
Arin beberapa hari ini merasa tidak enak badan melalui insting dokter nya dia mengecek nya dan ternyata benar dia hamil tapi dia binggun harus melakukan apa ,apa lagi Satria baru melalui hal sulit Arin binggun harus melakukan apa tadi siang Arvin mengajaknya kembali ke rumah Mahendra dan sekarang mereka berada di sana.Arvin mengosok rambutnya baru selesai mandi dia melihat Arin duduk dengan tenang memegang sesuatu
"Ada apa"ucap Arvin
"Aku hamil"ujar Arin pelan menyerah kan testpack itu Arvin mengambil nya
"Ya ampun aku mau jadi seorang ayah apa ini nyata"batin Arvin senang
"Aku tau kesalahan ku"ujar Arin berdiri meraih tangan Arvin
"Maafkan aku Arvin tapi aku melakukan ini karna aku cinta sama Satria maafkan aku"ujar Arin jujur
"Maksud mu"ujar Arvin serius
"Aku..... aku hamil anak Satria malam itu ada kesalahan pada diri ku sehingga aku melakukan itu sama Satria maafkan aku"ujar Arin
"Aku salah tapi aku tidak bisa menghapus perasaan ini aku cinta sama Satria"ujar Arin serius
"Cukup "ucap Arvin melepaskan tangan Arin
"Apa kamu tau Arin aku cinta sama kamu tapi jika kamu tidak mencintai ku tidak apa aku bisa membiarkan kamu bahagia tapi kenapa kamu malah mau menikah dengan ku jika kamu mencintai Satria"ujar Arvin mengeluarkan kemarahan nya yg selama ini dia pendam
"Kamu mau aku dan Satria bertengkar begitu"ucap Arvin
"Maafkan aku Arvin"ucap Arin dia cukup kaget dengan ucapan Arvin yg mencintai nya
"Aku mau menikah dengan mu karna saat itu kanu terpuruk aku kasihan pada mu makan nya aku mau menikah dengan mu maaf aku hanya menganggap mu sebagai teman"ujar Arin
"Kasian"ucap Arvin tidak percaya
"Aku tidak butuh belas kasih dari siapa pun Arin dan apa kamu tau aku tidak butuh teman wanita"tegas Arvin
"Aku kecewa apa yg kamu katakan kamu mau menikah dengan ku bukan atas dasar cinta tapi atas kasihan sedangkan aku menikahi mu atas dasar aku sangat mencintaimu tapi apa yg kamu balas"ucap Arvin kesal
"Maaf tapi aku tidak bisa mencintaimu aku sayang hanya sebagai teman aku akan bahagia bersama Satria "ujar Arin
"Ohh kamu bahagia bersama Satria"ujar Arvin mengusap wajah nya kasar
"Maafkan aku Arvin"ujar Arin memeluk Arvin
"Aku tidak butuh belas kasih mu"ujar Arvin berlalu pergi dia ingin marah tapi bagaimana dia tidak memaksa nya
"Syukur mama udah datang"ujar Arin turun bersama Arvin
"Ada apa kamu ingin bertemu dengan mama"ujar Ririn kebingungan
"Aku ingin mengatakan sesuatu ma"ujar Arin serius
"Jika aku hamil"ujar Arin
"Benarkah "ujar Ririn senang
"Tapi bukan sama Arvin aku hamil anak Satria aku ingin cerai dengan Arvin dan menikah dengan Satria"ujar Arin serius
__ADS_1
Plak
"Apa yg kamu katakan"ujar Ririn menampar Arin
"Kamu sadar dengan ucapan mu"ujar Ririn
"Aku sadar ma tapi benar aku hamil anak Satria aku cinta sama Satria sehingga kami melakukan itu"ujar Arin
"Arin kamu tau kesalahan mu"ucap Revan marah
"Aku tau pa tapi ini yg terjadi"ujar Arin
"Kamu mengatakan itu anak ku salah besar Arin itu bukan anak ku tapi anak Arvin"ujar Satria membela diri
"Kamu tidak ingin mengakui nya setelah apa yg kamu lakukan "ujar Arin
"Satria katakan"ucap Naila
"Ma bukan aku menghamili Arin"ucap Satria
"Kamu jangan lari dari tanggung jawab aku akan mencerai kan Arin dan kamu bisa menikah dengan nya"ucap Arvin datar
"Apa yg kamu katakan kamu gila kamu ingin menjebak ku kamu melupakan atas bantuan ku malah kamu ingin menjebak ku begitu"ujar Satria marah
"Sudah lah dia mencintai mu jadi wajar kalian melakukan nya"ucap Arvin
"Cukup cukup"ujar Satria
"Oke oke bukan aku yg akan mengatakan kebenaran nya tunggu sebentar"ucap Satria menjauh segera menelpon Tania sebagai saksi dengan alasan darurat
"Tania akan datang menjelas kan'"ucap Satria mendekat lagi
"Kamu jangan berusaha lari Satria"geram Arvin
"Bodoh kamu pikir aku mau begitu dia istri mu aku hanya mencintai Tania "ucap Satria
"Dia mencintai mu"triak Arvin
"Aku tidak peduli dengan itu semua yg aku tau aku mencintai Tania kamu jangan menjebak ku seperti ini"ujar Satria
"Hentikan "ucap Kenzo menarik baju Satria
"Kamu itu sudah di ajarkan untuk bertanggung jawab Satria"ucap Kenzo
"Satria kenapa kamu seperti ini"ujar Arin kecewa
"Aku tidak melakukan apa pun jangan mendesak ku seperti ini"ucap Satria kesal tidak ada yg percaya pada nya
"Permisi"ujar Tania sudah datang
"Nah itu Tania dia akan menjelaskan"ujar Satria mendekat menarik tangan Tania
"Jelas kan di saat kita menjebak Arin siapa yg bermalam di hotel itu"ujar Satria
__ADS_1
"Kamu menjebak Arin"ucap Kenzo
"Aku melakukan karna untuk kebaikan pa"ujar Satria
"Tania kamu tolong jelaskan"ujar Naila
"Ohh kejadian itu memang benar nyonya pak Satria merencanakan itu menyuruh saya membeli obat itu lalu mencampuri di dalam makanan nona Arin setelah itu saya juga menyiapkan hotel nya di saat nona Arin berada dalam pengaruh obat itu pak Satria meletakkan nona Arin ke kamar hotel lalu pak Arvin datang dan pak Satria mengunci mereka setelah itu kami pergi"jelas Tania
"Tidak ada kejelasan nya"ujar Arvin
"Kamu jangan bodoh Arvin aku tidak akan menikah dengan Arin karena aku mencintai Tania hanya Tania"ucap Satria jadi emosi dengan kebodohan Arvin
"Arvin katakan "ujar Naila mendekati Arvin
"Tante mama aku mencintai Arin dengan alasan nya menikahi ku seperti itu aku tidak ingin dia tertekan hidup bersama ku memang benar malam itu aku yg melakukan nya tapi aku lakukan malam ini hanya untuk kebahagiaan Arin dia bahagian jika hidup bersama Satria"ucap Arvin serius
"Sudah dengar kan Arin kamu itu beruntung di cintai pria seperti Arvin ini dan satu lagi jangan mengharapkan aku karna apa hati ku sepenuhnya milik Tania kamu sebaiknya menerima kehidupan kamu sendiri "ucap Satria merangkul Tania membuat Tania menoleh ke tangan Satria
"Pak tangan nya"ucap Tania sedikit kesal
"Ohh tangan kenapa bandel sih sama Tania pakai nempel nanti setelah Tania jadi milik kita deh"ujar Satria cekikikan menyingkirkan tangannya
"Berlaga nya seperti aku mau saja "gumam Tania menunduk tapi dia tersenyum kecil
"Aku akan mencerai kan Arin setelah anak itu lahir"ujar Arvin
"Arvin kamu tidak bisa melakukan itu kamu mau anak itu nanti akan jadi rebutan dua keluarga "ujar Ririn
"Benar itu Arvin tante mama juga tidak akan melepaskan cucu tante mama apa lagi mama Ririn jadi jalan keluar paksa saja Arin menerima ini semua "ujar Naila serius Arin menunduk menyeka air mata nya kenapa dia jadi di permalukan seperti ini
"Benar itu ada nya"ujar Kenzo
"Tante mama aku tidak akan memaksa Arin"ujar Arvin serius Arin meraih tangan Arvin
"Hentikan"lirih Arin pelan
"Baik lah aku akan tetap bersama Arin"ujar Arvin
"Dan kamu Arin jangan harap mau pergi dari Arvin mama tidak akan menerima mu jika sampai kamu pergi dari Arvin"ujar Ririn lalu pergi bersama Revan
"Kita bubar semua "ujar Naila lalu mereka pergi dan yg lain ikut bubar
"Maafkan aku"lirih Arin saat mereka ada di kamar
"Aku merasa malu atas apa yg aku lakukan maafkan aku Arvin"ujar Arin lirih
"Tidak apa jangan menangis"ucap Arvin menyeka air mata Arin seketika Arin memeluk Arvin
"Maaf"ujar Arin sesegukan memeluk dengan erat Arvin mengelus punggung nya lembut
"Jangan menangis aku memaafkan mu tidak ada yg ingin memalukan mu tapi aku senang kamu hamil jangan sedih aku akan jadi ayah dan suami yg baik"ujar Arvin mengelus perut Arin
"Istirahat lah"ujar Arvin lagi menuntun Arin istirahat di kasur
__ADS_1