
Naila sudah di pindah kan di ruang VVIP keluarga sangat bahagia keadaan Naila baik baik saja begitu pun bayi nya yg lahir sangat cantik bulu mata lentik alis menghitam mata coklat serta rambut yg hitam pekat dia memang sangat mirip dengan Naila seperti Nandira dan Naila sekarang begitu hanya saja bola mata nya sama seperti Kenzo bibir bugil itu lagi menyusu dengan Naila dari sejak Naila di pindah kan Kenzo tidak ingin lepas dari anak dan istrinya
"Ihhh tuan Kenzo bisa ngak sih sedikit menjauh"ujar Naila sebal
"Orang mau lihat anak kita"ujar Kenzo menoel pipi anak nya
"Cih sana lihat Dela"ujar Naila masih mempermasalahkan kejadian kemarin Kenzo menoleh ke arah Naila menatap dalam mata Naila membuat jantung Naila berdetak dengan cepat lalu tanpa kata Kenzo mencium bibir Naila dengan lembut Naila membalasnya dia jadi salah tingkah
"Apa kurang cukup bukti cinta bagi mu"ujar Kenzo mengusap bibir Naila
"Cinta"ulang Naila binggun
"Iya anak kita Cinta Salsabila Mahendra"ujar Kenzo tersenyum mencium kening Naila
"Kenapa malah ada nama ku bukan nya nama tuan Kenzo"ujar Naila curiga
"Aduh kamu ini emang bodoh"ujar Kenzo malas
"Cinta ini adalah bentuk cinta kita dan lambang cinta kita dan aku ingin dia sama seperti kamu yg cantik dan tulus makan nya ada nama Salsabila"ujar Kenzo menjelaskan
"Cinta Salsabila Mahendra"ucap Naila tersenyum
"Cukup bagus"ujar Naila mencium pipi anak nya
"Hei itu untuk ku"ujar Kenzo mencium leher Naila
"Ihhh sebel"kesal Naila menarik rambut Kenzo membuat Kenzo tersenyum mencium kening Naila
"Pagi cucu nenek"ujar Nandira masuk bersama yg lain langsung saja Sakira mengedong nya
"Sakira aku juga mau gendong"ujar Nandira antusias
"Sabar dong ini aku juga mau gendong"ujar Sakira tidak ingin kalah
"Gantian aja dasar nenek nenek tua"ujar tuan Mahendra mengeleng
"Aduh lucu nya keponakan om"ujar Arvin antusias
"Sayang kita bikin lagi yuk"ujar Kenzo tersenyum nakal langsung saja Naila mencubit tangan Kenzo
"Kebiasaan"cibir Naila
"Siapa nama nya"tanya Arvin penasaran
"Cinta Salsabila Mahendra"ujar kenzo bangga
"Halo cinta kenalin kakek Mahendra yg sangat bijak menghadapi kegilaan papa mu"celetuk tuan Mahendra
"Apaan sih kakek tua ini"ujar Sakira melengos lalu duduk di sofa bersama Nandira
"Meski kita punya anak kayak nya kita ngak akan merasakan punya anak"bisik Kenzo ikut berbaring
"Iya juga sih"ujar Naila tersenyum memeluk lengan Kenzo
"Tuan mau tidur ngantuk jagain Cinta ya"ujar Naila
"Iya istirahat"ujar Kenzo merentangkan tangannya meletakkan kepala Naila di bahu nya dan mengusap kepala Naila dan Naila mulai mengantuk paska melahirkan
####
Dita sudah kembali dia sangat capek satu tahun ini dia merantau di luar kota sangat menguras tenaga dan otak nya dia pulang karna masa kontrak nya habis Dita tinggal bersama ayah nya yg sudah sakit tidak bisa berjalan lagi selama dia pergi tetangga nya yg Dita minta menjaga ayah nya itu juga di gaji
__ADS_1
"Ck kerja apa lagi ya"gumam Dita berfikir keras beristirahat sejenak
"Aku lihat dulu deh"gumam Dita membuka hp nya mencari informasi lowongan pekerjaan
"Hhmm aku kan ngak berbakat jadi pelayan cafe ngak bakat juga jadi resepsionis hotel"gumam Dita berfikir lalu ia melihat ada lowongan untuk perawat di salah satu rumah sakit
"Semoga saja di terima"gumam Dita lalu bersiap
"Ayah aku berangkat dulu"ujar Dita mencium tangan ayah nya
"Iya hati hati"ujar ayah nya tersenyum Dita segera pergi
Dita harus semangat melamar pekerjaan nya dia masuk untuk melamar pekerjaan dan beruntung nya dia di terima membuat Dita sangat kegirangan dia keluar dari ruangan dengan senang
"Dita"ucap seseorang Dita menoleh ternyata itu dokter Ririn
"Dokter Ririn"ujar Dita kaget
"Wah sudah lama tidak ketemu apa kabar"ujar Ririn memeluk Dita
"Kabar ku baik"ujar Dita tersenyum
"Dokter Ririn tugas di sini"tanya Dita ramah
"Iya kamu sendiri kok ada di sini siapa yg sakit karna aku dengar kamu kerja di luar kota "ucap Ririn penasaran
"Iya kontrak ku sudah habis jadi aku ke sini lagi cari kerja"ujar Dita tersenyum
"Wah kita beruntung ya berteman dengan Naila bisa bekerja di rumah sakit cabang keluarga nya"ujar Ririn tertawa
"Ahh tidak kita di terima karna kemampuan kita"ujar Ririn lagi
"Dita kamu kok bengong "ucap Ririn serius
"Ahh tidak aku hanya merindu kan Naila dia apa kabar ya"ujar Dita dengan seulas senyum
"Dia udah melahirkan lho punya anak sangat cantik"ucap Ririn semangat
"Wah ternyata kita udah punya keponakan"ujar Dita tersenyum
"Ohh ya bagaimana jika kita menjenguk Naila saja"ujar Ririn
"Ahh tidak seperti nya aku harus istirahat untuk besok"ujar Dita beralasan karna dia belum siap ketemu sama Arvin
"Kamu selalu banyak alasan ayo"ucap Ririn menarik tangan Dita dengan paksa
Dita sangat gugup memasuki rumah sakit itu dia takut jika Arvin menemukan nya entah apa yg akan di lakukan pria itu karna sudah pergi Dita berharap Arvin sudah memulai kehidupan nya dan melupakannya mereka masuk lift tidak lama sampai di lantai atas mereka segera menuju kamar Naila
"Kejutan "pekik Ririn membuka pintu kamar Naila membuat yg di dalam terkejut Dita hanya membeku saat mata nya bertemu dengan mata Arvin yg tengah mengedong cinta mereka berdua seakan mengungkapkan betapa sangat merindu
"Dita"ujar Naila kaget tersenyum lebar dia merentangkan tangannya tapi Dita masih membeku
"Hei apa perlu aku paksa memeluk istri ku masak dia harus ke sana"ucap Kenzo suaranya sedikit meninggi membuat Dita kaget
"Ahh maafkan aku"ujar Dita tersenyum lalu melangkah memeluk Naila
"Aku sangat merindu kan mu Dita kamu lama pergi nya jalan sama Ririn ngak asik"celetuk Naila sangat senang
"Aku juga tapi aku kan harus kerja Nai"ujar Dita tersenyum
"Aku ini jadi pahlawan untuk mu Nai"ujar Ririn tersenyum
__ADS_1
"Pahlawan apa nya"ketus Naila sebal karna semenjak Naila hamil Ririn selalu mengajak Naila makan di tempat restoran Revan membuat dia harus ribut sama Kenzo
"Aku ngak suka kamu bergaul sama dokter Ririn"ucap Kenzo datar
"Iya aku juga ngak suka liat tuan ku cemburu"ujar Naila manja pad Kenzo
"Ya ngak malu lagi"goda Dita dengan tersenyum
"Dokter Arvin mau gendong juga"ujar Ririn mengedong Cinta
"Maaf banget Nai aku harus pergi karna harus istirahat besok mau kerja soal nya"ujar Dita pamit karna dia melihat Arvin terus menatap nya
"Kamu kerja di rumah sakit ku saja bantuin kak Rafi"ujar Naila karena dia sudah jarang sekali datang
"Tidak apa Nai aku udah kerja kok jika begitu aku pulang "ujar Dita lalu pamit pergi
"Nai aku juga harus pergi ada tugas lain"ujar Arvin melirik jam di tangannya
"Iya kak"ujar Naila tersenyum Arvin berjalan pelan keluar kamar Naila saat menutup pintu dia segera lari melihat Dita masuk lift Arvin segera mencegah dan masuk lift hanya ada keduanya mereka sama sama berdebar satu lift Dita mundur ke pojok Arvin membenarkan jas dokter nya
"Sejak kapan kembali"ucap Arvin tanpa menatap Dita tapi Dita hanya diam
"Aku bilang kamu sejak kapan sampai"ujar Arvin berbalik Dita hanya mendogak dia tidak tau mau mengatakan apa
"Aku"ujar Dita gugup Arvin mengurung Dita
"Aku bisa menunggu mu lihat"ujar Arvin lalu memegang wajah Dita mencium wanita itu tentu Dita menolak
"Jangan kurang ajar"ujar Dita mendorong Arvin
"Kenapa"ujar Arvin getir pintu lift terbuka Arvin menarik tangan Dita awal nya Dita menolak karna di tarik dengan paksa saat banyak orang Dita tidak bisa menghancurkan nama baik Arvin dia begitu mencintai Arvin jadi Dita menurut Arvin mengunci pintu ruangannya
"Ayo kita menikah aku begitu mencintaimu"ujar Arvin langsung
"Aku ngak mau"ujar Dita cepat
"Apa ada pria yg kamu suka"ujar Arvin datar lalu mendekat
"Kamu tau jika aku mencintaimu kamu menolak ku karna mencintai pria lain"ujar Arvin dengan serius
"Iya aku mencintai pria lain karna aku sadar dokter Arvin bukan yg terbaik untuk ku"ujar Dita dengan gemetar dia mengepalkan tangannya
"Baik"ujar Arvin tapi dia nampak frutasi lalu melirik Dita dan mengcengkram tangan Dita ke belakang Dita meringis kesakitan langsung saja Arvin menciumi Dita yg jadi ketakutan dengan Arvin
"Hentikan dokter Arvin"pinta Dita dengan lirih
"Kamu mau menikah kan jadi aku akan jadikan kamu milik ku seutuhnya baru kamu menyadari jika hanya aku yg bisa di samping mu"ujar Arvin serius mencium bibir Dita dengan melucuti kancing baju Dita yg terus menangis
"Please dok jangan jadikan ucapan bunda dokter benar jika aku hanya wanita hina"ujar Dita gemetar Arvin tersadar dia membelakangi Dita
"Aku sangat mencintaimu tapi kenapa kamu begitu tega pada ku aku mau kita menikah"ujar Arvin menahan tangisnya Dita terduduk menangis dia lalu berdiri melirik Arvin bukan nya pergi Dita memeluk Arvin
"Maafkan aku dok"lirih Dita
"Aku sangat mencintai mu tapi hubungan kita tidak pernah direstui maafkan aku"lirih Dita menangis lalu Arvin berbalik menangkup wajah Dita
"Apa kamu benar mencintai ku"ujar Arvin serius
"Sangat mencintai dokter Arvin"ujar Dita dengan derai air mata
"Buktikan jika begitu serahkan diri mu untuk ku"ujar Arvin serius Dita terdiam menatap mata Arvin apa yg harus dia lakukan tapi Dita begitu sangat mencintai Arvin apa pun akan dia berikan untuk Arvin
__ADS_1