan keluar"ujar Satria berdiri
"Arvin ayo"ajak Satria
"Oke"ujar Arvin semangat
"Benar boleh ye"ujar Cinta memeluk Satria
Cinta segera bersiap dia mengunakan celana panjang serta baju kaos dan jaket tidak lupa Satria menyuruh nya memakai kaca mata hitam dan topi untuk menyamarkan Cinta biar gimanapun Satria ngak mau mereka dalam bahaya
"Satria kok kita ngumpet kayak gini"tanya Cinta melihat Satria mengintai
"Mama sama papa lagi pergi tapi nenek sihir ini yg membahayakan kita"gumam Arvin mengintai Naila
"Benar itu kita harus pakai sandiwara biar nenek sihir ini mengizinkan kita keluar"ujar Satria
"Aku punya ide"ujar Arvin berbisik
"Aku jago nya"ucap Satria tersenyum lalu dia berjalan pelan dengan melempar kunci motor nya
"Na na na ehh mama ngapain ma"ujar Satria duduk
"Nonton kamu mau kemana "tanya Naila melihat penampilan Satria
"Keluar ma aku malas lihat wajah papa yg membosankan itu apa lagi anak perempuan nya yg sok manja itu ahh memuakkan rasanya "ujar Satria pelan
"Mereka keluarga mu Satria tidak boleh seperti itu"ujar Naila mengeleng
"Cinta"panggil Naila
"Cepat lepas kaget kaca mata sama topi mu"ujar Arvin melepaskan jaket Cinta
"Iya ma ada apa"ujar Cinta santai
"Satria ajak kakak mu sekalian mengakrabkan diri"ujar Naila
"Apa ,ma yg benar saja aku jalan sama dia ma aku ini mau nongkrong masak iya aku jadi pengasuh "ujar Satria malas
"Satria"kesal Naila
"Oke oke jangan mengakat tangan memukul ku aku akan jalan ajak dia puas"ujar Satria mengandeng Cinta
"Anak itu"ujar Naila mengeleng
"Yes berhasil kan"ujar Satria tos sama Arvin dan Cinya membuat Cinta senang Cinta naik motor Satria
"Bya bya bodyguard "ejek Satria pada pak Toni dan langsung mereka mengendarai motor pak Toni masuk mobil mengikuti mereka
"Kita mau kemana"tanya Arvin di atas motor
"Jalan aja lah nemani kak Cinta"ujar Satria
"Siap"ujar Arvin mereka mulai jalan jalan nya Cinta sangat senang dia berteriak kegirangan merasakan udara segar dia senang naik motor bersama Satria
__ADS_1
###
John mengirim paket pada Kenzo dan di terima oleh Naila setelah selesai Naila mengantar kan pada Kenzo yg lagi meminum obat yg di beri kan Dokter Arvin
"Tuan Kenzo ini ada paket"ujar Naila meletakkan bingkisan itu tapi dia terdiam menoleh pada Kenzo
"Kenapa masih sayang manggil aku dengan kata kesayangan"ujar Kenzo santai
"Jangan besar kepala aku akan menjaga mu"ujar Naila duduk di sofa tapi dia terdiam Kenzo berdiri mengambil paket itu isi nya semua dokumen penting Kenzo meletakkan nya dan berdiri duduk di samping Naila
"Anak anak kemana"tanya Kenzo santai
"Tadi Satria jalan jadi sekalian Cinta dan Arvin ikut"jawab Naila cuek memperhatikan kuku nya Kenzo bergeser
"Naila"ujar Kenzo selembut mungkin
"Apa kamu masih marah pada ku"tanya Kenzo
"Udah tau masih nanya"ujar Naila berdiri dengan cepat Kenzo meraih tangan Naila
"Maafkan aku"ujar Kenzo pelan
"Karna kesalahan ku itu membuat jarak bahkan 15 tahun kita berpisah maafkan atas kesalahan ku aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"ujar Kenzo berdiri
"Naila aku sangat mencintaimu hidup jauh dari mu membuat aku menderita luka ini tidak sesakit yg aku rasakan saat tidak bersama mu jadi ku mohon kembali lah pada ku"ujar Kenzo memegang wajah Naila
"Apa kamu mengerti tentang rasa sakit yg aku alami"ujar Naila menatap mata Kenzo
"Sebelum itu aku sudah merasakan kamu kira aku tidak sakit saat melihat kamu sama Revan dulu sakit Nai seperti di tusuk belati tapi aku menyadari jika aku ngak bisa memaksa mu tapi sekarang aku memaksa mu untuk kembali pada ku mari kita mulai keluarga baru lagi"ucap Kenzo
"Ku mohon maafkan aku sudah cukup kamu menghukum ku seperti ini apa tidak puas bagi mu menghukum ku mau aku sampai mati baru kamu puas"ujar Kenzo dengan cepat Naila menutup mulut Kenzo lalu memeluk Kenzo
"Maaf aku sudah mementingkan ego ku tidak peduli dengan rasa sakit yg kita alami mementingkan kemarahan ku maafkan aku tuan Kenzo"lirih Naila menatap Kenzo
"Ini bukan kesalahan mu tapi rasa sakit kadang membuta kan kita tentang rasa cinta"ujar Kenzo
"Terimakasih sayang sudah mau kembali pada ku aku janji akan membuat kalian bahagia selalu"ujar Kenzo lalu tanpa kata mencium bibir Naila bisa Naila rasakan ciuman Kenzo ciuman kerinduan ciuman rasa cinta soal jarak Naila tau tentang arti kesabaran dan menahan rindu dia membalas ciuman Kenzo lalu mereka menyatukan kening mereka berjanji memulai semua nya dari awal
###
Makan malam ini terasa sangat indah mereka bercanda riah bersama dengan keramaian anak anak mereka Naila senang melihat anak nya akur dia mengengam tangan Kenzo di bawa meja mengusap nya lembut sekarang dia berdamai dengan kemarahan nya Naila tersenyum kecil
"Nanti jika kalian libur papa akan ajak kalian liburan "ujar Kenzo di sela makan nya
"Serius pa ye"ujar Cinta kegirangan
"Bakal seru nih"ujar Arvin semangat
"Ikut aja la ambil aman nya"celetuk Satria santai
"Anak satu itu kenapa selalu membuat aku kesal "ujar Naila menatap Satria kesal
"Iya iya ikut ngak bisa orang becanda "ujar Satria mencibir pada mama nya melihat kegalakan mama nya ini
__ADS_1