
Arvin dan Satria juga tumbuh menjadi remaja yg tampan tapi mereka menjadi preman di sekolah mereka tapi guru tidak melarang mereka karna mereka berdua termasuk murid yg pintar jadi guru tidak melarang kenakalan mereka, mereka sudah masuk sekolah SMA tapi meski nakal jadi preman sekolah mereka berdua saat pulang dari sekolah mereka kerja jadi ojek online untuk membantu keuangan mama mereka
"Heh mau kemana"ujar Satria nongkrong di tangga sekolah dengan baju tidak di kancing persis murid nakal
"Ke kantin Sat"ujar nya menuduk
"Cepat sana jika kembali ke kelas ngak bawain kami minuman awas kamu"ujar Satria mendorong pria itu lalu kedua nya tertawa
"Ehh dari pada kita ngojek uang nya ngak seberapa aku mau jadi guru les aja gaji nya lumayan"ujar Arvin menjuntai kan kaki nya
"Iya juga sih tapi sangat sulit mencari pekerjaan"ujar Satria berfikir
"Nanti aku ikut cariin"ujar Arvin mereka tos lagi gaya mereka
"Wih ada sih cupu nih"ujar Satria tertawa
"Ehh mau kemana bagi uang nya"ujar Arvin mencegat nya
"Arvin uang ku sudah habis tolong lepaskan aku"pinta nya
"Ya lepas kan enak saja bagi dulu uang nya"ujar Arvin merogoh saku celananya
"Ya ampun cupu dikit amat uang mu masak cuman 5 ribu"ujar Arvin kesal mendorong pria itu
"Haha masukin kotak amal aja jika gitu ngak kenyang perut kita"ujar Satria tertawa tapi Arvin tetap menyimpan nya
"Masuk kelas yuk malas jadi nya"ujar Arvin lalu berjalan bersama Satria
"Gimana kita malak di luar sekolah aja"ujar Satria
"Gila kamu jika di sini guru ngak marah jika di luar kita di laporin polisi bahaya masak iya mau masuk penjara nanti tante mama marah dan habis kita sama dia"ujar Arvin ngeri mengingat saat Naila marah
"Iya juga sih nenek sihir satu itu kenapa galak amat"ujar Arvin lalu keduanya saling rangkul tertawa geli
Saat pulang sekolah Arvin dan Satria mengirim pesan pada Naila jika mereka akan ngojek jadi ngak pulang mereka belum ganti baju masih keliling karna belum dapat orderan lalu tiba-tiba ada yg menabrak motor Satria kaget dan alhasil dia terjatuh
"Ehh wanita payah kenapa kamu menabrak motor ku"kesal Satria dia berdiri
"Maafkan aku tolong bantu aku"ujar nya bersembunyi di belakang Satria lalu ada 3 orang
"Nona Cinta ayo pulang nanti kami di marahi bos"ujar nya ngos -ngosan
"Aku tidak mau sudah ku bilang aku tidak mau"kesal Cinta
"Arvin uji coba kemampuan yuk"ujar Satria tertawa
"Boleh juga"ujar Arvin tersenyum
"Ehh pak tua jangan berani sama cewek dong nih hadapin kami"ujar Arvin sombong
"Beri kan nona kami"ujar nya marah
"Ya ngak boleh"ejek Satria memegang tangan Cinta
"Hei jangan memegang nya aku akan membunuhmu"teriak nya lalu mereka berkelahi tapi meski Arvin dan Satria sudah biasa berkelahi tapi mereka terkena pukulan
"Aduh sakit wajah ku "keluh Arvin kesakitan
"Kenapa mereka jago sekali"ujar Satria kesal dia berdiri lagi menghajar penjaga itu tapi dia kalah dan dia menabrak Cinta dan Cinta sampai terjatuh ke lantai mata Cinta dan Satria bertemu mereka terdiam satu sama lain
"Sat ngak papa"tanya Arvin menepuk pundak Satria
"Iya iya"ujar Satria berdiri
"Kalian pergi ngak"ujar nya mengeluarkan senjatanya
"Kabur"ujar Arvin menarik Satria mereka naik motor dan kabur
__ADS_1
"Sstt siapa dia"gumam Cinta memegang siku nya yg berdarah
"Gawat nona terluka"ujar nya panik segera dia membawa Cinta pulang
Mendengar kabar Cinta terluka Arvin dan Kenzo segera pulang ketiga orang itu berkeringat berdiri di halaman ada juga Toni tidak lama Kenzo datang bersama Arvin
"Aku periksa Cinta dulu"ujar Arvin masuk Kenzo mendekat
"Kenapa anak saya bisa terluka"ujar Kenzo datar
"Maaf tuan....... ujar nya terpotong
Plak
"Maaf kamu bilang sudah saya kata kan hati hati menjaga nya"ucap Kenzo menamparnya
Plak
Plak
"Apa kalian tidak mendengar apa yg saya katakan"ujar Kenzo menampar ketiga pengawal itu
"Tuan itu bukan sepenuhnya saya kami"ujar nya ketakutan
"Iya tadi di saat kami mengejar nona Cinta ada 2 remaja membantu nya dan kami berkelahi sampai salah satu dari mereka menabrak nona"jelas nya
"Mau mati dia besok bawa saya ketemu sama saya jika tidak kalian yg saya bunuh"ujar Kenzo lalu berlalu mereka bisa bernafas lega
"Sayang apa harus kita bawa ke rumah sakit"ujar Kenzo duduk di samping Cinta
"Tidak apa hanya perih saja"ujar Cinta melihat luka nya di perban
"Kamu istirahat saja dulu sayang"ujar Kenzo memeluk Cinta penuh Cinta
"Aku baik papa aku tadi hanya ingin kabur mereka selalu mengikuti aku terus di ejek anak manja aku kesal"ujar Cinta
"Iya aku tau tapi anak seperti ku butuh bebas om aku masak di kengkang kayak gini"ujar Cinta menuduk
"Papa hanya tidak ingin apa yg terjadi sama mama dan tabte Dita terjadi pada mu"ujar Kenzo pelan
"Iya maafkan aku"ujar Cinta memeluk Kenzo membuat Kenzo tersenyum mengusap kepala Cinta dia memang anak yg baik selalu mengerti
"Sekarang kamu istirahat biar tangannya ngak sakit"ujar Kenzo mencium kening Cinta
"Iya"ujar Cinta berdiri lalu menuju kamar nya
####
Naila melipat tangannya di dada melihat Arvin dan Satria cengengesan pulang dengan wajah lebam kedua nya takut- takut menatap Naila
"Kalian berantem lagi"ucap Naila dengan wajah marah
"Tidak ma tadi kami mau nolongin gadis itu tapi kami di keroyok "jelas Satria
"Ngak usah sok jadi pahlawan kesiangan tugas kalian itu hanya belajar"ujar Naila kesal
"Iya tante mama tapi kan kita harus jadi manusia baik hati iya kan ma"ujar Arvin tersenyum
"Nah betul itu ma aku juga sependapat dengan Arvin"ujar Satria cengengesan
"Kalian mama hukum hari ini tidak boleh keluar rumah belajar seharian "ujar Naila tegas
"Apa, tapi ma kami kan mau kerja"ucap Satria
"Ngak ada hari ini kalian di rumah"ujar Naila lalu ke dapur
"Iya ma ngak jadi ngojek deh"ujar Arvin duduk di samping Dita
__ADS_1
"Makan nya udah di beri tante mama kesempatan kerja kalian malah main main"ujar Dita mengusap kepala Arvin
"Kami kan hanya nolongin cewek itu ma"ujar Arvin
"Mandi sana asem"ujar Dita tersenyum
"Setelah mandi baru makan dan belajar"ujar Dita mencubit pipi Arvin
"Iya ma"ujar Arvin mencium pipi Dita lalu keduanya ke kamar untuk mandi dan makan karna mereka berdua juga sangat lapar
####
Satria lagi belajar di kelas tentu dia terlihat sopan dengan seragam yg rapi karna lagi belajar itu lah Satria dia duduk di samping Arvin mereka menyimak serius penjelasan guru mereka berdua menangkap penjelasan guru dengan sangat cepat
"Satria ikut saya"ujar kepala sekolah
"Permisi pak"ujar Satria berdiri lalu mengikuti nya Satria berjalan pelan bersama kepala sekolah itu dari jauh Satria melihat pria berjas rapi dengan kaca mata hitam dan brewok di wajah nya dia juga sangat tinggi putih dengan tubuh yg kekar dia seperti orang penting Satria melihat orang kemarin
"Apa benar anak ini tuan"ucap kepala sekolah itu
"Benar bos anak ini yg kemarin "ujar pria itu
"Ada apa ya"ujar Satria pria itu melepaskan kacamata nya dan mengcengkram baju Satria
"Kamu yg membuat anak saya terluka"ujar nya
"Yang mana tuan saya tidak tau"ujar Satria
"Ini"ucap nya
"Apa kamu tau dia siapa dia adalah Cinta Salsabila Mahendra tau dia siapa anak nya Kenzo Mahendra"ujar Kenzo datar
"Ohh anak tuan Kenzo Mahendra orang nya mana"ujar Satria karna memang dia tidak tau siapa Kenzo hanya sering dengar saja nama Kenzo Mahendra
"Saya orang nya sialan"ujar Kenzo ingin memukul Satria
"Ehh tuan kenapa anda marah saya tidak melukai anak tuan seperti nya dia menyukai ketampanan saya bukti nya dia berlindung pada saya dia merasa aman bersama saya berarti bersama tuan dia merasa tidak aman"ujar Satria cepat
Bugh
"Sialan kamu kira saya tidak mencintai anak saya hah berani sekali mulut mu itu mengatakan itu"teriak Kenzo kesal Satria terjatuh menahan bibir yg berdarah di pukul Kenzo
"Tuan jangan anda pikir saya takut meski anda adalah tuan Kenzo Mahendra saya tidak takut"ujar Satria emosi ingin menonjok Kenzo tapi Kenzo dengan cepat bisa menangkap pukulan Satria dan memukul perut nya
"Satria ayo cepat minta maaf"ujar kepala sekolah itu merasa kasihan dengan Satria di pukul oleh Kenzo
"Aku ngak salah bu ngapain harus minta maaf"ujar Satria menahan perut nya
"Ini tuan Kenzo, Satria kamu bikin ulah pada nya ayo mina maaf sebelum kamu terluka"bisik kepala sekolah itu
"Ayo cepat mau nilai mu ibu turun kan ayo cepat"ucap nya
"Maafkan saya tuan"ujar Satria menunduk
"Jika kamu masih mendekati putri saya lihat saja saya hancurkan keluarga mu"ujar Kenzo memakai kaca matanya lalu pergi
"Kembali ke kelas"ujar kepala sekolah itu Satria mengepal kan tangannya kembali ke kelas
"Kamu kenapa Sat"ujar Arvin melihat Satria duduk
"Sialan papa cewek kemarin marah anak nya terluka malah memukul ku"geram Satria
"Mana dia"ujar Arvin lalu melihat di jendela hanya melihat punggung Kenzo
"Aku akan membalas nya"kesal Satria menyentuh bibirnya
"Satria apa urusanmu sudah selesai bisa kita mulai pelajaran nya"ujar guru nya
__ADS_1
"Iya pak"ujar Satria guru itu mulai lagi pelajaran nya tapi hati Satria tetap membara pada Kenzo yg memukul nya