Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Menjebak istrinya sendiri


__ADS_3

Kenzo sangat kesal dengan Naila yg tidak kunjung datang sampai Kenzo membuang waktu nya 3 jam bersama Clara keliling kota dan pekerjaan Kenzo jadi berantakan Kenzo benar marah Naila tidak muncul akan Kenzo pasti kan akan memberi Naila pelajaran.Kenzo sengaja pulang cepat hanya karna ingin memberi Naila pelajaran Kenzo sudah menunggu di depan kamar nya melipat tangannya ke belakang wajahnya merah padam para pelayan tidak berani menegur karna mereka tau sekarang Kenzo sangat marah.Tidak lama Naila pulang dengan rasa letih saat mata nya berpapasan dengan Kenzo bisa Naila rasakan jika Kenzo sangat marah Naila meneguk ludahnya


"Mati lah aku"gumam Naila mendekati Kenzo


"Tuan maaf kan aku"ucap Naila sudah tau kesalahan nya dengan memegang tangan Kenzo berusaha melunakkan hati Kenzo


"Ikut saya"ucap Kenzo penuh penekanan menarik tangan Naila masuk ke kamar


"Tuan aku kan sudah minta maaf"ujar Naila jadi panik


"Gara-gara kamu tidak datang waktu saya banyak terbuang jadi saya harus kasih kamu pelajaran biar kamu mengerti dan patuh dengan ucapan saya"ucap Kenzo langsung saja mendorong Naila ke kasur dan Kenzo sudah naik ke tubuh Naila yg jadi ketakutan Kenzo memegang kedua tangan Naila yg berteriak dengan rasa takut


Brak brak


"Kenzo"teriak tuan Mahendra mengedor pintu Kenzo mengumpat lagi belum sempat dia mencium Naila


"Kamu bisa lolos"ucap Kenzo menunjuk wajah Naila lalu Kenzo mendekati pintu


"Iya ayah ada apa"ucap Kenzo membuka pintu kamar


"Kamu apaan kan Naila narik dia kayak tadi"ucap tuan Mahendra kesal tadi sempat melihat Kenzo menarik Naila


"Tidak ayah salah lihat"ucap Kenzo kesal kenapa ayah nya jadi sayang sama Naila


"Lihat kan dia lagi istirahat"ucap Kenzo menunjuk Naila yg masih terdiam di kasur


"Ala ayah yakin kamu menyakiti nya karna selama kalian nikah Naila tidur di lantai kan ayah tau itu "kesal tuan Mahendra lalu mendorong roda kursi nya


"Nai Naila"pangil tuan Mahendra baru menyadarkan Naila


"I...iya tuan"ucap Naila berdiri merapikan baju nya


"Kamu di apa kan Kenzo"tanya nya serius


"Tidak tuan saya yg salah"ucap Naila tersenyum


"Tapi dia ngak mukul kamu kan"tanya nya cemas


"Iya tuan saya baik baik saja"ujar Naila dengan senyum manisnya


"Ya udah ayah tunggu di bawah ya "ucap nya mengusap kepala Naila lalu pergi Naila menghembuskan nafasnya kasar memang tuan Mahendra selalu menghabiskan waktunya bersama Naila karna anak istri nya jarang di rumah


Tidak ada rasa lelah yg Naila rasakan setelah membersihkan tubuhnya tadi Naila mengajak tuan Mahendra mengobrol di ruang keluarga dengan cemilan dan minuman di sana juga ada Kenzo yg lagi memainkan ponselnya,Naila dan tuan Mahendra nampak tidak ada kecanggungan saat bercerita bahkan mereka tertawa mendengar cerita tuan Mahendra


"Ngak bisa apa Nai panggil ayah ,kamu kan menantu ayah"ujar tuan Mahendra menyeduh teh nya


"Tuan bukan kah sudah sepakat aku dan tuan Kenzo kapan saja bisa pisah jadi aku hanya ingin nanti hidup damai"ujar Naila tersenyum dia berusaha mengobrol seperti biasa


"Terserah lah Nai"ucap tuan Mahendra


"Kenapa kamu ngak balas pesan saya dan telpon dari saya"ucap Kenzo nampak masih kesal atas apa yg Naila lakukan


"Tuan aku lagi ada di tempat TKP ponsel aku senyap kan jadi ngak tau tuan menelpon"jelas Naila


"Ya aku salah aku minta maaf"ucap Naila lagi dengan memelas Kenzo hanya mencibir dan berlalu


"Tidak apa Kenzo nanti akan maafkan mu"ujar tuan Mahendra tersenyum


"Iya tuan aku juga salah akan hal ini"ucap Naila tersenyum


"Lain kali jangan lakukan Kenzo jika marah tiada ampun jadi hindari kesalahan karna jika dia marah macan satu itu akan menerkam"ucap tuan Mahendra terkekeh kecil


"Emang ada cakar tuan aung"ucap Naila meniru kan suara macan lalu mereka tertawa dengan candaan mereka


###


Di rumah sakit Naila mendapat kan masalah soal mayat wanita yg dia otopsi mereka tau Naila dokter umum jadi meragukan Naila yg memeriksa itu kasus itu membahayakan Naila sendiri tentu yg membunuh wanita itu akan melakukan segala cara agar Naila tidak mengungkapkan kebenaran nya


"Rasain kamu Naila "gumam Clara puas melihat Naila dalam masalah


"kami meragu kan kemampuan nya "ucap seseorang yg membuat kekacauan pada rumah sakit


"Pak yg saya lakukan itu sesuai peraturan dan sesuai yg saya pelajari"ucap Naila berusaha menjelaskan


"Mempelajari apa hah kamu itu hanya dokter umum mana bisa mengotopsi mayat"ucap nya lalu ada tawa mengejek dari mereka


"Asal kalian tau ya dokter ini memang dokter umum tapi dia dokter pertama yg membuktikan jika ada dokter itu ada tidak hanya membayar dengan uang tapi hati dia dokter pertama yg hanya dokter umum bisa menjadi dokter bedah yg tidak mengunakan sertifikat dia hanya mengunakan otak dan tekat nya apa itu salah dan soal otopsi nya apa kalian takut akan ketahuan atau kalian pelaku nya"ucap Arvin santai


"Seorang dokter itu ada sertifikat agar menyakinkan orang "ujar nya lagi Arvin kesal dengan pria ini rasa nya dia akan menonjok nya


"Apa mau mu pak"ujar Naila serius


"Kamu berhenti mengotopsi apa lagi menangani kasus ini"ucap nya pelan


"Jika tidak"ujar nya mentap Naila lalu pergi


"Kalian jangan mengancam nya"kesal Arvin

__ADS_1


"kak udah "ujar Naila menahan tangan Arvin


"Aku udah mengambil resiko menjadi forensik bukan hanya membantu mengungkapkan kebenaran tapi soal memperjuangkan kebenaran nya"ucap Naila serius


"Kamu harus hati hati Nai aku cemas"ujar Arvin mengelus kepala Naila dia benar takut Naila dapat masalah seperti nya ada seseorang berbahaya di balik ini semua


"Kak aku udah biasa terkena masalah akan hal ini sebelum aku kerja di sini juga pernah di kejar mafia karna membuat masalah dengan nya"ucap Naila menyengir


"Hindari itu semua Nai"ucap Arvin tersenyum


"Aku baik baik saja kan selama dalam perlindungan kak Arvin"ujar Naila menatap mata Arvin tersenyum manis


"Iya aku selalu melindungi mu"ucap Arvin tersenyum lalu mereka berlalu


"Kenapa sih Naila dapat cinta sama kak Arvin"kesal Clara melihat kedua nya meski Arvin sudah tau jika Clara adik nya yg hilang tapi tetap perhatikan Arvin tertuju pada Naila


###


Kenzo memikirkan perempuan bernama Dela sudah satu tahun mereka tidak bertemu perempuan itu juga yg memecah kedekatan Kenzo dan Arvin karna memperebutkan wanita itu Dela wanita cantik membuat kedua pria itu tertarik bahkan kedua nya baku hantam dan masuk rumah sakit orang tua mereka mempertegas mereka tidak boleh dekat sama Dela sampai kedua nya tidak lagi bertemu dengan Dela , Kenzo bukan nya cinta sama Dela tapi dia penasaran dengan wanita itu membuat dia ingin kenal lebih jauh berbeda dengan Arvin ya memang mencintai Dela


"Kenapa"ucap Kenzo santai melipat kaki nya ya perempuan itu kembali menemui Kenzo


"Ken kenapa kamu jadi kayak gini aku cinta sama kamu"ujar nya duduk di samping Kenzo


"Please jelasin ada apa aku cinta sama kamu ngak pisah sama kamu"ujar nya sedih


"Kamu tau kan aku jadi jangan terlalu dekat aku ngak suka dekat sama wanita saat itu aku melamar mu karna ingin memenuhi syarat dari ayah yg aku harus nikah jika mau harta nya ya aku pilih kamu yg cinta sama aku"ujar Kenzo santai


"Ken"ucap tidak percaya


"Aku cinya sama kamu masak kamu gitu"ucap nya kesal


"Sudah lah aku tidak butuh kamu lagi sekarang aku sudah menikah"ucap Kenzo berdiri


"Siapa dia"ucap nya geram


"Dia"ucap Kenzo mengingat


"Aduh aku lupa siapa nama istri ku itu"batin Kenzo berfikir


"Bela ehh tidak maksud ku Dela ehh tidak Nai Nai ehh "ucap Kenzo terus mengingat


"Naila Salsabila"ucap Kenzo baru ingat


"Jadi jangan urusin aku oke"ucap Kenzo lalu pergi


Setelah menemui Kenzo wanita itu berlalu menemui Arvin seperti biasa saja dia masuk begitu saja ke ruangan Arvin kebetulan Arvin bicara sama Naila yg mereka akan melakukan operasi


"Dela"ucap Arvin kaget


"Arvin"ujar nya memeluk Arvin


"Aku sangat merindukanmu aku sadar aku salah tapi sungguh aku sangat mencintai mu"ucap Dela memegang tangan Arvin


"Dela aku ngak bisa karna kami sudah sepakat tidak memilih mu"ujar Arvin sedih jujur dia masih punya perasaan dengan wanita ini


"Kenapa apa karna wanita ini"ucap nya menatap Naila lalu membaca nama yg tertera di dada Naila


"Apa dia istri nya Kenzo tapi dia kan jelek dan item masak iya Kenzo nikah sama dia"batin Dela melihat Naila


"Ehh kamu menggoda Arvin"bentak nya


"Cukup Dela"kesal Arvin melindungi Naila


"Aku emang cinta sama kamu tapi aku tidak suka kamu meninggikan suara terhadap nya berani kamu berbuat seperti itu aku benar akan memukul mu"ujar Arvin geram


"Kamu tega Arvin"ujar nya lalu berlalu


"Sial ini semua karna wanita itu aku ngak bisa lagi membuat kedua nya berantem aku harus melakukan sesuatu"ujar nya lalu pergi


"Kak siapa dia"tanya Naila


"Dia Dela hubungan ku ngak baik dengan Kenzo karna wanita itu"ujar Arvin menjelaskan


"Kak berjanji lah kakak ngak akan kembali pada nya aku mohon "ucap Naila dia merasa wanita itu tidak baik karna pernah mendengar cerita dari tuan Mahendra


"Iya janji aku akan berusaha melupakan nya"ujar Arvin tersenyum mencium kening Naila


"Ayo"ucap Arvin lagi


"Ya kak makasih"ucap Naila tersenyum lalu mencium pipi Arvin mereka tertawa kecil berjalan beriringan


####


Kenzo tipe pria yg cuek dan bodoh amat karna dia bisa melakukan apa saja karna Kenzo sudah lama tidak melakukan kesenangan nya jadi dia datang ke tempat yg biasa dia lakukan John dengan setia menemani Kenzo.Kenzo menunggu tidak lama ada John masuk membawa wanita panggilan yg cantik dan seksi


"Wah saya beruntung melayani nya"ucap nya tersenyum puas John segera pergi Kenzo berdiri

__ADS_1


"Kamu puas kan saya tangan kotor mu jangan menyentuh saya"ucap Kenzo datar tapi wanita itu ngeyel menyentuh lengan Kenzo


Plak


"Tidak dengar apa yg saya katakan"bentak Kenzo marah wanita itu sekarang menyadari nyawanya dalam bahaya karna memang Kenzo ini tipe pria suka memukul, Kenzo mengambil botol dan meminum kan secara paksa pada wanita itu yg Kenzo beri obat tapi Kenzo termenung


"Iya kenapa aku ngak lakukan pada sih jelek"ucap Kenzo lalu tertawa Kenzo memang melakukan itu karna sering kali tidak merasa puas makan nya dia memasukkan obat itu ke wanita panggilan


"John wanita itu saya beri sesuatu itu untuk mu saya pergi saya bisa sendiri"ucap Kenzo lalu pergi Kenzo melakukan itu seminggu sekali atau setiap hari jika dia mau


###


Staf rumah sakit sudah pucat pasi karna Kenzo menunggu di depan ruang operasi sudah 30 menit untuk menunggu Naila selesai operasi karna mereka tau pria angkuh satu ini tidak ketolongan bisa saja pekerjaan mereka akan hilang karna pria satu ini.Kenzo mengetuk jari nya memejam kan mata dia mulai tidak sabar menunggu tapi beruntung Naila dan Arvin segera keluar


"Kamu emang hebat Nai"ujar Arvin tersenyum menjabat tangan Naila


"Ahh tidak kak aku yg sangat beruntung bekerja sama dengan dokter hebat seperti kak Arvin"ujar Naila terkekeh


"Apa sudah drama nya"kesal Kenzo suara itu membuat mereka menoleh


"Tuan Kenzo"ucap Naila binggun kenapa lagi dengan pria menjengkelkan satu ini


"Dia sudah selesai kan Arvin jadi aku mau bawa dia pulang"ujar Kenzo santai sudah memegang tangan Naila


"Kamu mau apa Kenzo jangan pernah sakiti dia"tajam Arvin


"Kak ngak papa tugas ku juga udah selesai aku pulang "ujar Naila karna memang saat nya dia pulang


"Tapi Nai"ucap Arvin cemas


"Ngak papa kak "ujar Naila tersenyum


"Nanti tuan aku ambil tas dulu"ujar Naila lalu berlalu


"Awas kamu menyakiti nya aku benar akan memukul mu"ujar Arvin kesal tapi Kenzo hanya menanggapi dengan santai


###


Kenzo menyeringai menatap kamar mandi karna Naila masih mandi Kenzo mencampur kan sesuatu di dalam minuman Naila karna tadi Naila membawa teh hangat setelah selesai Kenzo merapikan semua nya tinggal menunggu jebakan sang kancil nya


"Lihat nanti"ucap Kenzo dengan seringai jahat nya Kenzo melepaskan jas yg melekat di tubuhnya lalu duduk di kasur memainkan ponselnya


"Tuan jika boleh tau hubungan tuan dengan Dela apa"tanya Naila keluar dari kamar mandi Naila sangat penasaran dengan wanita itu


"Emang nya kenapa kamu tanya"ucap Kenzo santai


"Tidak tuan tadi dia menemui kak Arvin mengatakan sangat mencintai kak Arvin tapi mata nya seperti menyimpan sesuatu "ucap Naila meletakkan handuknya


"Boleh tidak aku juga meminta sama tuan jangan dekat sama dia itu hanya akan membuat tuan dan kak Arvin ribut"ujar Naila menatap Kenzo


"Kenapa dia belum meminum teh nya"batin Kenzo tidak sabar


"Emm baik lah aku tidak akan dekat sama dia"ucap kenzo santai sudah mengubah saya menjadi aku dan Kenzo setuju biar Naila segera meminum teh nya


"Makasih tuan"ujar Naila meneguk teh nya membuat dia lebih baik sekali teguh lagi sampai teh nya habis


"Ohh ya tuan mengajak ku pulang ada apa"tanya Naila mengerakkan leher nya


"Emm tidak hanya ingin mengajak mu pulang"ujar Kenzo santai santai Naila menyentuh dadanya enteh kenapa pandangan nya sangat aneh Naila mengeleng pelan


"Wah udah beraksi"ucap Kenzo tersenyum lebar sekarang tidak ada yang bisa menghalangi nya menikmati Naila


"Tuan Kenzo"ucap Naila menyentuh kepalanya yg terasa pusing Kenzo tersenyum lalu mendekat


"Sini aku bantu"bisik Kenzo lalu mendorong Naila pelan ke kasur


"Aduh aku pusing"ujar Naila menyentuh kepala nya


"Itu akan hilang"ucap Kenzo santai lalu menindih Naila dan tanpa kata langsung mencium Naila karna pengaruh obat Naila malah mengusap dada Kenzo


"Ya ampun sentuhan nya lembut banget belum pernah cewek menyentuh ku selembut ini"gumam Kenzo makin semangat


"Tuan Kenzo aku merasa tidak nyaman"lirih Naila linglung


"Sstt jangan banyak bicara"ucap Kenzo mencium sekilas aroma tubuh Naila


"Harum nya "gumam Kenzo dan kembali mencium Naila kali ini sedikit ganas Kenzo melakukan nya Naila hanya mampu menggeleng kepalanya atas apa yg Kenzo lakukan semakin lama membuat nya seperti melayang di ajak Kenzo terbang Kenzo makin semangat setiap sentuhan tangan Naila terasa membuat nya sangat senang tidak bisa di tafsir kan lagi


"Tuan sakit"lirih Naila sampai kepala nya terangkat merasa kan sakit


"Wah ini rasa nya menikmati gadis"ucap Kenzo terkikik semakin mendalam memasuki Naila


"Aghh tuan sakit aku mau hentikan tuan hiks hiks"Naila terisak-isak mencakar bahu Kenzo merasa kesakitan


"Sstt diam lah ini sangat asik oke"ujar Kenzo makin tidak sabar menikmati lebih jauh


"Tuan Kenzo"teriak Naila kesakitan bahu Kenzo sampai berdarah Kenzo terhenti sejenak melihat isak tangis Naila dan melirik ke bawa ada noda darah di selimut nya dan Kenzo jadi makin semangat semakin gila menyetubuhi istrinya tanpa ampun yg kadang membuat Naila berteriak tapi dia tidak bisa menolak karna pengaruh obat itu dia menginginkan sentuhan Kenzo juga yg terasa nyaman di tubuh nya

__ADS_1


__ADS_2