
Naila lagi makan di temani Dita yg memberi nya makan di sana juga ada Kenzo yg memangku laptop nya Naila heran kenapa Kenzo tidak kerja di kantor dan tidak ingin meninggalkan nya tapi Naila tidak ingin ambil pusing terserah Kenzo mau melakukan apa karna Kenzo akan selalu membuat Naila sebal
"Tuan Kenzo boleh aku bertanya"ujar Naila mengunyah makanan nya
"Emm"dehem Kenzo tanpa menatap Naila
"Tuan aku tanya lho"ujar Naila jadi sebal
"Ya boleh tanya aja"ucap Kenzo kesal
"Tadi kenapa nyonya Arthur kayak aneh ,ngak ngomel "ujar Naila penasaran Dita keheranan apa memang keluarga belum memberi tau Naila padahal semua gosip mengenai nya dan Clara menyebar ya Ririn yg kesal dengan Clara membocorkan kebenaran itu untuk membalas Clara karna kesombongan nya Dita ikutan bergosip
"Aku tidak tau"ujar Kenzo santai
"Aku juga tidak melihat Clara"ujar Naila
"Aku tidak tau"ujar Kenzo pokus ke laptop
"Menyebalkan sekali dia enak banget bilang ngak tau ngak tau"gumam Naila sebal
"Dita aku mau ke toilet "ujar Naila
"Biar aku aja"ujar Kenzo berdiri
"Ngak ngak enak aja tuan Kenzo mau ikut ngak malu"sindir Naila
"Ngapain malu"ujar Kenzo mendekat
"Aku bilang ngak usah Dita bisa bantuin aku"geram Naila masak iya Kenzo akan membantu nya ke toilet
"Kamu udah berani ya membantah aku mau kakak mu aku hajar"kesal Kenzo
"Menyebalkan sekali aku ngak jadi ke toilet nya"ucap Naila sebal
"Tuan Kenzo ngak papa saya bantuin Naila"ucap Dita tersenyum
"Kamu udah siap hancur karna melawan saya"ucap Kenzo datar
"Apaan ya cukup aku aja tuan ancam jangan teman ku"ujar Naila sebal dari tadi
"Ahh Naila aku permisi aja "ujar Dita jadi ngeri dia segera kabur
"Tuan Kenzo jangan mengancam Dita kayak gitu aku sayang sama Dita jika nanti dia takut ketemu sama aku bagaimana aku sendiri jadi nya"ucap Naila bersedih Kenzo hanya acuh kembali memangku laptop nya
###
Setelah di periksa beberapa kali soal keadaan Naila membaik dia di izinkan pulang Arvin juga mengizinkan tapi Naila harus memakai kursi roda dan tidak boleh beraktivitas berlebihan dan kecapekan minum obat juga harus teratur baru Naila di boleh kan pulang,selama Naila sadar juga hanya Kenzo menjaga Naila dan Kenzo juga menjemput Naila pulang
"Tuan Kenzo aku merasa aneh deh kayak ada sesuatu yg tidak di ketahui tadi di rumah sakit begitu, aku mendengar gosip mengenai ku"tanya Naila dia bersender di bahu Kenzo sedang kan John menyetir mobilnya
"Iya lah mereka bergosip karna istrinya tuan Kenzo Mahendra tengah sakit"ucap Kenzo santai
"Sombong"ucap Naila mencibir
"Jangan memikirkan orang lain pikirkan saja kesehatan mu"ujar Kenzo merangkul Naila
###
Kenzo mendorong kursi roda Naila masuk ke rumah karna keadaan Naila memang habis operasi masih sangat lemah jadi harus di rawat dengan baik
"Wah Nai aku benar senang bisa masuk ke istana ini ngak rugi aku jadi sahabat mu bisa nikmati ini semua"ujar Ririn mengunyah apel nya
"Kamu di sini Rin wah aku sangat senang kalian di sini"ujar Naila tersenyum melihat keluarga nya di sini termasuk Rafi dan Rani
"Aku juga senang Nai kamu mulai sembuh "ucap Rini berlutut memeluk Naila
"Aduh kak sakit nih kan habis operasi "ucap Naila tersenyum menyentuh dadanya
"Iya deh khilaf karna kamu tuh gemes tau "ujar Rani tersenyum
"Kak makasih "ujar Naila tersenyum mengengam tangan Rani
"Nai kamu tu adik ipar yg pokoknya terbaik"ujar Rani
"Nai selamat datang kembali ya"ucap tuan Mahendra tersenyum
"Makasih tuan"ujar Naila dia melirik semua masih tidak menemukan Clara
"Di mana Clara ya"batin Naila
"Tuan Kenzo apa Clara berada di rumah berbeda"tanya Naila
"Tidak"ucap Ririn
"Clara lagi di buru polisi dia bersembunyi"ujar Ririn santai
"Maksud nya"ucap Naila bingung
"Dia melanggar janji nya"ucap Rafi pelan
__ADS_1
"Keran kan aku"ucap Ririn santai
"Aku tidak mengerti"ujar Naila jadi serius
"Hei wanita bodoh jika kamu mati memang kamu mau nanti melihat penyesalan seseorang yg membenci mu kamu mau melihat kesedihan orang yg kamu sayang kamu mau lihat seseorang kehilangan mu jika aku ngak sih karna kamu ngak tau rasanya kehilangan jadi aku katakan saja jika Naila Salsabila adalah Cantika putri Arthur"jelas Ririn santai Naila sampai menarik nafas nya menyentuh dadanya
"Kenapa kamu lakukan"lirih Naila pelan
"Kenapa aku lakukan ya untuk menyelamatkan diri mu bodoh"ucap Ririn lalu memukul kepala Naila
"Kamu memang tidak bisa di percaya "ujar Naila marah mengelus kepalanya
"Udah tau ngak bisa di percaya masih aja cerita itu kebodohan siapa"ucap Ririn santai mengunyah buah nya
"Jadi hati ini"ucap Naila menyentuh dada nya
"Tentu saja milik kakak mu bodoh Arvin putra Arthur siapa lagi"ucap Ririn santai
"Aku tidak menyangka Nai kamu seegois ini"ucap Arvin melipat tangannya di dada
"Maafkan aku"ucap Naila pelan
"Jadi kak Arvin sudah tau semua nya"ucap Naila lagi
"Iya benar aku sudah mengetahui semua nya"ujar Arvin berlutut
"Apa kamu tau ayah sangat sayang pada mu kami berusaha mencari mu kami sayang pada mu tapi kamu tega nya membiarkan orang asing mengakui semua nya"ujar Arvin serius
"Apa kakak tau saat aku pertama kali mengetahui kebenaran nya hanya satu yg ada di otak ku kenapa aku bisa sampai di keluarga kak Rafi kenapa aku di buang"ucap Naila menatap Arvin
"Aku gelisah memikirkan itu semua di tambah dengan penyakit ku ini aku tidak ingin kak Arvin memberi hati kak Arvin pada ku aku ngak mau kak Arvin merasakan kesakitan seperti aku rasakan karna aku sayang sama kak Arvin"ujar Naila memeluk Arvin dengan erat dia meneteskan air mata
"Ketahui lah Nai rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sayang ku pada mu kamu harus tau itu anak perempuan di tinggal ayah nya maka tanggung jawabnya kakak nya kamu adalah kesayangan untuk ku"ujar Arvin mengecup pelipis Naila sayang
"Aku tau itu aku sering datang ke makam ayah menjadi kan ini kekuatan ku"ucap Naila menunjuk kan kalung nya
"Benarkah jadi kamu sering datang ke makam ayah"ujar Arvin tersenyum
"Iya karna tempat ku bekerja melewati makam ayah jadi sering mampir "ujar Naila
"Hhmm di sini banyak orang jangan merasa serasa di sini hanya ada kalian"dehem Kenzo
"Aduh jika cemburu bilang aja tidak ada yg maksa"ujar Arvin malas
"Haha cemburu sama adik kamu jelek ini itu mustahil"ucap Kenzo tertawa kaku
"Heh kenapa kamu menyebalkan"kesal Kenzo
"Bro yg sopan sama kakak ipar mu ini"ujar Arvin lalu tertawa
"Sialan aku hajar kamu"ujar Kenzo sebal menendang kaki Arvin sampai Arvin terjatuh
"Wah kamu berani ya,Nai pulang sama aku aja di rumah Arthur belum kan ke sana jadi pulang sama aku yuk"ajak Arvin dengan senyum jahat nya Kenzo kelagapan
"Pulang ohh itu tidak bisa karna dia itu istri ku"ujar Kenzo cepat
"Udah "ucap tuan Mahendra menengahi
"Naila"ujar Sakira mendekat
"Kamu itu sangat mirip dengan bunda mu saat muda sama persis"ucap Sakira,Naila hanya tersenyum singkat karna Nandira hanya terdiam menatap Naila
"Nyonya setiap anak itu pasti menurun orang tua nya"ujar Naila tersenyum
"Jawab pertanyaan ini apa kamu sayang sama bunda mu"ujar Sakira serius Naila terdiam menatap Sakira dengan mengigit bibirnya mengaruk kepala bagian belakangnya dan mengangguk pelan seketika Nandira memeluk Naila menangis sejadi-jadinya
"Jangan katakan apa apa bunda banyak salah pada mu bunda pantas di hukum"ucap Nandira sesegukan menangkup wajah Naila
"Tidak sama sekali "ujar Naila tersenyum menyeka air mata Nandira
"Maafkan bunda sudah jahat pada mu"lirih Nandira mencium tangan Naila semua yg ada di sana ikut menangis karna terharu
"Apa kamu tau sejak kamu di culik oleh Marsel itu membuat kehidupan kami terasa hilang bunda dan ayah sangat sayang sama kamu maafkan bunda tidak bisa merasakan kehadiran mu"ujar Nandira memeluk Naila erat
"Benar Naila yg di kata kan Marsel itu kebohongan dia memang menculik mu tapi karna dia mempunyai dendam sama bunda dan ayah mu"jelas tuan Mahendra
"Aku bisa mengerti tuan akan hal itu"ujar Naila menyeka air mata Nandira
"Kita mulai semua nya dari awal membangun kebahagiaan bersama"lirih Nandira
"Aku mau ajak kak Rafi"ujar Naila melirik Rafi
"Ohh maaf aku orang yg sibuk apa lagi aku punya keluarga ayo lah Nai kamu seperti anak kecil yg manja"ujar Rafi tersenyum merangkul Rani
"Kak ku mohon"ujar Naila
"Ck ya sudah kami akan tinggal di kontrakan saja"ujar Rafi
"Tidak apa Naila tinggal bersama kami aku akan temani akan segala hal"ucap Arvin tersenyum
__ADS_1
"Tidak boleh seperti itu"ucap Kenzo cepat
"Kamu diam saja biarin mereka dulu mereka baru berjumpa"ucap tuan Mahendra membuat Kenzo terdiam
"Jadi kamu mau kan Naila tinggal bersama bunda"ujar Nandira penuh harap di angguki Naila
"Rin terimakasih banyak"ucap Naila tersenyum memaju kan kursi rodanya
"Tenang cuman bilang sama suami mu untuk menampilkan aku di televisi nasional biar aku jadi artis"ujar Ririn tersenyum
"Kamu tuh pantas jadi dokter jadi ngak usah lagi mau mimpi jadi artis"ujar Naila
"Aku senang"ucap Naila lagi
"Tadi aja mau marah tau kan jika ini yg terbaik"ujar Ririn
"Makasih"ujar Naila tersenyum
"Ayo lah kita ini sahabat jangan seperti itu"ucap Ririn tersenyum lalu memeluk Naila
"Nikmati masa bahagia mu"ucap Ririn lagi
"Makasih banyak"ujar Naila tersenyum bahagia
"Ehh panggil apa nih nona Arthur apa nyonya Kenzo Mahendra"goda Ririn
"Arthur/Mahendra"ucap Arvin dan Kenzo bersama
"Heh sudah jelas Naila itu akan tinggal bersama kami jadi marga nya itu sudah tentu Arthur"ucap Arvin
"Kamu pikir aku ini bodoh dia itu istri ku sudah tentu marga nya sama seperti ku "ucap Kenzo tidak ingin kalah
"Kak aku mau sama kak Rafi aja aku butuh ketenangan karna habis operasi aku pusing dekat mereka"ujar Naila pusing
"Ehh ngak boleh oke kami ngak bertengkar lagi"ucap Arvin
"Yuk kita pergi"ajak Arvin
"Bentar kak mau ambil baju ku dulu"ujar Naila berbalik
"Tidak usah Nai nanti biar aku atur"ujar Arvin
"Tuan Kenzo tuan besar sama nyonya Mahendra aku pamit pergi dulu"izin Naila
"Iya pergi aja jaga kesehatan Nai"ucap tuan Mahendra tersenyum
"Kami juga pamit Nai sampai ketemu nanti "ujar Rafi tersenyum lalu pamit bersama Ririn
"Ayo"ajak Arvin lalu mendorong kursi roda Naila mereka segera pulang ke rumah sesungguhnya
Museum Arthur
"Kak mau nanya deh saat pertama aku ketemu sama tuan Mahendra kenapa aku merasa kehangatan"ujar Naila penasaran
"Kamu tau karna jantung tuan Mahendra itu milik ayah"ucap Arvin mendorong kursi roda Naila masuk ke museum itu
"Arvin biar bunda aja kamu tidak boleh terlalu capek"ujar Nandira mengambil ahli
"Iya bun"ucap Arvin tersenyum
"Sekarang bunda aja merawat kalian berdua sampai sembuh total"ujar Nandira antusis
"Aku mau di kamar aja nyonya harus istirahat dengan total biar lekas sembuh"ujar Naila membuat Nandira terdiam Nandira ingin mendengar Naila memanggil nya bunda Arvin mengerti kesedihan bunda nya
"Nai kenapa ngak manggil bunda"ucap Arvin
"Maaf kak aku kaku akan hal itu"ujar Naila memang dia tidak terbiasa
"Apa beda nya panggil aja bunda"ucap Arvin
"Arvin ngak apa adik mu merasa nyaman aja itu yg penting"ucap Nandira tersenyum
"Nai kamu tinggal di kamar bunda aja ya"ujar Nandira
"Tapi nanti jika tuan Kenzo menjenguk ku bagaimana"ucap Naila cemas
"Emang kamu suka jadi istri Kenzo"tanya Arvin
"Ya suka ngak suka kak dia sering mengancam menyebalkan tapi kan aku tetap istri nya"ujar Naila
"Iya sih mungkin nanti pernikahan mu akan segera akan di resmikan karna ayah sama tuan Mahendra pernah membuat perjanjian menjodohkan kalian"ucap Nandira
"Ya ngak jadi lepas deh"ujar Naila lesu
"Kenzo itu sangat baik"ujar Arvin mengerti
"Tapi dia menyebalkan kak jika aku membantah nya pasti dia bilang apa kamu sudah siap kehilangan kakak mu atau mau kakak mu aku hajar sampai babak belur dia selalu mengancam ku"ujar Naila sebal
"Memang dia sedikit menyebalkan tapi kenali sendiri aja deh suami kamu karna kamu dan Kenzo sudah ditakdirkan bersama"ujar Arvin Naila terdiam dia merasa sangat bahagia sekarang ini ternyata ketakutan nya tidak terjadi Naila berfikir jika Clara akan di nikah kan saat itu bukan tanpa alasan tapi karna tuan Mahendra sudah ada pernjanjian makan nya dia meminta Naila membiarkan Kenzo nikah lagi pada saat itu sekarang Naila mengerti semua nya
__ADS_1