Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Kembali sadar


__ADS_3

Naila mendapat kan hati dari Arvin dan Ririn segera melakukan pencangkokan pada hati Naila,Ririn di bantu Dita dan ada beberapa dokter lain nya mereka berusaha semampu nya, pihak keluarga menunggu di luar dengan was- was, setelah beberapa jam akhirnya operasi nya berhasil keadaan Arvin cukup baik Naila juga bersyukur tidak terjadi pendarahan tidak menyulitkan semua mencari donor darah yg sulit di temukan


"Operasi nya berhasil kedua nya juga baik baik saja"ucap Ririn tersenyum pada pihak keluarga


"Syukur jika begitu"ucap Rafi lega


"Tapi aku belum memastikan akibat operasi ini karna kepala Naila pernah terbentur meski itu tidak terlalu kuat namun bisa berdampak pada operasi ini"jelas Ririn


"Apa saja nanti yg akan terjadi"ujar Kenzo bertanya


"Yg pertama dari benturan dia bisa mengalami kehilangan memory nya dan kedua dia bisa kehilangan penglihatan nya jadi kita tetap berdoa saja "ujar Ririn lagi


"Apa kami sudah bisa menjenguk kedua nya"ucap Nandira dengan lemah


"Maaf nyonya kami belum mengizinkan karna pasien butuh pemulihan apa lagi pada Naila setelah kami pindah kan nanti baru bisa menjenguk nya"ucap Ririn


"Terimakasih dok"ujar tuan Mahendra senang Ririn tersenyum kecil


"Tidak masalah maaf semua karna saya tidak bekerja di sini saya harus pergi karna harus kerja tugas saya sudah selesai tapi jangan khawatir nanti saya akan ikut melihat keadaan Naila"ucap Ririn lalu pergi


"Rafi dia siapa"tanya tuan Mahendra


"Dia itu sahabat Naila pada saat kuliah dia dokter pribadi Naila dalam menghadapi penyakit nya itu mereka cukup dekat"jelas Rafi membuat semua menganguk


"Bodoh kenapa bisa terjadi"kesal Marsel tau semua nya dari Clara


"Aku tidak tau jika Naila bercerita pada Ririn"ujar Clara


"Sial rencana kita bisa berantakan kita harus melakukan sesuatu"ujar Marsel marah


"Arvin mendonor kan hati nya jadi keadaan Naila akan sembuh dan kesempatan kita akan hilang karna nanti nya Kenzo akan melindungi Naila"ucap Clara lesu dia khawatir dengan keselamatan nya jadi Clara akan bersembunyi


"Tidak masalah kamu bisa berlindung aku akan melakukan rencana"ujar Marsel tersenyum jahat lalu berlalu menyusun rencana nya


####


Naila dan Arvin sudah di pindah kan di ruang inap VVIP tapi dengan kamar berbeda keduanya belum sadar mereka menjaga kedua nya bergantian kebanyakan Kenzo menjaga Naila karna takut Naila akan hilang untuk selamanya


"Kenzo kamu jika ada pekerjaan pergi saja biar tante menjaga Naila"ujar Nandira mendekati Kenzo


"Baik lah"ujar Kenzo lalu pergi karna jujur dia masih gengsi menunjukkan perhatian lebih pada Naila


"Cepat sembuh maafkan bunda"ujar Nandira mencium tangan Naila lalu bersender di bahu Naila lama termenung membuat Nandira ketiduran


Kenzo akan ke kantor tapi dia balik lagi karna ponselnya ketinggalan di kamar Naila.jadi Kenzo putar balik lagi saat sampai rumah sakit dia melihat banyak orang yg ternyata rumah sakit itu tengah di sandra oleh Marsel dan anak nya Kenzo tidak kenal takut sama sekali


"Selamat tinggal"ucap Kenzo lalu menghajar para bodyguard itu meski banyak tapi Kenzo bisa melawan meski ada yg menembak orang yg ada di sana hanya berlindung karna takut


"Naila"ucap Nandira terbangun dari tidurnya yg ternyata sudah tidak ada kehadiran Naila segera saja Nandira keluar dia melihat seseorang membawa Naila dan Arvin


"Tunggu "ucap Nandira lari mengejar semua


"Kita di kejar "ucap Dapit menoleh


"Langsung saja kita bawa keluar setelah itu baru kita bunuh "ujar Marsel tapi tiba-tiba Dapit terpental karna Kenzo sudah menendang nya


"Kabur"ujar Marsel membawa Naila, Dapit berdiri segera kabur meninggalkan Arvin


"Tante bawa Arvin biar aku yg kejar"ujar Kenzo pada Nandira segera Kenzo mengejar keduanya Nandira di bantu para suster membawa Arvin


"Sialan kalian"ujar Kenzo melihat kedua nya masuk mobil akan kabur Kenzo langsung saja lari memukul kaca mobil sampai mengenai pelipis Dapit dan Kenzo mencekik nya karna keadaan darurat Marsel keluar dari mobil dan memukul Kenzo

__ADS_1


"Kalian mau tau seberapa kuat nya aku"ujar Kenzo tersenyum licik


"Kamu pikir aku takut anak ingusan"ujar Marsel lalu mereka berdua mengeroyok Kenzo tapi ya emang mereka akui Kenzo cukup jago dalam berkelahi sampai mereka kabur Kenzo ingin menembak tapi pistol nya tinggal di mobil


"Cih aku akan membalas kalian nanti"ucap Kenzo lalu membuka mobil melihat Naila


"Aku tidak akan membiarkan kamu terluka sedikit pun "ucap Kenzo mencium kening Naila lalu membawa Naila masuk


"Sial"geram Marsel gagal untuk membunuh Arvin dan Naila


"Pa kita tau sendiri jika soal kekuatan kita kalah sama Kenzo sebaiknya Arvin kita serahkan pada Dela nanti nya"ujar Dapit karna memang Dela adalah istri nya yg bergabung dengan mereka


"Ya kamu benar soal Naila nanti kita bikin rencana lain"ujar Marsel beristirahat karna umur nya sudah tua dia gampang lelah


####


Bersyukur kedua nya baik baik saja Kenzo menempatkan penjaga di depan kamar Naila dan Arvin takut kejadian itu terulang kembali.Arvin sudah sadar dia dalam tahap penyembuhan tinggal Naila yg belum sadar


"Arvin apa kamu baik baik saja"tanya Nandira menyakinkan


"Iya bun bahkan aku bisa jalan dan beraktivitas seperti biasa tapi jangan sampai kecapean aku akan istirahat saja bunda tenang saja"ujar Arvin tersenyum dia juga ada di kamar Naila


"Maafkan bunda"ujar Nandira memeluk Arvin


"Tidak masalah bun ini bukan kesalahan bunda tapi Clara dia menipu kita"ujar Arvin tersenyum mencium tangan bunda nya


"Ya di mana Clara"ujar Nandira


"Meski aku tidak tau tapi aku yakin Kenzo tengah memburu nya ya karna Clara mengambil hak kekasih hati nya"sindir Arvin pada Kenzo


"Cih aku menyesal menerima kebenaran jika kamu adalah kakak ipar ku menyebalkan"ucap Kenzo sinis


" Kalian jangan lupa Naila itu juga punya kakak lain jika kalian bertengkar ayah yakin Naila akan lebih sayang sama Rafi yg memang kakak angkat nya yg tidak membuat nya pusing"ucap tuan Mahendra jadi pusing


"Benar tapi meski begitu dia tetap sayang pada ku tapi kayak nya engak deh sama sih hhmm hhmm pria angkuh itu"ujar Arvin terkikik


"Awas kamu berani sekali mengejekku"kesal Kenzo


###


Gantian Rafi yg menunggu Naila karna mereka semua ada kesibukan di tengah Rafi menjaga Naila dia melihat pergerakan di jari Naila segera saja Rafi memberi tau Ririn soal keadaan Naila Kenzo yg baru datang melihat kehadiran Ririn dia segera bergegas dan ternyata keluarga nya sudah datang karna Rafi mengabari nya


"Ada apa"ucap Kenzo cemas


"Ada kemajuan dari Naila"ujar Sakira


"Saya masuk dulu"ujar Ririn dan benar saja saat dia masuk Naila sudah membuka mata nya


"Naila"ucap Ririn segera memeriksa Naila


"Kamu mengingat aku"tanya Ririn was -was


"Apa....k.. kamu kira aku ini amnesia"ujar Naila pelan membuat Ririn tersenyum


"Sekarang kata kan berapa ini"ujar Ririn menunjuk kan dua jari nya


"Apa kamu tengah mengejek ku"ujar Naila lemah Ririn tersenyum memeriksa denyut jantung Naila


"Syukur jika begitu"ujar Ririn lega


"Rin kamu menemukan donor hati"tanya Naila karna tadi dia merasa jahitan di dadanya

__ADS_1


"Iya benar aku melakukan tepat waktu sehingga kamu akan segera sembuh tinggal pemulihan saja"ucap Ririn tersenyum


"Apa masih ada yg baik"tanya Naila pelan


"Hei apa yg kamu katakan aku menghabiskan tenaga untuk membantu mu tenang saja"ujar Ririn tersenyum lalu duduk


"Kak Rafi mana "tanya Naila


"Kamu yg sakit malah nanya keadaan kakak mu"ujar Ririn mengeleng lalu beranjak


"Kalian bisa menjenguk Naila"ujar Ririn lalu mereka masuk


"Hai Naila"sapa Arvin dengan tersenyum


"Kak Arvin "ujar Naila tersenyum lemah


"Kamu cukup pintar ya menyembunyikan semua nya"uja Arvin tersenyum


"Tidak juga saat kemarin itu aku mau mengatakan pada kak Arvin jika aku mengidap rusak hati tapi keburu nyonya Arthur datang"ucap Naila pelan


"Maafkan aku kak"ujar Naila lagi


"Tidak masalah"ujar Arvin mengacak rambut Naila


"Kak berapa lama aku di sini"tanya Naila dengan pelan


"Hampir satu minggu sih tapi aku akui kamu hebat bisa bersahabat dengan dokter bedah hebat seperti dokter Ririn"ucap Arvin


"Ahh terimakasih dok saya senang mendapat kan pujian itu tapi aku juga terpaksa bersahabat sama wanita egois ini karna orang tua ku mau aku punya teman dokter"canda Ririn


"Kamu mengungkit nya lagi"ujar Naila tersenyum


"Iya lah aku kesal kenapa bisa jadi dokter aku kan mau jadi artis tapi kayak nya aku akan jadi artis karna menyelamatkan nona Ar... maksud ku nona Kenzo Mahendra iya kan tuan Kenzo "ujar Ririn menyengir


"Dia seenak nya mengatakan itu jika dia di ancam tuan menyebalkan itu baru tau rasa"ucap Naila pelan


"Nai aku senang lihat keadaan mu hari ini jauh lebih baik"ujar Rafi tersenyum


"Iya kak ini berkat orang yg mendonor kan hati nya untuk ku tapi ngomong ngomong siapa pendonor baik hati itu"ujar Naila menatap Ririn yg menatap Arvin


"Apa maksud tatapan Ririn apa dia mengatakan semua nya tapi tidak mungkin dia sudah janji pada ku tapi aneh juga sih bunda ngak mengomel pada ku dan di mana Clara"batin Naila


"Ahh seperti nya Naila butuh istirahat"ujar Ririn lagi


"Iya benar kami pergi dulu ya Nai cepat sembuh "ujar tuan Mahendra mengelus kepala Naila


"Iya makasih tuan"ujar Naila tersenyum


"Kita tunggu Naila sedikit baikan baru bicara"bisik Sakira pada Nandira lalu mereka semua pergi hanya Kenzo yg masih di sana dia duduk di samping Naila


"Apa kamu tau"ujar Kenzo pelan


"Aku sempat takut kamu meninggal"ujar Kenzo serius menatap Naila


"Kenapa"ucap Naila sudah cemas


"Takut kamu ngak bisa bayar hutang ku lagi"ujar Kenzo kemudian


"Aku nanti akan bayar menyebalkan sekali tuan Kenzo ini aku ini lagi sakit"kesal Naila


"Ya aku tau itu"ujar Kenzo mengankat sudut bibirnya dia senang bisa bicata lagi dengan Naila

__ADS_1


__ADS_2