Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Tidak bisa hidup tanpa mu


__ADS_3

Dengan di tangani Arvin dan Satria keadaan Cinta bisa di selamat kan 2 hari dia tidak sadar kan diri dan juga kehilangan darah jadi Naila mendonor kan darah nya . Naila menatap wajah Cinta yg pucat yg mana Arin yg merawat nya itu melepaskan gantung darah yg menggantung keadaan Cinta sudah membaik tapi pertanyaannya Naila adalah kenapa Cinta melakukan itu semua


"Tante mama jangan khawatir keadaan kak Cinta baik"ujar Arin mengusap bahu Naila dia mengikuti panggilan Arvin


"Ya makasih ya sayang"ucap Naila


"Tante mama aku pamit dulu mau bantu Arvin"ucap Arin lalu permisi


"Nak cepat sembuh"ucap Naila mencium kening Cinta lalu keluar


Perlahan Cinta membuka matanya yg pertama dia lihat adalah putih Cinta belum sadar sempurna tapi air mata nya sudah menetes saat merasakan kehampaan dan kesunyian itu lama terdiam Cinta mendengar langkah berarti dia belum mati


"Kenapa"teriak Cinta menarik infus di tangannya ternyata suster yg masuk


"Kamu jangan mendekat"ucap Cinta naik jendela


"Nona Cinta"ucap nya panik lalu keluar


"Tuan nona Cinta mau lompat"ujar nya pada Kenzo


"Apa"ujar Kenzo kaget lalu masuk melihat Cinta lompat langsung Kenzo berlari lalu menggapai apa saja bagian tubuh Cinta pas saat itu menanggap bahu Cinta karna berat nya Cinta tangan Kenzo melorot terus menerus sampai mengengam tangan Cinta


"Lepaskan aku pa aku mau mati kenapa semua ini terjadi pada ku kenapa"teriak Cinta memberontak


"Cinta gila kamu"ujar Kenzo berusaha menarik Cinta


"Lepas aku mau mati saja aku tidak bisa lagi hidup"ucap Cinta seketika Kenzo menarik Cinta tapi Cinta sudah naik jendela Kenzo menarik Cinta lagi


Plak


Plak


"Apa ayo pukul aku terus bila perlu tembak aku sampai aku mati atau gantung ayo lakukan kenapa kalian menyelematkan aku memberi penderitaan ini kenapa"triak Cinta frutasi Naila yg hanya diam merengkuh Cinta dengan penuh kasih sayang


"Nak kenapa kamu seperti ini"ucap Naila sedih melihat anak nya


"Aku mau mati tidak sanggup hidup seperti ini hiks hiks hiks"ujar Cinta menangis tersedu perlahan Cinta lemas dan jatuh pingsan lagi Naila sedih melihat keadaan Cinta dia membaringkan Cinta lagi ke kasur


"Tuan kita harus melakukan sesuatu"ujar Naila menatap Kenzo


"Sayang Devan itu musuh kita dia tidak akan bisa menjadi apa yg kita inginkan"ucap Kenzo serius


"Ini demi ke baikan Cinta dia sampai ingin bunuh diri dia terpuruk samping kan rasa dendam dan ego kita biarkan Cinta bersama Devan"ucap Naila


"Baik lah demi Cinta"ucap Kenzo lalu berlalu


"Apa mendatang kan Devan tapi pa"ujar Satria frustasi


"Baik lah"ujar Satria lalu berdiri


"Tania kamu ikut aku ya menjenguk kak Cinta"ucap Satria berdiri dan mereka berangkat ke rumah sakit


"Pa kenapa sih harus mendatang kan nya"ucap Satria datar menatap Devan


"Ini demi kakak kamu Satria"ucap Kenzo


"Pa yg kak Cinta butuh kan itu Rey bukan Devan"ucap Satria kesal


"Aku dan Tania akan bicara dengan kak Cinta"ujar Satria menarik tangan Tania masuk melihat Cinta yg menangis tangan nya di ikat karna mengamuk


"Kak lihat Tania juga menemui kakak"ucap Satria melihat Cinta hanya menangis Satria memeluk Cinta begitu erat


"Jangan menangis "ucap Satria menyeka air mata Cinta yg begitu lemah


"Pak, ada pak Devan"bisik Tania , Satria mundur


"Lihat saja aku berharap kak Cinta langsung menendang bajingan ini"bisik Satria pada Tania


"Cinta "ujar Devan mendekat menyeka air mata Cinta dan Cinta mendongak menatap Devan


"Aku di sini"ucap Devan memeluk Cinta begitu erat


"Lepaskan aku bajingan "triak Cinta mulai mengamuk lagi menarik tangan nya yg di ikat

__ADS_1


"Lepas, pergi dari hadapan ku"teriak Cinta tangannya sampai merah ikatan itu terlepas Cinta menarik baju Devan dengan tangan kanan dan tangan kiri masih terikat


"Karna kamu Rey tidak pernah menganggap akan Cinta ku bajingan aku benci hadir mu musnah kamu dari hadapan ku"teriak Cinta murka terus menarik baju Devan


"Kak lepas "ujar Satria mengengam tangan Cinta memeluk kakaknya


"Tunggu apa pergi"bentak Satria pada Devan,Devan mundur dengan enggan menatap Cinta dia merasa semakin sakit hati menerima kenyataan jika Cinta benar melupakan nya


"Hiks hiks kenapa tidak ada yg mengerti "ujar Cinta menangis di pelukan Satria dengan pelan Satria melepaskan ikatan tangan Cinta dan seketika Cinta menangis sesegukan di dada Satria dia suka membasahi kemeja pria


"Kak aku tau kakak jangan seperti ini"ucap Satria menghapus air mata Cinta


"Aku akan menemui Rey kakak jangan melakukan hal nekat lagi"ujar Satria lagi


"Dia tidak mau bersama ku dia benci hadir ku"lirih Cinta


"Buat apa aku hidup tanpa dia"ucap Cinta lagi dengan gemetar


"Kak aku akan bicara pada nya tenang saja aku akan bawa dia ke sini"ujar Satria


"Kamu serius"ujar Cinta menatap Satria


"Iya aku akan berusaha tapi kak Cinta janji dulu tidak akan melakukan hak nekat lagi"ujar Satria


"Tidak akan"lirih Cinta memeluk Satria dengan erat


"Tania kamu urus dulu semua pekerjaan ku di kantor aku mau menemui Rey di Bandung"ujar Satria


"Siap pak"ujar Tania serius


"Kak aku pamit pergi dulu"ujar Satria lalu berlalu di ikuti Tania


"Satria kamu ingin menemui Rey ini alamat nya"ujar Kenzo dan Satria mengambil nya dan pergi


###


Rey berkunjung di perusahaan nya di ajak paman untuk meninjau perusahaan nya Rey memahami semua nya sebenarnya jika soal kekayaan Rey cukup banyak harta karna bagian harta orang tua nya resmi menjadi milik nya karna jasa paman nya jadi 30 persen di berikan pada paman nya kekayaan Rey menyamai kekayaan Arthur meski tidak sama dengan kekayaan yg Kenzo miliki


"Iya paman aku tidak cinta sama sekali dengan nya lagian soal balas dendam itu kayak nya tuan Kenzo tidak ingin membantu karna keluarga nya tidak ingin ada balas dendam lagi"jelas Rey dengan yakin


"Oke paman terserah kamu saja paman tidak akan ikut campur masalah pendamping mu tapi Rey paman tidak akan selalu ada di samping mu menjadi teman bicara mu yg bisa kami ajak ngobrol dan mencari solusi jika ada masalah jadi paman harap kamu bisa mencari pendamping"ujar paman menepuk bahu Rey dan berlalu


"Akhirnya Rey mau pisah sama istrinya ini kesempatan ku"gumam wanita itu mendekat


"Rey sudah lama kita tidak ketemu kita jalan yuk ada pasar malam di sana"ujar nya lalu mengajak Rey pergi Rey ikut saja sudah lama tidak menikmati kota kelahirannya


"Rey kita masuk rumah hantu yuk"ajak nya saat sampai Rey dan wanita bernama Angel itu masuk kesempatan wanita itu memeluk K Rey karna dia ketakutan Rey tidak bergeming seakan hantu itu ketahuan dengan nya


"Kamu terlalu menempel"ujar Rey meninggal kan wanita itu dengan kesal lalu tiba-tiba ada yg memegang tangannya saat dia keluar dari rumah hantu itu


"Hai anak muda berani melihat kan takdir mu"ujar nya menatap mata Rey


"Tidak masalah"ucap Rey duduk lalu melihat kan telapak tangannya peramal itu melihat kedua telapak tangan Rey lalu dia menyentuh kening Rey tersenyum kecil


"Anak muda kamu tidak akan bisa lari dari nya karna apa meski kamu ingin pergi tapi takdir mu bersama mu"ujar nya tersenyum


"Kamu dan dia sama sama ketergantungan sebenarnya di dalam lubuk hati mu itu kamu mencintai nya sekuat dia mencintai mu tapi karna rasa benci mu itu menutupi nya"ujar nya tersenyum


"Hati mu sangat keras setelah ini kamu menemukan siapa yg bisa menghancurkan batu di hati mu"ujar nya tersenyum


"Rey kamu meninggalkan aku buat apa sih percaya sama peramal ini membuang waktu"ujar Angel menyeret tangan Rey


"Apa maksud wanita itu membingung kan"batin Rey berfikir mereka memutuskan pulang karna sudah larut saat tiba Rey melihat Satria dengan tatapan tajam


"Jangan berusaha menyakiti kakak ku"tajam Satria menunjuk Rey


"Apaan sih"ujar Rey malas


"Heh sialan berani nya kamu jalan sama wanita lain"geram Satria memukul perut Rey sampai Rey meringis


"Kamu"ujar Angel ingin menampar Satria tapi dengan cepat Satria menjambak wanita itu


"Jangan kamu kira aku tidak bisa kejam Rey jika ingin meninggalkan kakak ku setidaknya cerai kan dia dengan baik baik"ujar Satria mendorong wanita itu

__ADS_1


"Apa urusanmu ahh"geram Rey memukul Satria tapi Satria menahan nya


"Dia itu kakak ku"teriak Satria memukul Rey


"Kurang ajar"teriak Rey marah


Bugh


"Aku tidak sama sekali mencintai kakak mu itu aku benci dengan nya"teriak Rey memukul wajah Satria


"Asal kamu tau dia hanya pelampiasan hasrat ku pemuas nafsu ku"ucap Rey terus memukul Satria


"Bajingan kamu Rey"triak Satria mengankat tangannya ingin memukul Rey


"Asal kamu tau kakak ku sampai bunuh diri karna kamu tinggal kan kamu malah mengatakan hal keji itu breksek"ucap Satria mendorong Rey


"Jika kamu bukan pria yg kakak ku cintai kita akan bertarung sampai mati kamu pikir harga diri kakak ku murah dia wanita terhormat kamu seenaknya mengatakan itu dia mau bunuh diri karna pria breksek seperti mu malang sekali kamu Rey mensia -sia kan kakak ku cih pria menjijikan seperti mu tidak pantas untuk kakak ku"ujar Satria menyeka darah di bibir nya


"Nikmati bersama selingkuhan mu ini"ucap Satria lalu berlalu


"Aghhh sialan kamu Satria"teriak Rey murka merasakan Satria memukul nya


####


Satria pulang dia sangat geram Rey jakan sama wanita lain hati Cinta pasti hancur jika mengetahui ini semua tapi Satria tidak bisa memaksa karna Rey juga sudah mengambil keputusan tadi paman Rey juga sudah mengatakan jika keputusan Rey sudah bulat.Penampilan Satria berantakan sehari semalam dia tidak tidur tidak makan dan tidak mandi .Saat sampai Satria menelpon Tania untuk menjemput nya Tania siap meluncur melihat Satria dia membuka kan pintu buat Satria dan kembali melaju


"Bapak mau mampir ke restoran atau kemana"ucap Tania serius


"Tidak aku tidak butuh itu semua"ucap Satria berfikir keras


"Bagaimana aku jelas kan pada kak Cinta jika Rey tidak akan kembali"ucap Satria


"Sialan kamu Rey"geram Satria memukul jok mobil di sebelah nya


"Tania apa kak Cinta sudah balik dari rumah sakit "tanya Satria


"Iya pak "ujar Tania keluar dari mobil karna mereka sampai rumah


"Tania kamu tunggu aku di sini aku akan ke kantor"ujar Satria keluar dari mobil dan masuk


"Gimana"tanya Naila dan Satria mengeleng dia segera masuk ke kamar Cinta


"Satria"ucap Cinta mendekati Satria


"Kamu kenapa "ucap Cinta memegang wajah Satria


"Tidak apa kak untuk pria ini hal biasa"ujar Satria mengengam tangan Cinta


"Maaf aku tidak bisa membawa Rey ke sini"ucap Satria


"Tidak apa"ucap Cinta


"Kamu istirahat sana"ujar Cinta lagi


"Baik lah aku pamit"ujar Satria melangkah tapi dia menoleh dan melihat Cinta sudah naik di atas balkon Satria segera lari memeluk kakak nya itu membawa nya


"Kak hentikan kan bunuh diri nya"ucap Satria


"Aku tidak mau hidup jika tanpa Rey"teriak Cinta memukul tubuh Satria


"Kak ini tidak menyelesaikan masalah mending kakak sendiri bujuk Rey"ucap Satria memegang wajah Cinta


"Aku mohon jangan seperti ini banyak yg sayang sama kak Cinta menyayagi kak Cinta berjuang demi Rey"ujar Satria memeluk Cinta


"Kamu benar aku harus membujuk Rey"ujar Cinta bersandar di dada Satria


"Aku mau pergi sendiri"ucap Cinta menatap Satria


"Iya tapi kak Cinta janji dulu tidak akan bunuh diri apa pun keputusan nya "ucap Satria serius


"Aku janji"ujar Cinta memeluk Satria


"Ya udah aku mandi dulu kak Cinta siap aku yg akan antar kak Cinta ke bandara"ujar Satria mengecup puncak kepala Cinta lalu dia berlalu Cinta seperti mendapatkan kehidupan baru dia segera bersiap meluncur menjenguk suaminya itu

__ADS_1


__ADS_2