Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
71


__ADS_3

Selama Cinta menjabat sebagai direktur Devan juga sering ke kantor hanya sekedar bertemu dengan Cinta karna Cinta sangat sibuk John juga sudah pensiun semua ilmu nya sudah John berikan pada Tania kini Tania sudah bisa mandiri dia selalu di minta oleh Cinta untuk proposional karna Tania sering izin untuk menemui kekasihnya nya Cinta mengizinkan di saat jam kosong


"Sayang kita jalan yuk"ajak Devan mengusap kepala Cinta yg duduk di sofa


"Ada meeting nanti ya setelah ini"ujar Cinta tersenyum


"Tania ikut meeting "ucap Devan


"Iya "jawab Cinta


"Ini kesempatan ku untuk mencuri data perusahaan"batin Devan


"Aku tunggu di sini aja"ujar Devan mencium kening Cinta


"Maaf nona sudah di tunggu di ruang meeting"ujar Tania


"Kak Devan aku meeting sebentar"ujar Cinta berdiri lalu melangkah bersama Tania


"Harus cepat jangan sampai kehilangan kesempatan ini"ujar Devan melangkah melihat Cinta dan Tania sudah menjauh Devan segera duduk di kursi direktur dan membuka laptop Cinta dengan serius mencari data perusahaan


Cklek


"Pak Devan"ujar Tania tiba-tiba masuk Devan kaget replek dia berdiri


"Pak Devan ngapain"tanya Tania mendekat


"Tidak aku merasakan bosan kamu ngapain kembali "ujar Devan berlalu duduk di sofa


"Mau ambil dokumen yg di tinggal kan nona Cinta"ujar Tania mengemasi dokumen nya


"Pak Devan ini mencurigakan sekali setiap dia kesini dan ngak ada nona Cinta aku selalu memergokinya buka laptop"batin Tania melihat laptop itu menyalah Tania mengklik dan ternyata itu ke data rahasia sesuai insting sebagai asisten Tania curiga dia mematikan laptop itu dan menutup nya lalu berlalu


"Huh untung aku cepat bertindak Tania ini membahayakan aku"gumam Devan mengusap dadanya dia mengeluarkan ponselnya menghilangkan kebosanannya


Setelah meeting Tania sesekali melirik Cinta dia mau bilang kecurigaan nya tapi Tania takut secara Devan itu calon suami Cinta yg ada Cinta marah pada nya jika Tania bilang yg tidak tidak mengenai calon suaminya


"Nona Cinta boleh saya bertanya hal pribadi"tanya Tania


"Apa"jawab Cinta merapikan dokumen nya


"Nona Cinta sangat mencintai pak Devan ya"tanya Tania tersenyum


"Iya benar aku sangat mencintainya ingin hidup bahagia bersama nya"ujar Cinta berdiri Tania mengikuti nya


"Sebaiknya aku tidak bicara mending aku bicarakan pada pak John saja"batin Tania


"Udah selesai"tanya Devan melihat Cinta masuk bersama Tania


"Iya udah"ujar Cinta duduk di samping Devan


"Tania ambil kan tas saya"ujar Cinta

__ADS_1


"Saya mau keluar kamu hubungan saya jika ada yg penting"ujar Cinta


"Baik nona"ujar Tania menyerah kan tas Cinta kedua nya segera pergi


"Sayang Tania itu mencurigakan banget kayak mata mata gitu"ujar Devan masuk ke lift bersama Cinta


"Ngak mungkin lah kak ,Tania udah melewati pengetesan dari pak John dan aku"ujar Cinta


"Aku sangat percaya pada nya dia kerja sangat bagus"ujar Cinta


"Seperti nya Cinta sangat percaya pada nya aku harus berhati-hati selama dia tidak buka mulut aku aman"batin Devan


###


Saat jam makan siang tiba Tania menemui John mereka janjian di taman kota karna lebih dekat dengan rumah John awal nya John menanyakan soal pekerjaan Tania tentu Tania bisa menjawab nya


"Pak John saya merasa curiga sama pak Devan kekasih nya nona Cinta saya selalu memergokinya mengontak atik laptop serta komputer nona"ujar Tania serius


"Kamu hanya asisten Tania baru lagi kami tau siapa yg kamu tuduh itu"ujar John datar


"Maafkan saya pak"ujar Tania


"Saya hargain penilaian mu kamu cari bukti dan selidiki jangan ngomong seperti itu kamu hanya asisten bukan orang penting bisa menuduh pak Devan seperti itu saya sudah menyelidiki nya karna tuan Kenzo yg minta dia pria yg baik"ujar John


"Maafkan saya pak saya tidak akan mencurigai nya"ujar Tania


"Kembali ke kantor"ujar John,Tania segera permisi pergi


###


"Sat kamu kenapa sih sepanjang jalan diam mulu sakit"ujar Arvin menyenggol Satria


"Tidak aku berfikir soal Tania "ujar Satria serius


"Aku berniat akan mencari nya dan menikahi nya"ujar Satria serius


"Dasar gila karna Tania coba kamu pikir selama ini masak iya dia ngak nikah apa lagi atas apa yg terjadi pada nya hanya ada 2 nasib yg dia alami menikah di usia muda dan jadi ibu rumah tangga atau menjadi wanita malam"ujar Arvin serius Satria menatap Arvin tajam


"Aku serius"ujar Arvin serius


"Aku akan tetap mencari nya jika dia jadi wanita malam aku akan jelajahi setiap bar di kota ini dan menemukan nya"ujar Satria penuh keyakinan


"Itu terserah kamu sih"ujar Arvin lalu jemputan datang mereka segera masuk mobil


"Mama"ujar Arvin memeluk Dita dengan erat sedangkan Satria hanya berjalan santai mendekati Naila


"Ma"ujar Satria mencium tangan Naila mencium kedua pipi Naila lalu memeluk nya


"Anak mama semakin gagah aja"ujar Naila mengusap punggung Satria


"Mama juga semakin tua aja"ujar Satria tertawa kecil

__ADS_1


"Kamu ini selalu menghangatkan hati mama"ujar Naila mengusap pipi Satria


"Kamu kenapa nak sakit mikiran mama"tanya Naila menatap mata Satria


"Tidak ma aku selalu percaya jika papa selalu bisa jagain mama, aku"ujar Satria menunduk


"Ada apa"ujar Kenzo menepuk bahu Satria


"Beri aku waktu satu tahun untuk aku mencari sesuatu "ujar Satria serius


"Apa, hei aku udah satu tahun menunggu aku ini mau nikah kamu lah harus ngurus perusahaan "ujar Cinta protes


"Kak ku mohon hanya satu tahun ini aja di saat kak Cinta nikah aku janji akan kembali "ujar Satria


"Ya udah kapan mau berangkat "ujar Naila mengengam tangan Satria


"Aku mau berangkat sekarang "ujar Satria


"Kamu aja baru pulang Satria"ujar Kenzo kaget


"Pa aku ingin bertanggung jawab atas kesalahan ku jadi ku mohon biarkan aku pergi "ujar Satria


"Kesalahan apa yg kamu buat"ujar Naila


"Ma maaf kan aku sudah jadi orang yg breksek orang yg jahat maafkan aku telah mengecewakan mama sebelum kita kembali ke keluarga ini pada saat tante mama operasi di saat mama kecelakaan aku tidak tau harus bagaimana mama harus operasi membutuhkan uang banyak sedangkan uang kita tidak cukup aku tidak mau kehilangan mama jadi ada teman sekolah ku menawar kan itu jika aku bisa memper****gadis itu maka dia akan membiayainya aku tidak tau harus apa jadi aku melakukan nya agar mama selamat"jelas Satria


Plak


Naila menampar Satria tapi tangan Naila gemetar setelah menampar Satria dia mengulurkan tangannya di wajah Satria


"Kenapa mempertahankan kehormatan seseorang demi mama kenapa kamu menghancurkan kehidupan orang seperti itu"ujar Naila memegang wajah Satria


"Maafkan aku ma aku tidak punya pilihan aku ngak mau kehilangan mama aku sangat menyayangi mama maafkan aku"ujar Satria memeluk kaki Naila


"Aku"ujar Satria semakin erat memeluk kaki mama nya Naila berjongkok dan memeluk Satria dengan erat


"Sebagai pria kamu harus bertanggung jawab temukan dia "ujar Naila mengecup kening Satria


"Maafkan aku"ujar Satria memeluk Naila begitu erat


"Aku akan bertanggung jawab"ujar Satria berdiri


"Baik lah karna itu juga keputusan mu papa ngak bisa larang, kamu bisa membawa satu mobil"ujar Kenzo memeluk Satria


"Tidak pa aku akan membawa motor ku dulu sambil mencari pengalaman aku akan mandiri"ujar Satria


"Jika itu keputusan mu tinggal lah di apartemen papa di saat masih muda dulu"ujar Kenzo


"Makasih pa"ujar Satria memeluk Kenzo


"Jaga keluarga"ujar Satria memeluk Arvin

__ADS_1


"Kak Cinta nanti telepon aku jika kak Cinta siap menikah dan aku janji akan memimpin perusahaan sesuai yg kak Cinta mau"ujar Satria


"Iya kakak bangga pada mu"ujar Cinta tersenyum mengacak rambut Satria lalu Satria pamit pergi lagi dengan membawa motor nya yg dulu


__ADS_2