Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Semua aku berikan untuk mu


__ADS_3

Sejak jadi pengangguran dunia Cinta hanya rebahan tidur dan makan hanya itu yg dia lakukan selama menunggu suami nya pulang atau dia menganggu pekerjaan suami nya tapi selalu dapat pelampiasan dari Rey karna Cinta berusaha main main dengan nyawa orang Cinta bukan begitu dia hanya ingin berdua dengan Rey hanya itu tapi Rey terlalu serius Cinta hanya mencari perhatian Rey . Cinta melihat penampilan nya sempurna dia memakai jam di pergelangan tangannya mengambil ponselnya saat dia berbalik Rey menatap nya membuat Cinta kaget menjatuhkan ponsel nya


"Kayak hantu saja"gerutu Cinta mengambil ponselnya


"Ada apa menatap ku seper itu"tanya Cinta santai lalu mata nya berbinar tersenyum manis


"Kamu sudah sadar ya jika aku sangat cantik"ujar Cinta meletakkan tangannya di bahu Rey


"Cih saya tidak merasa kamu cantik"ujar Rey sinis menepis tangan Cinta


"Rey ngaku saja jika aku ini sangat cantik "ujar Cinta memeluk Rey


"Aku suka kamu peluk tau"manja Cinta mengusap dada Rey dan mencium nya


"Hei berhenti menggoda saya"geram Rey mendorong Cinta


"Oke oke"ujar Cinta mengangkat tangannya berlalu membuka pintu


"Breksek"geram Rey dengan langkah lebar langsung menekan Cinta ke pintu dan mencium bibir itu dengan bringas


"Kerasukan setan kah"ucap Cinta menghentikan ciumannya


"Saat hasrat menguasai diri seseorang maka semua terasa tidak terkendali"ucap Rey datar


"Sial jika saya tertidur bagaimana hasrat sialan"umpat Rey gara gara semalam dia jadi butuh pelampiasan Cinta hanya tersenyum kecil


"Rey semua aku berikan untuk mu bekerja lah nanti aku janji akan ke sana"ujar Cinta tersenyum memainkan jari nya di dada Rey


"Cih saya tidak akan memanggil mu"ucap Rey lalu berlalu Cinta hanya tersenyum ikut berlalu Rey terlalu egois dan gengsian


"Pagi"sapa Cinta duduk di meja makan


"Kak Cinta hari ini ngak ingin ikut aku kantor siapa tau mau bantu aku"tawar Satria mengambil sarapannya


"Boleh tuh "ujar Cinta melirik Rey yg hanya datar


"Karna hari ini aku juga tidak ada kegiatan"ujar Cinta santai


"Sip deh kakak siap ya"ujar Satria tersenyum


Arvin dan Arin sebelum berangkat ke rumah sakit lebih dulu mengantar tuan Arthur ke bandara karna tuan Arthur akan berangkat mereka pamit pada semua


"Papa jaga diri di sana aku di sini akan jaga mantu papa kok dengan baik"uaje Arvin tersenyum


"Iya pa tenang saja Arvin biar aku jaga dari makan nya sampai hal terkecil"ujar Arin tersenyum


"Iya papa percaya kok sama kalian jika kalian saling menjaga itu kenapa mama Dita percaya pada kalian"ujar tuan Arthur tersenyum


"Ya udah papa berangkat jaga diri kalian"ujar tuan Arthur lalu berlalu melihat papa nya berangkat Arvin berbalik


"Ayo sayang ku"bisik Arvin merangkul Arin


"Apaan sih malu di lihat orang"ujar Arin tersipu mencubit pinggang Arvin

__ADS_1


"Nama nya juga pengantin baru butuh mesra gitu"kekeh Arvin ingin mencium Arin langsung saja Arin mencubit dada Arvin yg terus menjahili nya


"Makan pengantin baru mu"ujar Arin tertawa kecil


"Ayo nanti kita telat"ujar Arin tersenyum lalu mereka masuk mobil segera berangkat


"Rey"ucap Arvin memangil Rey yg mau berjalan di lobby Rey menoleh


"Gini Rey aku dan Arin kan sudah menikah Arin mengurus rumah sakit Naila bagaimana jika gantian aja Arin pindah ke sini dan kamu mengurus rumah sakit Naila"jelas Arvin


"Soal gaji mu akan tetap sekaligus gaji rumah sakit Naila kamu dapatkan bagaimana"ujar Arvin serius


"Tidak masalah jika begitu saya lebih leluasa nanti "ujar Rey datar


"Tapi Rey prosedur rumah sakit Arthur dan Naila itu berbeda"ujar Arvin


"Saya mengerti saya pernah dengar soal rumah sakit itu jangan cemas akan hal itu"ujar Rey


"Oke"ujar Arvin senang lalu berlalu Rey segera menuju ruangannya dia mengenakan seragam operasi dan segera melakukan operasi


"Aghh sial"geram Rey setelah operasi dia sangat kesal dengan diri nya


"Hasrat sialan kenapa sih setiap wanita itu menggoda ku selalu saja aku tergoda benar benar sial"geram Rey frutasi dia mengambil ponselnya menelpon Cinta karena dia tidak bisa menunda apa lagi tadi dia operasi kelahiran jadi Rey tidak pokus dia terus teringat saat Cinta mengigit bibir nya menggoda Rey jadi terpancing


"Sok sokan jual mahal dia"ujar Cinta sinis menatap ponselnya Cinta biar kan saat Rey menelponnya tapi biar saja Rey frutasi karna hasrat karna Cinta tau Rey tidak bisa menahan hal itu terlihat tadi mata Rey saat menatap Cinta seperti pria cabul saja


"Rey Rey kamu akan menemui ku sayang"ucap Cinta tertawa memutar kursi direktur itu dia ada di kantor membantu Satria membuat beberapa proposal dan mengecek email karna Satria banyak sekali meeting


Cinta kaget setengah mati saat pintu di buka dengan kasar dia menoleh Rey menatap nya tajam seperti akan membunuh nya saja


"R... Rey ahh kenapa menelpon ku aku lagi banyak pekerjaan"ujar Cinta gugup


"Berani nya kamu tidak menjawab telpon saya"ujar Rey tajam


"Sekarang kamu merasakan saat di abaikan"ujar Cinta tersenyum singkat


"Kamu tidak tau hasrat saya di ujung mau saya lampiaskan pada wanita lain"geram Rey


"Hei suka sekali kamu berbuat serong kamu tidak tau perasaan ku sakit tau"ujar Cinta berdiri


"Jangan ngambek seperti itu"ujar Cinta mengalungkan tangannya di leher Rey


"Sudah ku bilang semua nya aku berikan pada mu asal kamu jangan pergi saja maka aku bisa hancur jangan pernah tinggalkan aku"ucap Cinta mengusap wajah Rey


"Kamu terlalu banyak bicara"ujar Rey memeluk pinggang Cinta mencium Cinta tidak sabaran Cinta hanya memeluk leher Rey membalas ciuman itu


Rey mendorong Cinta ke sofa langsung saja menindih Cinta mulai melepaskan pakaian Cinta seenak nya untung kaca jendela ada tirai nya jika tidak mungkin mereka akan di lihat karyawan Rey mulai mencium Cinta dengan tidak sabaran Cinta mengusap kepala Rey yg mencumbu nya tangan satu nya meraih ponselnya di sofa karna berdering tertera nama Satria


"S... Satria"ucap Cinta dengan seksi dia mengigit bibir nya menahan sesuatu Rey memegang tangan Cinta meletakkan di atas


"Rey Satria menelepon ku"lirih Cinta


"Aghhh Satria"triak Cinta mencakar punggung Rey saat Rey mulai menyatukan tubuh mereka Rey membuang ponsel itu ingin menikmati proses bercinta mereka karna Rey terus menuntut Cinta mulai menikmati semua yg di lakukan Rey suara mereka begitu seksi berpadu dalam adegan panas

__ADS_1


"Ngak nyangka ya asisten direktur rela mau di garap tuan Satria"bisik karyawan yg melihat mereka hanya melihat bayang samar saja wanita dan pria sedang melakukan hubungan apa lagi suara mereka membuat bulu kuduk mereka berdiri ikut merasa suasana panas itu


"Iya benar bu Tania tidak seperti yg kita bayangkan"bisik yg lain


"Ya iya lah siapa yg bisa menolak pesona tuan Satria jika aku sih sama seperti bu Tania menyerah kan seutuhnya tubuh pada tuan Satria"ujar yg lain


"Tapi bu Tania menjijikan tau menggoda tuan Satria apa karna kedudukan"ujar yg lain


"Ada apa ini bisik hal seperti itu"sentak Satria emosi mendengar bisikan tidak enak dari karyawan nya


"Tuan Satria bu Tanua"ujar mereka kaget


"Kalian membicarakan Tania jawab"bentak Satria tadi dia meeting dengan Tania di luar berusaha menelpon Cinta untuk mengirim mereka file nya tadi tidak ada jawaban jadi Satria kembali ke kantor


"Maaf kan kami tuan"ujar mereka yg salah paham


"Cepat katakan kalian membicarakan Tania tadi"ucap Satria datar


"Tuan maaf kan kami salah paham tadi di ruangan anda ada suara perempuan dan pria sedang bercinta menyebut nama Satria kami kira tadi "ucap nya menunduk


"Kalian"ucap Satria geram tapi melihat reaksi Tania yg sudah jengkel mengurungkan Satria marah lalu dia membuka ruangan di kunci Satria sangat penasaran siapa di dalam


"Tania" panggil Satria langsung saja Tania mendekat


"Alat sadap ruangan"ujar Satria dan Tania mengeluarkan tablet nya menyambung kan di headset nya Tania yg juga penasaran jadi dia ikut mendengarkan


"Kan sudah ku katakan kamu itu tidak bisa jauh dari ku"ujar Cinta tersenyum menusuk nusuk dada Rey yg polos


"Cih kamu suka sekali menggoda saya"cibir Rey berbaring berbagi tempat kecil itu


"Aku suka deh melihat kamu berkeringat"goda Cinta dengan nakal naik ke tubuh Rey


"Hei apa yg kamu lakukan"ujar Rey jadi panik


Cup


Rey melengkuh ulah Cinta lalu decakan ciuman mereka menggema lagi Cinta sangat suka menggoda Rey karna sangat kesal Rey membalik Cinta lagi kembali mencumbu Cinta membuat suara Cinta yg seksi terdengar lagi.Satria meneguk ludah nya menatap Tania yg sampai ingin menjatuhkan tablet nya


"Suara apaan ini menjengkelkan sekali "geram Satria berdiri


"Kamu saja yg dengar otak ku masih polos"ujar Satria berlalu


"Padahal dia yg otak nya mesum"Cibir Tania geram menuju ruangannya


"Rey kamu tidak percaya dengan cinta ku"tanya Cinta memeluk pinggang Rey meletakkan kepalanya di bahu Rey


"Tidak"jawab Rey singkat


"Kenapa padahal aku serius semua aku berikan pada mu hanya yg ku minta perhatian mu jangan mengabaikan aku"ucap Cinta serius


"Saya tidak suka di tuntut "ucap Rey tajam Cinta diam membenamkan wajah di leher Rey


"Aku mencintaimu mu jangan tinggalkan aku Rey aku hanya butuh kamu"lirih Cinta pelan dia memejam kan mata nya saat Rey dengan kasar mengcengkram tangannya untuk menyakiti nya meski begitu Cinta tetap pada posisi nyaman di dekapan Rey tetap mencintai Rey tanpa syarat

__ADS_1


__ADS_2