Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
24


__ADS_3

Clara makin meracuni pikiran Nandira supaya makin membenci Naila karna Nandira belum melakukan apa apa Clara takut Rafi dan Naila nekat memberi tau kebenaran nya apa lagi dia di paksa oleh Marsel supaya segera menghabisi Naila jadi Clara harus melalui Nandira melakukan itu supaya semua terkendali dan rahasia nya aman.Nandira sangat percaya dan menyayangi anak nya itu semakin membenci Naila dia akan segera membuat Naila terusir dari rumah itu dan memberi penderitaan


"Naila"panggil Nandira menyeduh teh nya untuk pertama Nandira memanggil nya membuat senyum Naila melebar meski dia harus istirahat dia mendekat dengan semangat


"Iya nyonya"ujar Naila tersenyum


"Kamu bisa membuat kan saya jus"ujar Nandira santai


"Baik lah"ujar Naila dengan semangat membuat nya ,seketika rasa sakit di tubuhnya merasa hilang dengan semangat Naila membuat nya setelah selesai dia segera memberikan pada Nandira


"Ini nyonya"ucap Naila tersenyum Nandira menyeduh nya dan seketika Nandira muntah


"Nyonya kenapa"ucap Naila panik


"Nandira kamu kenapa"ucap Sakira melihat Nandira muntah


"Aku lemas pusing seperti dia meracuniku"ujar Nandira lemah


"Kamu kurang ajar Naila berani sekali kamu melakukan itu"teriak Sakira marah


"Tidak nyonya aku tidak melakukan itu"bantah Naila cepat


"Cukup kamu emang pembawa mala petaka dulu Kenzo terluka karna kamu sekarang Nandira jika nanti dia kenapa kenapa aku benar tidak memaafkan mu berani sekali kamu meracuni nya"teriak Sakira segera mengajak Nandira periksa


Naila menunggu dengan cemas karna Sakira belum pulang juga dari rumah sakit tuan Mahendra berusaha menenangkan Naila tapi Naila sangat cemas akan hal itu


"Udah Nai kamu pulang cepat niat nya mau istirahat lihat tuh wajah mu mulai pucat kamu mondar-mandir aja"ucap tuan Mahendra santai menyeduh kopi nya


"Ayah jika nyonya Arthur kenapa-kenapa bagaimana "ujar Naila cemas


"Nai jika benar Nandira kenapa-kenapa sudah pasti mama udah kasih tau udah ya jangan cemas"ujar tuan Mahendra


"Nah itu mereka"ujar tuan Mahendra


"Gimana ma"ucap tuan Mahendra santai melihat istri nya masuk


"Ya ngak papa tapi dia udah niat mau membunuh Nandira"kesal Sakira


"Nai salah apa aku pada mu tega kamu berbuat seperti itu sama bunda ku aku baik lho pada mu tapi apa balasan nya "ucap Clara berakting padahal itu semua rencana nya dan Nandira


"Sungguh aku tidak melakukan apa- apa"ujar Naila cepat menatap Clara


"Meski bunda ku jahat pada mu tapi kamu tidak boleh sampai ingin membunuh nya "ujar Clara


"Benar aku tidak melakukan nya"ujar Naila cepat


"Diam kamu "bentak Sakira sudah murka


"Jika ngak karna Kenzo sudah pasti kamu aku penjara kan atau ku usir dasar wanita tidak tau diri"kesal Sakira dan berlalu


"Nyonya baik kan"ucap Naila menatap Nandira


"Saya hampir mati karna kamu"ucap Nandira sinis lalu berlalu bersama Clara


"Ayah percaya kan jika aku tidak melakukan nya"ujar Naila berlinang air mata


"Tentu saja kamu ngak akan melakukan itu mending kamu istirahat jangan memikirkan hal itu"ucap tuan Mahendra tersenyum Naila patuh dia segera ke kamar nya


🌙🌙🌙


Naila tidak bisa istirahat dia kepikiran Nandira apa keadaan nya baik baik saja Naila cemas memikirkan Nandira tapi tadi Nandira hanya berakting supaya Sakira marah besar tidak ada yg percaya pada Naila itu lah tujuan Nandira.Kenzo baru pulang dia sudah mendapatkan penjelasan dari Sakira soal itu dia tetap masuk melepaskan jas dan dasi nya


"Kenapa kamu menangis"tanya Kenzo melihat Naila menangis


"Apa nyonya Arthur baik baik saja"ujar Naila cemas


''Dari yg ku lihat seperti itu dia baik"ujar Kenzo santai

__ADS_1


"Lain kali kamu jangan melakukan itu sama saja kamu melakukan kriminal ingin melakukan percobaan pembunuhan"ujar Kenzo lagi


"Tuan Kenzo percaya aku melakukan itu"ujar Naila kecewa


"Tante Nandira berprilaku kasar pada mu tidak mungkin kamu tidak membenci nya ada rasa amara di hati mu sampai kamu melakukan itu jadi menurutku itu wajar "ujar Kenzo memperjelas


"Aku tidak melakukan itu dan aku bukan wanita seperti itu tuan Kenzo sangat bodoh aku kesal sama tuan Kenzo"ujar Naila sebal lalu berbaring Kenzo hanya acuh pergi ke kamar mandi


☀️☀️☀️


Naila masih sebal terhadap Kenzo yg tidak mempercayai nya dia mendiami Kenzo kini mereka sarapan Kenzo libur tapi Naila tetap kerja ya dokter tidak ada kata libur


"Naila kamu ingat ya jika kamu mengulangi hal kemarin saya akan benar melaporkan kamu ke polisi"ujar Sakira di sela sarapan nya


"Ma jangan mulai bukan kah udah Naila katakan jika dia tidak melakukan itu semua"ujar tuan Mahendra


"Ayah jelas jelas Nandira keracunan"kesal Sakira


"Udah ma aku udah bilang sama Naila dia tidak melakukan itu semua"ucap Kenzo malas


"Apa kamu yakin Kenzo"ujar Nandira


"Iya tan iya kan Naila kamu tidak akan melakukan nya lagi"ujar Kenzo


"Aku tidak melakukan itu semua "ujar Naila sebal


"Iya kan saja apa yg aku katakan kamu sudah salah membantah lagi"ujar Kenzo datar


"Iya maafkan aku lain kali aku tidak melakukan itu lagi "ujar Naila menunduk dia benar kesal dengan Kenzo melakukan itu semua padahal Naila tidak salah sama sekali


Naila benar tidak habis pikir dengan Kenzo malah percaya begitu saja tapi Naila tidak ambil pusing paling itu semua rencana Nandira jadi Naila berpikir mengenai Nandira


"Naila"ucap Marsel melihat Naila ingin masuk ke rumah sakit itu


"Om lagi"ujar Naila kaget


"Emang benar nyonya Nandira sangat membenci ku karna tidak mungkin seorang ibu membenci anak nya"ucap Naila serius


"Naila kamu terlalu Naif sama seperti Arthur, Nandira itu bukan ibu yg baik sama Arvin aja dia sangat jahat tapi Arvin sangat baik memaafkan itu semua "ucap Marsel mengelus kepala Naila


"Hati hati ya Naila om permisi "ujar Marsel tersenyum lalu berlalu


"Masak sih bunda sejahat itu tapi atas apa yg dia lakukan pada ku selama ini seperti nya benar dia sangat membenci ku"gumam Naila berjalan pelan


Kenzo di minta sama Sakira untuk menemani Clara beli cincin pernikahan jadi Kenzo menemani saja apa lagi untuk menyiapkan pernikahan mereka nantinya yg akan di adakan beberapa hari lagi


"Ken kita pilih cincin ini aja ya bagaimana menurut mu "ujar Clara melihat cincin berlian itu


"Jika begitu ambil aja"ujar Kenzo santai


"Wah tuan Kenzo sama nona Clara mau nikah ya"tanya nya


"Iya tinggal beberapa hari lagi"ujar Clara memeluk lengan Kenzo


"Semoga acaranya lancar ya nona jika begitu saya bungkus cincin nya"ujar nya sopan


"Ken mau perhiasan yg lain aku pilih dulu ya"ujar Clara tersenyum berlalu pergi,mata Kenzo tertuju pada sepasang cincin


"Jika itu berada di jari Naila pasti sangat indah tapi Naila apa suka ya cincin itu"batin Kenzo lalu Kenzo punya ide dia mengirim pesan pada Naila jawaban Naila hanya cincin nya bagus tapi jika terlihat sederhana dan elegan pasti sangat indah seketika Kenzo seperti menemukan berlian


"Ya tentu"seru Kenzo kegirangan sampai pelayan tokoh itu melongo melihat Kenzo


"Apa kamu liat- liat mau saya congkel mata mu"ujar Kenzo datar


"Maaf tuan"ujar nya Kenzo membenarkan rambut nya


"Ehmm saya mau cincin itu tapi saya minta desain nya sederhana dan terlihat elegan "ujar Kenzo datar

__ADS_1


"Ohh ya ini ada tuan"ujar nya menunjuk kan banyak jenis cincin nikah


"Jika pendapat Naila seperti itu dia pasti tipe wanita sederhana"batin Kenzo


"Yg ini aja tapi ada ukuran jari nya lebih kecil tidak untuk wanita nya karna istri saya jari nya sedikit kecil"ujar Kenzo


"Tapi tuan tadi ukuran jari nona Clara sama dengan yg ini"ujar nya


"Ehh kamu itu hanya pegawai di sini ngak usah sok tau urusan saya beri kan saja yg saya minta"kesal Kenzo


"Baik tuan"ujar nya lalu mengambil kotak cincin segera menyiapkan nya setelah itu Kenzo berlalu membantu Clara berbelanja yg dia mau


Clara berbelanja perhiasan cukup banyak membuat Kenzo malas karna Clara selalu meminta pendapat dari nya , setelah dari tokoh perhiasan mereka menuju gaun pengantin di sana juga Kenzo memilih kan Naila gaun karna Kenzo mau Naila nanti memakainya juga


"Senangnya bisa berbelanja bersama tuan Kenzo"ucap Clara tersenyum melihat belanjaan nya yg total nya tidak sedikit


"Norak banget dia"gumam Kenzo malas mereka segera pulang


"Kenzo aku mau bicara"ujar Arvin masuk ke kamar Kenzo yg menyimpan barang nya


"Ada apa"ucap Kenzo duduk di sofa


"Kamu yakin dengan ini semua bukan kah kita sudah sepakat kamu tidak akan menikah dengan Clara, nanti nya Naila jadi korban aku ngak mau Naila terluka"ujar Arvin serius


"Sebenernya hubungan kamu sama Naila itu apa sih mau dia terluka mau tidak itu bukan urusan mu dia istri ku jadi kamu ngak usah sok peduli pada nya"ujar Kenzo jadi kesal


"Memang nya kenapa jika aku mencemaskan nya"ujar Avrin merasa aneh


"Aku ngak suka itu kamu ngerti ngak suka jadi jangan deketin istri ku lagi "kesal Kenzo berlalu


"Seenaknya dia seperti itu pada Naila apa jangan-jangan Arvin mencintai Naila ahh aku tidak akan membiarkan mereka bersama "gumam Kenzo menuju dapur untuk mengambil minuman dingin


Kenzo duduk di sofa kamar nya memangku laptopnya dengan minuman dinginnya sesekali Kenzo menegakkan minuman dinginnya menikmati suasana tenang nya orang di bawah sibuk biarin aja Kenzo tidak peduli


"Huh dulu istri ku ini emang jelek tapi dia manis sekarang setelah jadi istri nya Kenzo makin cantik manis nya juga makin bertambah ahh istri Kenzo emang cantik banget"ucap Kenzo menarik bibirnya membentuk senyuman


"Hahah kamu ngapain memperhatikan foto Naila tuh kan benar kamu itu suka pada nya"ujar Arvin nongol dari belakang dia emang suka menganggu Kenzo


"Kamu ngapain"ujar Kenzo kesal


"Kenzo suka sama Naila tante om"teriak Arvin mengambil laptop Kenzo


"Arvin kembali kan laptop ku"teriak Kenzo mengejar Arvin


"Tante om lihat ini"ujar Arvin ingin menunjukkan laptop Kenzo


"Hei berikan laptop ku "ujar Kenzo merebut nya


Brak


"Ya ampun tuh kan apa lagi yg kalian perebut kan sampai membuat laptop ini terjatuh "ujar Sakira


"Huh untung laptopnya hancur "batin Kenzo


"Ini tan Kenzo memperhatikan foto Naila aku yakin dia itu suka sama Naila"ujar Arvin menggoda


"Heh aku ngak memperhatikan nya kamu itu hanya halusinasi aku tadi kerja aku mana suka sama perempuan kudik itu"kesal Kenzo


"Kamu kira mata ku ini rusak tadi tuh kamu memperhatikan foto Naila dengan senyum senyum"ujar Arvin cepat


"Benar itu Kenzo"ujar tuan Mahendra


"Ngak sama sekali aku tidak menyukai nya aku tidak suka sama perempuan jelek itu"kesal Kenzo lalu mengambil laptop yg sudah hancur dan pergi


"Ya sudah pergi saja lanjut kan mengamati wajah Naila"teriak Arvin tertawa


"Sialan Arvin aku akan membunuhmu "kesal Kenzo melanjutkan langkahnya sedang kan Arvin hanya tertawa mereka berdua memang suka bertengkar orang tuan mereka hanya geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2